Favorit

πŸ“Œ Agenda Kota Semarang Bulan April 2026

Image
Memasuki bulan April yang jatuh pada hari Rabu, suasana Semarang biasanya mulai bertransisi. Jika Maret lalu kita khusyuk dengan momen Ramadan dan Idulfitri, bulan ini kota ini terasa kembali bergairah dengan deretan acara yang lebih "berwarna". Hari ini cuaca Kota Semarang terpantau cerah. Entah apakah ini pertanda bahwa musim hujan telah berakhir dan Semarang kembali ke "setelan awal"—yang katanya, tiap orang yang tinggal di sini punya matahari sendiri-sendiri saking panasnya. Suara-suara tentang panasnya Semarang terdengar seru namun terkadang juga haru, terutama bagi mereka yang baru merantau atau tinggal di sini. Padahal, jika mau jujur dan realistis, masih ada kota lain yang jauh lebih panas dibanding Semarang. Menghadapi cuaca dan kondisi ekonomi saat ini memang perlu strategi; tetap kreatif tanpa harus membuat diri sendiri burnout atau kelelahan. Tema Besar: Perempuan Berdaya Jika melihat cover yang kami sematkan di halaman ini, tebakanmu benar bahwa tema ...

ROG Berkolaborasi dengan Film Superhero Spider-Man™: No Way Home

Ya..ya... euforia film Spider-Man: No Way Home memang terasa banget di mana-mana ketimbang film Indonesia. Tidak heran ASUS ROG mengumumkan kolaborasi dengan Sony Pictures dengan mengenalkan ROG Strix G35. Laptop lagi?

Baru saja mempublish laptop, ASUS sudah mengirimkan lagi rilisnya kemarin (21/12). Karena sangat menarik, kami pun tak menyia-nyiakan kesempatan untuk membawanya ke blog yang kamu baca sekarang.

ROG dekat dengan Pop Culture

Pop culture atau budaya populer bagi ASUS, khususnya gaming, sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan menurut  Jimmy Lin, ASUS Regional Director Southeast Asia.

Gaming bukan lagi merupakan sebuah kegiatan semata, tetapi telah menjadi bagian dari pop culture dunia. Kolaborasi kali ini menegaskan bahwa ROG yang merupakan brand gaming ternama dunia tidak bisa dipisahkan dari pop culture.”

ROG tidak hanya dirancang untuk gamer, tetapi juga para kawula muda yang tertarik dengan teknologi, sains, dan pop culture seperti halnya Peter Parker dalam film Spider-Man™: No Way Home.”

ROG Strix G35, hmm..ternyata

Adalah gaming desktop PC. Kalau kamu menebak laptop, sudah pasti salah. Lama tidak menulis tentang desktop PC, terakhir kali bulan Juli 2020. Lamaa.. juga ternyata. πŸ˜…

Jadi, karena film Spider-Man: No Way Home punya desain yang sangat unik dan futuristik, ASUS mengenalkan ROG Strix G35 yang dianggap selaras dengan alasan tersebut.

Bagian depan dan atas case-nya menggunakan desain windshear yang tidak hanya membuat ROG Strix G35 lebih menarik, tetapi juga memiliki fungsi teknis tersendiri. 

Desain windshear tersebut berfungsi sebagai ventilasi udara yang berperan penting dalam sistem pendinginan secara keseluruhan. 

Desain windshear memastikan aliran udara masuk ke dalam case menjadi lebih lancar sehingga membuat sistem pendinginan dapat berjalan secara optimal.

Kami tak ingin panjang-panjang dulu membahas tentang ROG Strix G35 yang saat ini sudah tersedia di Indonesia dengan harga mulai 50 jutaan rupiah ini. Ditunggu halaman berikutnya.

Microsite khusus ROG x Spiderman

Sebelum menutup tulisan ini, kami bocorin dulu bahwa gambar cover utama halaman ini kami ambil dari microsite khusus yang dibuat ASUS. Klik di sini bila kamu penasaran.

Halaman tersebut juga menyediakan video trailer film Spider-Man: No Way Home dan beberapa laptop ASUS ROG. Lho, beneran akhirnya ada laptop. 

...

Dari sisi pemasaran tentu strategi ini menarik. Andai saja ASUS Indonesia saat mengirimkan rilis juga melampirkan tiket bioskop, mungkin kami langsung menulis di bioskop tentang info kolaborasi ini. 

Jadi gimana filmnya, sudah nonton kan?

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

☕ Mencicipi Coco Latte: Saat Hydro Coco dan Anomali Coffee "Salaman" di Pelataran MAJT

πŸ“Œ Agenda Kota Semarang Bulan April 2026

πŸ₯ Menjelajahi Lantai 3 Cardea Semarang: Zona 'Recovery' yang Naik Kelas

♻️ Jangan Dibuang! Jejak Karbon di Balik Kotak Nasi Buka Puasa Masjid Agung Jawa Tengah

πŸ“± Dilema Android Lawas di Tahun 2026: Mengapa Versi OS Kini Lebih Penting daripada Sekadar Merek Hape