Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juni 2026

Image
Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...

Live In di Hotel, Cara Disporapar Promosikan Aset Milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah


Meski masih berhubungan dengan lokasi wisata, kali ini Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah melakukan fokus promosi pada salah satu aset yang dimiliki Pemprov,  yaitu Hotel Garuda Kopeng.

Kami kembali mengikuti kegiatan promosi dengan tujuannya adalah Kabupaten Semarang. Tepatnya Kopeng, sebuah desa yang berada di Kecamatan Getasan dan berada di lereng Gunung Merbabu. Karena berada di sini, lereng gunung, hawanya benar-benar dingin.

Berangkat hari Kamis pagi (20/2) yang ditemani gerimis, kegiatan promosi ini dilaksanakan selama 2 hari. Itu artinya kami menginap di Kopeng, dan Jumatnya (21/2) sudah pulang.

Live in di Hotel

Kegiatan kali ini, Disporapar bukan saja mengajak media dan bloger, namun juga para pegiat media sosial, Genpi Solo, Asosiasi Pengusaha Wisata, Praktisi, mahasiswa dan lainnya.


Ada 3 tagar yang digunakan selama kegiatan dan seterusnya, yaitu
  • #LiveInSemarang
  • #JatengGayeng
  • #VisitJateng
Fokus lebih banyak, kami sarankan ke #LiveInSemarang bila mencari kegiatan ini di media sosial karena dua tagar lainnya sudah sering digunakan untuk kampanye lain.

Kegiatan Live in di Hotel yang mengajak peserta menginap ini tentu saja akan dilakukan semua hotel yang dikelola Pemprov. Hingga tulisan ini kami buat, hotel yang belum dipromosikan adalah yang berada di Tawangmangu dan Karimunjawa.

Ada 4 hotel

Check in hotel

Kami baru mengetahui jika Pemprov Jateng memiliki aset yang berpotensi yang berhubungan dengan pariwisata. Ada 4 hotel yang dikelola, mulai dari hotel yang berada di Baturraden, Kopeng, Tawangmangu dan Karimun Jawa.

Untuk hotel di Baturraden, sudah dilakukan kegiatan promosi sebelumnya yang tidak kami ikuti. Dan caranya pun sama seperti yang dilakukan di Kopeng.

Untuk Kopeng, yang sudah kami ceritakan di awal, hotel ini berada di jalan Getasan, Kopeng atau jalan Raya Salatiga - Semarang KM 14, Kabupaten Semarang.

Hotel Garuda yang didominasi warna orange ini sekilas mirip wisma, jadi jangan berharap hotel ini bertingkat hingga lantai 8. Ditunggu saja untuk ulasannya.

Paket wisata

Kegiatan malam hari

Bila pegiat dan pengguna media sosial lebih fokus pada konten pengalaman mereka yang disebarluaskan lewat medsos, pelaku wisata, maksud kami semacam asosiasi seperti ASITA, agen travel, ASPPI, PPW, IBTC (Inbound Tourism Community) lebih diharapkan dapat membuat paket wisata.

Kehadiran mereka sangat penting untuk membantu mempromosikan kepada wisatawan lokal maupun mancanegara dengan paket-paket yang ditawarkan secara menarik.

Jelajah wisata sekitar hotel

Meski memiliki kepentingan yang berbeda-beda, semua peserta yang mengikuti diajak menjelajah tempat-tempat wisata yang berada disekitar hotel.


Hari pertama kami tiba, setelah menaruh tas, kami diajak menaiki Jip menuju Gunung Telomoyo. Kami tak menyangka, jip yang ditumpangi peserta membawa kami menuju puncak gunung Telomoyo. Sebuah pengalaman tentunya menaiki gunung dengan menerabas hutan dan kabut tebal saat mendekati puncak.

Selama perjalanan, kita dapat melihat banyak pemandangan indah dari ketinggian. Gunung Telomoyo sendiri memiliki ketinggian 1.894 m dpl dan menurut Wikipedia, merupakan gunung api yang berbentuk strato tetapi belum pernah tercatat meletus.

Sedangkan malam harinya, peserta disuguhi Tarian Soreng yang sekaligus membuka acara ramah tamah yang dihadiri perwakilan asosiasi PHRI, penggiat wisata lokal dan sambutan dari dinas yang diwakili Pak Cahyo Danu, selaku Kepala Seksi Pengembangan Usaha Pariwisata.

Dan menutup rangkaian kegiatan di hari kedua, peserta diajak menjelajah Taman Nasional Gunung Merbabu di hutan pinus Kragilan, dan Ketep Pass. Oh ya, pagi sebelumnya, kami diajak berkunjung ke desa Menari. Desa yang sudah pernah kami kunjungi sebelumnya.

...

Tahun ini, Disporapar Jawa Tengah mentargetkan kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 2 juta kunjungan. Diharapkan kegiatan promosi seperti yang dilakukan ini dapat menarik perhatian.

Tentu saja, dampak kunjungan ke hotel yang dikelola Pemprov juga meningkat. Sebagian foto yang kami taruh di halaman ini adalah milik peserta kegiatan Live in di Hotel Kopeng.



Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📱 Hari Media Sosial 2026: Antara FOMO Mal 23 & Gramedia Jalma, Serta Gagapnya Manajemen Krisis Digital

🏃‍♂️ Catatan Hari Kedua The Spark of Healthy Life 2026: Mengulas Cedera Olahraga Bersama Para Ahli

⚽️ Berburu Lokasi Nobar Resmi Piala Dunia 2026 di Kota Semarang: Siasat Hotel "Ganti Baju" hingga Markas Instansi

🎡 Agenda Jateng Fair 2026: Kembali Hadir 10 Hari dengan Tiket Masuk Gratis, Apa yang Baru?

🚲 Gowes ke Mal 23 Semarang: Di Mana Tempat Parkir Sepedanya?