Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juni 2026

Image
Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...

4 Industri Kota Semarang Ini Jadi Tujuan Tur Jalur Rempah 2023

Kami sangat senang bisa menghabiskan akhir pekan kemarin mengikuti kegiatan bertajuk tur di acara 'Jalur Rempah Tour 2023' yang merupakan bagian dari event Semarang Bercerita. Dua tempatnya sangat familiar dan bahkan, jadi tujuan wisata. Penasaran?

Harapan kami akhirnya terealisasi tahun ini yang sepanjang tahun menginginkan kegiatan famtrip yang biasa dilakukan Disporapar Jawa Tengah atau Disbudpar Kabupaten Semarang tiap tahun.

Program pemasaran wisata mereka memang tetap jalan, khususnya Disporapar, hanya saja segmen pesertanya berbeda. Padahal kami ingin memperbarui konten yang pernah kami ikuti tiap kegiatannya.

Jejak Jalur Rempah di Kota Semarang

Mendengar jalur rempah sebenarnya sudah beberapa tahun lalu kami mengetahuinya. Namun awal bulan ini dari tanggal 2-10 Desember, jalur rempah dibuatkan acara sangat besar di Kota Lama. Tempat acaraya di Gedung Oudetrap.

Kota Semarang pada abad ke-17, dianggap pernah menjadi pusat perdagangan untuk rempah-rempah yang tak terlepas dari keberadaan pelabuhan yang ada saat itu. 

Bahkan, abad ke-15 pernah ditulis sebagai awal jalur rempah dengan datangnya utusan Kaisar Cina bernama Zheng He atau Laksamana Cheng Ho.

4 tempat tujuan kunjungan

Secara detail, kami sementara tidak memasukan dulu informasinya (jalur rempah). Toh, sudah banyak informasi yang bila dicari di internet sudah tersedia sangat lengkap. Kami ingin fokus ke tur yang kami ikuti dulu saja. Soalnya artikelnya sudah kepanjangan. 😅

Usai mendapatkan pengarahan di gedung Oudetrap, hari Sabtu pagi (9/12), kegiatan yang mirip famtrip ini dimulai. Bedanya tur dan famtrip kali ini adalah tujuannya saja. Jika famtrip untuk promosi wisata, tur kali ini hanya kunjungan yang sangat bermanfaat bagi para pesertanya sendiri.

Ada 4 tempat tujuan kunjungan yang kami tulis sebagai industri yang berhubungan dengan rempah-rempah. Jadi bukan bahwa ini adalah jalur rempahnya yang ada di Kota Semarang secara khusus. Keempatnya adalah :

  1. Pabrik Rokok Praoe Lajar
  2. Pabrik Oemah Herborist 
  3. Workshop Jamu (Kampung Jamu Wonolopo)
  4. Kebun Cengkeh Zanzibar

Pabrik Rokok Praoe Lajar tidak asing buat kami yang sebelumnya pernah melakukan kunjungan juga. Di sini, jadi pengalaman sangat berharga buat peserta yang belum pernah sama sekali menengok secara langsung dalaman pabrik dan aktivitasnya.

Apakah tembakau juga bagian dari rempah-rempah? Tembakau jadi bagian penting dalam industri kretek di sini. Apalagi ada bahan-bahan lainnya yang merupakan sausnya untuk digunakan dalam proses pembuatan.

Perjalanan kemudian dilanjutkan setelah berfoto bersama di depan pabrik. Karena Pabrik Oemah Herborist lokasinya agak jauh, kami dan peserta lainnya menaiki mini bus yang sudah disediakan panitia.

Kami disambut dengan hangat di PT Victoria Care, tempat Oemah Herborist. Sama seperti di Praoe Lajar, peserta diajak melihat secara langsung dalamannya. Termasuk tempat proses pengerjaannya yang dimana peserta harus memakai pakaian khusus ala kedokteran.

Beruntung Kota Semarang selama kegiatan cuacanya sangat mendukung (cerah). Perjalanan kami yang begitu lancar dilanjut ke Kampung tematik Wonolopo. Di sini tidak ada pabrik, tapi kami akan melihat lebih dekat bagaimana proses pembuatan jamu.

Ada Pak Supriyanto yang memberi workhshop pembuatan jamu. Cerita perjalanan karirnya cukup menarik perhatian kami yang sebelumnya pernah bekerja ala kantoran lebih 22 tahun. Namun kemudian memutuskan keluar dan beralih profesi sebagai pembuat jamu.

Ada banyak bahan-bahan yang dipakai dalam pembuatan jamu dan berhubungan dengan rempah-rempah. Selain melihat langsung cara membuat, kami juga diajak melihat lokasi pembibitan bahan-bahan jamu.

Tempat terakhir adalah Kebun Cengkeh Zanzibar. Lokasinya lebih jauh lagi karena menanjak ke arah kaki Gunung Ungaran. 

Seharusnya kami mendapatkan tur pengalaman di perkembunan cengkeh di sini. Namun itu tidak terjadi karena ada komunikasi yang tidak tersampaikan secara penuh. Meski begitu, kami dan peserta lain tetap mendapatkan informasi dari pengurusnya di sana.

Beruntung, pemandangan alamnya yang indah dapat memanjakan mata kami yang sepanjang perjalanan hanya bertemu dengan produk dan pabrik.

...

Tur Jejak Jalur Rempah di Kota Semarang akhirnya berakhir. Semua orang kembali ke Kota Lama yang saat itu sangat ramai oleh masyarakat yang melihat pameran rempah di gedung Oudetrap.

Perjalanan yang kami tulis di halaman ini memang tidak kami tulis lebih detail. Kami sengaja, karena rencananya mau dibuatkan satu persatu nantinya asal waktu dan moodnya mendukung.

Semoga kegiatan seperti ini kembali lagi dilaksanakan tahun depan. Sesekali mengikuti kegiatan ala famtrip di Kota sendiri (Semarang), meski familiar tetap saja butuh info terbaru agar dapat melengkapi yang sebelumnya. 

Terima kasih panitia dan rekan-rekan yang turut mengikuti kegiatan.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📱 Hari Media Sosial 2026: Antara FOMO Mal 23 & Gramedia Jalma, Serta Gagapnya Manajemen Krisis Digital

🏃‍♂️ Catatan Hari Kedua The Spark of Healthy Life 2026: Mengulas Cedera Olahraga Bersama Para Ahli

⚽️ Berburu Lokasi Nobar Resmi Piala Dunia 2026 di Kota Semarang: Siasat Hotel "Ganti Baju" hingga Markas Instansi

🎡 Agenda Jateng Fair 2026: Kembali Hadir 10 Hari dengan Tiket Masuk Gratis, Apa yang Baru?

🚲 Gowes ke Mal 23 Semarang: Di Mana Tempat Parkir Sepedanya?