Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juni 2026

Image
Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...

Musim Penghujan, Waspada Penyakit DBD dan Diare

Akhir bulan Oktober hingga awal bulan November, hujan semakin rajin turun di Kota Semarang. BMKG sendiri memprediksi beberapa daerah akan mengalami puncak musim hujan terjadi bulan November. Waspada penyakit yang datang ini.

Dalam kegiatan bertajuk gathering selama 2 hari kemarin dari tanggal 16-17 Oktober, Dinas Kesehatan Kota Semarang mengingatkan tentang penyakit yang turun saat musim penghujan, yakni DBD dan Diare

Untuk DBD atau demam berdarah dengue, penyakit yang disebabkan nyamuk aedes aegypti ini biasanya meningkat saat musim peralihan atau pancaroba. Masyarakat diminta untuk memberantas sarang nyamuk dengan 3 M, yakni menguras, menutup dan mengubur wadah yang bisa menjadi genangan air.

Nyamuk ini, mengutip suara.com, biasanya menyerang siang dan sore hari, baik di dalam maupun luar rumah. Nyamuk Aedes berkembang biak di air yang tergenang dan jarang terbang menjauh dari 200 meter dari tempat berkembang biak.

Sedangkan penyakit Diare erat kaitannya dengan kebersihan individu. Lingkungan yang kotor menjadi salah satu penyebab penyakit ini, seperti tumpukan sampah yang mengundang banyak lalat.

Mencuci tangan yang sekarang jadi kebiasaan semenjak pandemi, merupakan salah satu cara pencegahannnya. 

Statistik 

Sesi kedua yang dibawakan oleh Kepala Bidang P2P (Pencegahan & Pengendalian Penyakit) dr. Mada Gautama, M.Kes, membawa persentasi sejumlah statistik tentang penyakit DBD.

Data yang tercatat hingga 30 September 2020 dalam slide memperlihatkan persentasi perbandingan jumlah kasus baru dari tahun 2019 dan 2020.

Bila tahun lalu, Kecamatan Tembalang rasionya paling tinggi. Maka tahun 2020, Mijen jadi yang paling tinggi.

Saat pandemi sekarang, ini jadi tantangan tersendiri. Terutama untuk pencegahannya yang juga harus memperhatikan protokol kesehatan. Masyarakat harus waspada tentang penyakit yang hadir saat musim penghujan.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📱 Hari Media Sosial 2026: Antara FOMO Mal 23 & Gramedia Jalma, Serta Gagapnya Manajemen Krisis Digital

⚽️ Berburu Lokasi Nobar Resmi Piala Dunia 2026 di Kota Semarang: Siasat Hotel "Ganti Baju" hingga Markas Instansi

🏃‍♂️ Catatan Hari Kedua The Spark of Healthy Life 2026: Mengulas Cedera Olahraga Bersama Para Ahli

🎡 Agenda Jateng Fair 2026: Kembali Hadir 10 Hari dengan Tiket Masuk Gratis, Apa yang Baru?

🚲 Gowes ke Mal 23 Semarang: Di Mana Tempat Parkir Sepedanya?