Memasuki bulan April yang jatuh pada hari Rabu, suasana Semarang biasanya mulai bertransisi. Jika Maret lalu kita khusyuk dengan momen Ramadan dan Idulfitri, bulan ini kota ini terasa kembali bergairah dengan deretan acara yang lebih "berwarna". Hari ini cuaca Kota Semarang terpantau cerah. Entah apakah ini pertanda bahwa musim hujan telah berakhir dan Semarang kembali ke "setelan awal"—yang katanya, tiap orang yang tinggal di sini punya matahari sendiri-sendiri saking panasnya. Suara-suara tentang panasnya Semarang terdengar seru namun terkadang juga haru, terutama bagi mereka yang baru merantau atau tinggal di sini. Padahal, jika mau jujur dan realistis, masih ada kota lain yang jauh lebih panas dibanding Semarang. Menghadapi cuaca dan kondisi ekonomi saat ini memang perlu strategi; tetap kreatif tanpa harus membuat diri sendiri burnout atau kelelahan. Tema Besar: Perempuan Berdaya Jika melihat cover yang kami sematkan di halaman ini, tebakanmu benar bahwa tema ...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Ikon Baru Wisata Semarang: Bridge Fountain, Air Mancur Menari
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Semarang kembali menghadirkan sensasi yang tujuannya menarik wisatawan untuk datang ke Ibu Kota Jawa Tengah ini. Semarang Bridge Fountain berada di kawasan Banjir Kanal Barat dan resmi diperkenalkan pada saat malam tahun baru 2019.
Kabar baik pastinya. Apalagi awal tahun ini. Air mancur menari Bridge Fountain di Jembatan Sungai Banjir Kanal Barat (BKB) Semarang diharapkan menjadi andalan wisata baru Semarang.
Saat grand opening, sebenarnya kami ingin melihat langsung. Sayang kondisinya buat kami tidak memungkinkan pada tanggal 31 Desember 2018.
Pagi hari
Semenjak Semarang masuk dalam jajaran kota Metropolitan, informasi semacam ini pasti menarik perhatian. Maka tak heran, media lokal hingga nasional dan bahkan media sosial membicarakan Semarang Bridge Fountain.
Sekarang giliran kami yang penasaran seperti apa kondisinya saat pagi hari. Minggu (6/1/2019), saat berlangsung Car Free Day (CFD) kami mendatangi kawasan air mancur menari ini.
Ada dua landmark yang dibuat dengan tulisan Semarang Bridge Fountain, seperti gambar di bawah ini. Lalu, alat yang digunakan saat air mancur warna-warni ini beroperasi yang saat ini sementara dijadwalkan hanya hari Jumat dan Sabtu.
Jadwal Semarang Bridge Fountain
Seperti kami sebut sebelumnya, saat ini jadwalnya masih dua kali dalam seminggu. Entah, ke depan apakah akan ada penambahan lagi. Pokoknya jangan melihat saat di luar hari dan jamnya.
Jumat - 19.30 wib sampai 20.00 dan 21.00 - 21.30 wib.
Sabtu - 19.30 sampai 20.00 dan 21.00 - 21.30 wib.
Video Semarang Bridge Fountain
Platform Youtube sudah sangat banyak menampilkan video air mancur menari ini. Kami membawa video dari kanal youtube CNN Indonesia yang berdurasi 1 menit lebih.
..
Dalam pengerjaannya, mengutip dari situs suaramerdeka.com (1/1/2019), pembuatan bridge fountain ini menelan anggaran sebesar 17 milyar dari APBD. Maka tak heran ini menjadi harapan besar untuk mendatangkan wisatawan datang ke Semarang.
Sebagai warga Semarang, tentu ini sebuah kebanggaan dari kota tercinta.
Entah sejak kapan merek minuman yang sangat kuat branding -nya dengan air kelapa ini punya varian rasa kopi. Kami sendiri sedikit kaget, namun yang lebih menarik lagi, kami justru merasakannya langsung di lokasi yang tidak biasa, yaitu di pelataran Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Penasaran? Ikuti cerita kami. Sabtu sore (28/2), usai mengikuti agenda di sana, kami menyempatkan diri menunggu waktu berbuka di pelataran depan bangunan utama masjid. Suasana sore yang cerah membuat area ini sangat ramai oleh warga yang ngabuburit. Jika cuaca sedang bersahabat dan tidak hujan, menunggu azan Maghrib di sini memang sangat kami rekomendasikan. Apalagi, pihak MAJT juga biasanya menyediakan menu berbuka puasa secara cuma-cuma bagi jamaah. Kejutan dari Hydro Coco Jika pada Ramadan tahun lalu kami sempat melihat aktivitas merek air mineral yang cukup masif mencuri panggung perhatian di sini, kali ini giliran Hydro Coco. Meski skalanya tidak sebesar itu dan lebih fokus pada aktivasi booth pe...
