Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan April 2026

Image
Memasuki bulan April yang jatuh pada hari Rabu, suasana Semarang biasanya mulai bertransisi. Jika Maret lalu kita khusyuk dengan momen Ramadan dan Idulfitri, bulan ini kota ini terasa kembali bergairah dengan deretan acara yang lebih "berwarna". Hari ini cuaca Kota Semarang terpantau cerah. Entah apakah ini pertanda bahwa musim hujan telah berakhir dan Semarang kembali ke "setelan awal"—yang katanya, tiap orang yang tinggal di sini punya matahari sendiri-sendiri saking panasnya. Suara-suara tentang panasnya Semarang terdengar seru namun terkadang juga haru, terutama bagi mereka yang baru merantau atau tinggal di sini. Padahal, jika mau jujur dan realistis, masih ada kota lain yang jauh lebih panas dibanding Semarang. Menghadapi cuaca dan kondisi ekonomi saat ini memang perlu strategi; tetap kreatif tanpa harus membuat diri sendiri burnout atau kelelahan. Tema Besar: Perempuan Berdaya Jika melihat cover yang kami sematkan di halaman ini, tebakanmu benar bahwa tema ...

Akhirnya Berkunjung Ke Waroeng Kopi Alam yang Berlokasi di Singsosari Timur Semarang

Bulan Februari 2019, kami masih ingat, yaiyalah karena ada postingannya di blog 😅, adalah kunjungan kami pertama di Waroeng Kopi Alam yang masih berlokasi di kawasan Pecinan. Sekarang, sejak bulan Desember 2020, tempat ini punya lokasi baru.

Sebenarnya kami sudah pernah diberitahu lewat pesan WhatsApp, jika tempat mereka menghuni tempat baru. Yah, saat itu kami abaikan karena itu hanya sebuah pemberitahuan. Bukan sebuah undangan mampir datang.

Lebih dekat

Minggu pagi (28/11), akhirnya kami berkunjung karena sebuah alasan. Kami bertemu dengan pengelolanya di sana sambil menikmati hidangan bubur Ayam Hainan. 

Ada menu kopi klepon

Tempat yang cocok bila ingin berdebat atau sambil mengobrol yang ditemani sarapan pagi di sini. Nanti kami cerita tentang bubur dan segelas kopi yang nikmat.

Bila dilihat dari lokasinya, jaraknya tentu lebih dekat dengan kawasan Simpang Lima. Khususnya daerah peleburan yang notabene dihuni outlet-oulet kuliner dan pedangan kaki lima yang berlimpah. Strategi bagus untuk tempat usaha.

Lokasi yang nyaman dan tempat yang lebih luas

Bagi kami yang pernah berkunjung ke lokasi lama, tentu sangat merasakan perbedaan dengan lokasi yang sekarang. Jalan ke lokasi memang lebih rindang ketimbang dulu yang lebih banyak bangunan dan pasar pagi hari.

Aksesnya mudah, seperti kami yang melewati Simpang Bangkong menuju jalan Atmodirono lalu belok kiri ke jalan Singosari Timur. Setelah Halmahera Music School.

Seperti masuk sebuah perkampungan, Waroeng Kopi Alam berada di kiri jalan saat kami tiba. Apakah ini sebuah rumah dengan pagar besar yang akses masuknya bisa disusupi 2 kendaraan roda empat.

Pertama tiba, pandangan mata sudah terpampang kursi meja yang ditata sedemikian rupa. Ternyata di luar digunakan juga dengan atap yang menutupi, setidaknya saat hujan.

Ruang dalam, kami kurang tahu karena tidak sempat masuk ke dalam. Siapa tidak ingin duduk di tempat favorit di luar ruangan dengan udara pagi yang masih segar.

Di tempat duduk kami, ada akses ke dapur lewat pintu samping. Lalu, jendela besar yang memperlihatkan para pegawai yang bekerja membuat hidangan sampai meracik minuman.


Ide bagus menambahkan toilet di luar, jadi tidak perlu ke dalam

Pagi hari di sini tampak ramai. Mungkin karena hari Minggu, kebanyakan pelanggan yang datang bersama keluarga. Ini bukan lagi sekedar kedai kopi seperti dulu. Apalagi jam bukanya dari jam 7 pagi.

Cek official Instagram-nya di @warkop.alam.

Artikel terkait :

Comments