Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan April 2026

Image
Memasuki bulan April yang jatuh pada hari Rabu, suasana Semarang biasanya mulai bertransisi. Jika Maret lalu kita khusyuk dengan momen Ramadan dan Idulfitri, bulan ini kota ini terasa kembali bergairah dengan deretan acara yang lebih "berwarna". Hari ini cuaca Kota Semarang terpantau cerah. Entah apakah ini pertanda bahwa musim hujan telah berakhir dan Semarang kembali ke "setelan awal"—yang katanya, tiap orang yang tinggal di sini punya matahari sendiri-sendiri saking panasnya. Suara-suara tentang panasnya Semarang terdengar seru namun terkadang juga haru, terutama bagi mereka yang baru merantau atau tinggal di sini. Padahal, jika mau jujur dan realistis, masih ada kota lain yang jauh lebih panas dibanding Semarang. Menghadapi cuaca dan kondisi ekonomi saat ini memang perlu strategi; tetap kreatif tanpa harus membuat diri sendiri burnout atau kelelahan. Tema Besar: Perempuan Berdaya Jika melihat cover yang kami sematkan di halaman ini, tebakanmu benar bahwa tema ...

Semarang Melawan Corona


Sejarah akan mencatat bagaimana dampak virus Corona atau COVID-19 atau Pneumonia Coronavirus Disease 2019 sangat berdampak pada banyak negara, termasuk Indonesia. Semarang sebagai salah satu kota besar juga tidak ingin tinggal diam. Bagaimana kota ini melawan Corona?

Pagi ini, semua tampak normal. Tak ada rasa khawatir seperti yang terjadi di media sosial. Roda sepeda yang kami kayuh sangat lancar dengan kondisi cuaca yang cerah.

Kami melintasi pemilik bengkel 24 jam yang ada di jalan sedang tertidur lelap di sofa yang terlihat empuk baginya. Lalu lintas yang sudah ramai lalu lalang.

Orang-orang yang bersemangat bersepeda seperti kami tanpa masker diwajah. Ibu-ibu dan perempuan muda yang tetap berbelanja di tukang sayur dan petugas kebersihan yang sudah rajin menyapu jalan.

Pemandangan yang normal seperti sebelum berita Corona menyebar ini rasanya terlalu aneh bila melihat media sosial yang membuat rasa khawatir jadi berlebihan. Apakah ini karena Semarang mendapatkan kota wisata terbersih atau memang kesadaran masyarakat yang tinggi?

Situs siagacorona.semarangkota.go.id

Roda ban sepeda kami mengarah ke jembatan Citarum. Kami pikir tidak akan menemukan himbauan atau informasi tentang Corona yang dilakukan Pemerintah Kota.


Syukurlah pikiran itu berhenti ketika melintas sebelum jembatan. Baliho besar dengan wajah Mas Hendi, Wali Kota Semarang yang dibuat konsep komik, terlihat dengan warna merah mendominasi. Tulisannya mudah dibaca 'Kenali & Cegah Virus Corona COVID-19'.

Saat melihat informasi dikemas di dalam baliho, mata kami tertuju pada situs siagacorona.semarangkota.go,id. Kami sudah mengeceknya dan berfungsi dengan baik semua info yang dibuat sesederhana tersebut.

Mulai dari telepon darurat, info seputar COVID-19, data ODP & PDP, jadwal penyemprotan Disinfektan, hingga rujukan pasien. Dan masih banyak lagi.

Bahkan situs siagacorona Pemkot Semarang sudah terhubung dengan situs pusat (covid19.go.id) dan Jawa Tengah (corona.jatengprov.go.id).

Penyemprotan Disinfektan Massal

Pemerintah Kota Semarang lewat Dinas Kesehatan juga tidak tinggal diam dengan apa yang terjadi. Kami baru mengetahui bahwa Dinkes Kota Semarang melakukan penyemprotan Disinfektan Massal.



Bahkan di dalam situs siagacorona ditaruh jadwal penyemprotan. Beberapa penyelenggaranya diantaranya selain Dinkes adalah Relawan, TNI, Dinas Pertanian, Pramuka, BPBD. Kota Lama bahkan berada diurutan pertama yang dilakukan penyemprotan pada tanggal 15 Maret 2020.

#bergerakbersamalawancorona

Bila baliho yang kami lihat merupakan salah satu cara Semarang melawan Corona lewat offline, termasuk penyemprotan, maka tagar #bergerakbersamalawancorona adalah cara melawan lewat online, maksud kami media sosial.

Kampanye yang dilakukan dengan tagar ini memang kebanyakan didengungkan akun pemerintahan, tapi kami tetap berharap perlawanan ini dapat menyentuh pengguna media sosial lainnya.

Tantangan terbesarnya adalah bagaimana meluruskan berita-berita hoax. Mas Hendi, sebagai salah satu influencer besar di Kota Semaran (karena beliau juga Wali Kota) mau tidak mau terus bekerja keras memberi edukasi lewat media sosial pribadinya.

Tidak mudah, tapi kami yakin bisa melewatinya

Akhirnya roda sepeda kami mulai berjalan pelan karena sudah dekat rumah. Tubuh kami berkeringat dan ini merupakan bagian dari cara kami mencoba tetap tangguh saat melawan Corona. Olahraga, makan-makanan yang sehat adalah bagian penting saat ini untuk tetap kebal (imun) saat ini.

Dengan ini juga berarti tulisan di halaman ini berakhir. Memang tidak mudah melawan Corona, tapi kami yakin upaya Pemerintah seperti yang ada di atas, masyarakat, dan semua pihak akan mampu melewati ini semua.

Benar-benar harus bekerja keras dan saling bahu membahu bekerja sama, terutama mengedukasi masyarakat lebih luas lagi.

*Tentu masih banyak upaya yang terus dilakukan, kami hanya membawa sedikit saja yang kami lihat di jalan. 

Artikel terkait :

Comments

  1. Semoga Corona segera berakhir, tentunya dengan kesadaran masyarakat untuk tetap berdiam diri di rumah serta menjaga kesehatan tubuh dengan memperbanyak makan buah dan sayur.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

☕ Mencicipi Coco Latte: Saat Hydro Coco dan Anomali Coffee "Salaman" di Pelataran MAJT

📌 Agenda Kota Semarang Bulan April 2026

🏥 Menjelajahi Lantai 3 Cardea Semarang: Zona 'Recovery' yang Naik Kelas

♻️ Jangan Dibuang! Jejak Karbon di Balik Kotak Nasi Buka Puasa Masjid Agung Jawa Tengah

📱 Dilema Android Lawas di Tahun 2026: Mengapa Versi OS Kini Lebih Penting daripada Sekadar Merek Hape