Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juni 2026

Image
Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...

Review Film Milly & Mamet


Kabar baik awal tahun datang juga dari Kofindo, kami memiliki konten ulasan film kali ini setelah terakhir kami membawa film Aruna di bulan Oktober. Milly dan Mamet, film dengan suguhan drama rumah tangga yang dikemas genre komedi yang menyegarkan.

Rilis tanggal 20 Desember 2018, film arahan sutradara Ernest Prakasa yang juga turut bermain ini berdurasi 101 menit. Dari kategori penonton, film ini membatasi hanya sampai remaja (13+). Di bawah kategori tersebut, sebaiknya memikirkan lagi bila ingin mengajak.

Nostalgia film Ada Apa Dengan Cinta

Pengembangan cerita dari film AADC bisa dikatakan sebuah strategi jitu dalam menarik antusias. Mungkin AADC berikutnya akan lebih spesial semisal melanjutkan kepopuleran film yang dikenal dengan karakter Cinta dan Rangga.

Awal film dimulai, semua karakter hadir. Kecuali Nicholas Saputra. Momen reuni SMA adalah cerita yang mempengaruhi rentetan tiap waktu yang dibuat cepat. Ya, Milly dan Mamet menemukan kisah asmaranya dalam sebuah situasi dan akhirnya mereka tahu-tahu sudah memiliki bayi.

Kehidupan rumah tangga

Melihat pasangan muda yang baru memiliki bayi memang menyenangkan. Milly dan Mamet adalah pasangan yang disimbolkan di sini.

Tampak bahagia di awal, gemesnya si bayi hingga kepolosan si pengurus bayi dikemas dengan drama ala komedi. Andai kehidupan bisa menyenangkan begini, tentu semua ingin sama.

Pekerjaan yang tidak sesuai passion

Mamet mendapatkan sebuah pekerjaan yang besar di pabrik milik ayah Milly. Mungkin itulah untungnya memiliki istri orang kaya dalam benak kami.

Saat tampak serius dengan pabrik, beberapa wajah Komika hadir di sana. Termasuk Ernest. Bisa ditebak bagaimana guyonan mereka yang membuat penonton tampak tertawa lepas tiap adegean di sini.

Roy Marten, yang berperan sebagai Ayah Milly sebenarnya memiliki karakter baik. Namun konflik yang datang membuat situasi Mamet untuk pergi. Mamet memang dalam film ini diceritakan sebagai pria yang pintar memasak.

Strategi influencer

Maka tak heran, kehadiran beberapa karakter baru yang tujuannya menghidupkan cerita mampu memberi perbedaan. Julie Estelle salah satunya yang membawa Mamet akhirnya terjun dalam bisnis kuliner.

Bagi penonton yang memiliki bisnis, tips yang dihadirkan dalam film untuk membawa influencer atau orang berpengaruh mencoba produk kita sangat rekomendasi untuk dicoba.

Banyak hal yang berhubungan dengan Internet dimasukkan dalam skenario. Kekuatan kecepatan media sosial juga mudah untuk dipahami di sini.

Money laundry

Keputusan untuk keluar dari bisnis karena ada kejahatan yang berhubungan dengan pencucian uang menjatuhkan harapan kami bahwa Mamet akan sukses dengan bisnisnya.

Tak apalah, karena Milly dan Mamet memutuskan bisnis kuliner tetap berjalan meski hanya di rumah. Sosok Melly Goeslow juga menarik diperhatikan dalam film.

Anjing Isyana

Harapan terhadap Isyana Sarasvati yang tampil dengan kecantikannya dan suaranya sepertinya harus dikubur dalam-dalam. Entah bagaimana Ernest membujuknya, tiap bagian Isyana, penonton dan kami selalu terhibur karena kepolosannya.

Akhir bahagia

Kisah asmara tidak melulu hadir dari Milly & Mamet, ada Julie dengan pacar gantengnya dan tajir memberikan warna tersendiri.

Menutup postingan ini, semua cerita pada akhirnya berakhir bahagia. Kami sarankan untuk mengajak teman-teman satu gank atau keluarga bila ingin menyaksikan film ini. Karena keseruannya akan lebih besar bila bersama-sama.

Bonus

Semarang jadi kota pertama dalam aktivitas roadshow film yang dihadiri para pemain filmnya. Kami tentu sangat suka dengan pengalaman ini.

Ernest yang beberapa tahun belakangan mampu mengungguli Raditya Dika dalam karya film, maka tak salah jika film ini diprediksi mendapat lebih dari 1 juta penonton.

Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Comments

Popular posts from this blog

📱 Hari Media Sosial 2026: Antara FOMO Mal 23 & Gramedia Jalma, Serta Gagapnya Manajemen Krisis Digital

🏃‍♂️ Catatan Hari Kedua The Spark of Healthy Life 2026: Mengulas Cedera Olahraga Bersama Para Ahli

⚽️ Berburu Lokasi Nobar Resmi Piala Dunia 2026 di Kota Semarang: Siasat Hotel "Ganti Baju" hingga Markas Instansi

🎡 Agenda Jateng Fair 2026: Kembali Hadir 10 Hari dengan Tiket Masuk Gratis, Apa yang Baru?

🚲 Gowes ke Mal 23 Semarang: Di Mana Tempat Parkir Sepedanya?