Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan April 2026

Image
Memasuki bulan April yang jatuh pada hari Rabu, suasana Semarang biasanya mulai bertransisi. Jika Maret lalu kita khusyuk dengan momen Ramadan dan Idulfitri, bulan ini kota ini terasa kembali bergairah dengan deretan acara yang lebih "berwarna". Hari ini cuaca Kota Semarang terpantau cerah. Entah apakah ini pertanda bahwa musim hujan telah berakhir dan Semarang kembali ke "setelan awal"—yang katanya, tiap orang yang tinggal di sini punya matahari sendiri-sendiri saking panasnya. Suara-suara tentang panasnya Semarang terdengar seru namun terkadang juga haru, terutama bagi mereka yang baru merantau atau tinggal di sini. Padahal, jika mau jujur dan realistis, masih ada kota lain yang jauh lebih panas dibanding Semarang. Menghadapi cuaca dan kondisi ekonomi saat ini memang perlu strategi; tetap kreatif tanpa harus membuat diri sendiri burnout atau kelelahan. Tema Besar: Perempuan Berdaya Jika melihat cover yang kami sematkan di halaman ini, tebakanmu benar bahwa tema ...

Live In di Hotel, Cara Disporapar Promosikan Aset Milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah


Meski masih berhubungan dengan lokasi wisata, kali ini Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah melakukan fokus promosi pada salah satu aset yang dimiliki Pemprov,  yaitu Hotel Garuda Kopeng.

Kami kembali mengikuti kegiatan promosi dengan tujuannya adalah Kabupaten Semarang. Tepatnya Kopeng, sebuah desa yang berada di Kecamatan Getasan dan berada di lereng Gunung Merbabu. Karena berada di sini, lereng gunung, hawanya benar-benar dingin.

Berangkat hari Kamis pagi (20/2) yang ditemani gerimis, kegiatan promosi ini dilaksanakan selama 2 hari. Itu artinya kami menginap di Kopeng, dan Jumatnya (21/2) sudah pulang.

Live in di Hotel

Kegiatan kali ini, Disporapar bukan saja mengajak media dan bloger, namun juga para pegiat media sosial, Genpi Solo, Asosiasi Pengusaha Wisata, Praktisi, mahasiswa dan lainnya.


Ada 3 tagar yang digunakan selama kegiatan dan seterusnya, yaitu
  • #LiveInSemarang
  • #JatengGayeng
  • #VisitJateng
Fokus lebih banyak, kami sarankan ke #LiveInSemarang bila mencari kegiatan ini di media sosial karena dua tagar lainnya sudah sering digunakan untuk kampanye lain.

Kegiatan Live in di Hotel yang mengajak peserta menginap ini tentu saja akan dilakukan semua hotel yang dikelola Pemprov. Hingga tulisan ini kami buat, hotel yang belum dipromosikan adalah yang berada di Tawangmangu dan Karimunjawa.

Ada 4 hotel

Check in hotel

Kami baru mengetahui jika Pemprov Jateng memiliki aset yang berpotensi yang berhubungan dengan pariwisata. Ada 4 hotel yang dikelola, mulai dari hotel yang berada di Baturraden, Kopeng, Tawangmangu dan Karimun Jawa.

Untuk hotel di Baturraden, sudah dilakukan kegiatan promosi sebelumnya yang tidak kami ikuti. Dan caranya pun sama seperti yang dilakukan di Kopeng.

Untuk Kopeng, yang sudah kami ceritakan di awal, hotel ini berada di jalan Getasan, Kopeng atau jalan Raya Salatiga - Semarang KM 14, Kabupaten Semarang.

Hotel Garuda yang didominasi warna orange ini sekilas mirip wisma, jadi jangan berharap hotel ini bertingkat hingga lantai 8. Ditunggu saja untuk ulasannya.

Paket wisata

Kegiatan malam hari

Bila pegiat dan pengguna media sosial lebih fokus pada konten pengalaman mereka yang disebarluaskan lewat medsos, pelaku wisata, maksud kami semacam asosiasi seperti ASITA, agen travel, ASPPI, PPW, IBTC (Inbound Tourism Community) lebih diharapkan dapat membuat paket wisata.

Kehadiran mereka sangat penting untuk membantu mempromosikan kepada wisatawan lokal maupun mancanegara dengan paket-paket yang ditawarkan secara menarik.

Jelajah wisata sekitar hotel

Meski memiliki kepentingan yang berbeda-beda, semua peserta yang mengikuti diajak menjelajah tempat-tempat wisata yang berada disekitar hotel.


Hari pertama kami tiba, setelah menaruh tas, kami diajak menaiki Jip menuju Gunung Telomoyo. Kami tak menyangka, jip yang ditumpangi peserta membawa kami menuju puncak gunung Telomoyo. Sebuah pengalaman tentunya menaiki gunung dengan menerabas hutan dan kabut tebal saat mendekati puncak.

Selama perjalanan, kita dapat melihat banyak pemandangan indah dari ketinggian. Gunung Telomoyo sendiri memiliki ketinggian 1.894 m dpl dan menurut Wikipedia, merupakan gunung api yang berbentuk strato tetapi belum pernah tercatat meletus.

Sedangkan malam harinya, peserta disuguhi Tarian Soreng yang sekaligus membuka acara ramah tamah yang dihadiri perwakilan asosiasi PHRI, penggiat wisata lokal dan sambutan dari dinas yang diwakili Pak Cahyo Danu, selaku Kepala Seksi Pengembangan Usaha Pariwisata.

Dan menutup rangkaian kegiatan di hari kedua, peserta diajak menjelajah Taman Nasional Gunung Merbabu di hutan pinus Kragilan, dan Ketep Pass. Oh ya, pagi sebelumnya, kami diajak berkunjung ke desa Menari. Desa yang sudah pernah kami kunjungi sebelumnya.

...

Tahun ini, Disporapar Jawa Tengah mentargetkan kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 2 juta kunjungan. Diharapkan kegiatan promosi seperti yang dilakukan ini dapat menarik perhatian.

Tentu saja, dampak kunjungan ke hotel yang dikelola Pemprov juga meningkat. Sebagian foto yang kami taruh di halaman ini adalah milik peserta kegiatan Live in di Hotel Kopeng.



Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

☕ Mencicipi Coco Latte: Saat Hydro Coco dan Anomali Coffee "Salaman" di Pelataran MAJT

📌 Agenda Kota Semarang Bulan April 2026

🏥 Menjelajahi Lantai 3 Cardea Semarang: Zona 'Recovery' yang Naik Kelas

♻️ Jangan Dibuang! Jejak Karbon di Balik Kotak Nasi Buka Puasa Masjid Agung Jawa Tengah

📱 Dilema Android Lawas di Tahun 2026: Mengapa Versi OS Kini Lebih Penting daripada Sekadar Merek Hape