Memasuki bulan April yang jatuh pada hari Rabu, suasana Semarang biasanya mulai bertransisi. Jika Maret lalu kita khusyuk dengan momen Ramadan dan Idulfitri, bulan ini kota ini terasa kembali bergairah dengan deretan acara yang lebih "berwarna". Hari ini cuaca Kota Semarang terpantau cerah. Entah apakah ini pertanda bahwa musim hujan telah berakhir dan Semarang kembali ke "setelan awal"—yang katanya, tiap orang yang tinggal di sini punya matahari sendiri-sendiri saking panasnya. Suara-suara tentang panasnya Semarang terdengar seru namun terkadang juga haru, terutama bagi mereka yang baru merantau atau tinggal di sini. Padahal, jika mau jujur dan realistis, masih ada kota lain yang jauh lebih panas dibanding Semarang. Menghadapi cuaca dan kondisi ekonomi saat ini memang perlu strategi; tetap kreatif tanpa harus membuat diri sendiri burnout atau kelelahan. Tema Besar: Perempuan Berdaya Jika melihat cover yang kami sematkan di halaman ini, tebakanmu benar bahwa tema ...
Setelah puas mengintip lantai 2 Cardea Semarang , rombongan segera beranjak naik ke lantai 3. Secara sekilas, tata ruangnya tak jauh berbeda dengan lantai sebelumnya. Mulai dari fasilitas toilet yang bersih hingga deretan loker penyimpanan sebelum masuk ke area utama masih bisa kami temukan di sini. Namun, ada satu perbedaan mencolok yang langsung tertangkap mata. Lantai 3 ini terasa lebih privat dan spesifik. Jika di lantai bawah area utamanya dipenuhi berbagai alat pendukung medis, di lantai 3 ini atmosfernya lebih tenang—sebuah zona yang nampaknya akan menjadi incaran banyak orang: Physio Room . Detail yang Fungsional Saat melangkah masuk, perhatian kami tertuju pada deretan ruangan menyerupai kamar dengan papan nama yang estetik di tiap pintunya. Salah satu yang paling menarik adalah Physio Room 1 . Pintunya menggunakan material kayu dengan warna hangat, lengkap dengan indikator ketersediaan ( Vacant/Occupied ) yang rapi. Detail kecil ini menunjukkan betapa privasi dan kenyamanan p...
Apa yang terlintas di benak Anda melihat tumpukan tempat sampah yang menggunung selesai waktu berbuka? Isinya didominasi kotak-kotak makan plastik yang dibuang begitu saja. Membayangkan jumlahnya yang mencapai ratusan setiap hari, apalagi selama 30 hari penuh di bulan Ramadan, tentu volumenya sangat luar biasa. Bukankah lebih bijak jika wadah tersebut dibawa pulang ketimbang sekadar menumpuk di tempat pembuangan? Tumpukan kotak makan ini mendadak memberi kami inspirasi untuk bahan tulisan di blog dotsemarang . Kebetulan, tahun ini sebagian besar waktu berbuka puasa kami habiskan di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Namun tenang, kami hadir bukan semata karena menu buka puasanya, melainkan karena program " Kurma " (Kajian Unik Ramadan di MAJT) yang sudah kami ulas sebelumnya. Sebuah program talkshow yang kaya akan pengetahuan. Mengenal Wadah Thinwall: Bukan Sekadar Plastik Biasa Pesan utama yang ingin kami sampaikan adalah: Jangan dibuang, kalau bisa dibawa pulang. Kami sendir...
Kami tak pernah membayangkan sebelumnya jika bergantinya perangkat harian yang biasa kami gunakan akan berdampak begitu besar pada kebutuhan krusial. Terutama yang berhubungan dengan aplikasi dompet digital. Ternyata, efeknya sedahsyat itu hanya karena kami beralih ke hape dengan Operating System (OS) yang kurang update . Semenjak smartphone kebanggaan kami, ASUS Zenfone 5, resmi dipensiunkan awal tahun ini, keinginan untuk memiliki perangkat pengganti memang sangat tinggi. Maklum, sebagian besar aktivitas pekerjaan kami bertumpu pada handphone . Kami sangat butuh "senjata" baru agar produktivitas tidak terganggu. Namun, saking semangatnya, kami sempat abai pada satu detail teknis yang sangat penting. Kami seolah terbutakan keadaan. Saat ada rekan bola yang menawarkan bantuan dengan meminjamkan hapenya untuk dipakai, kami langsung mengiyakan tanpa pikir panjang. Solidaritas di Tengah Keterbatasan Awalnya, komunikasi ini terjalin sesama rekan bola. Mengingat kondisi keuangan ...
Comments
Post a Comment