Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juni 2026

Image
Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...

Seperti Apa Penerapan Protokol Kesehatan di Kawasan Candi Arjuna

Pertama kali kami tiba, pemandangan wastafel portable membentang hingga beberapa ke depan. Pengelola sepertinya memanfaatkan kesempatan kembalinya dibuka usai mendapat rekomendasi. Kompleks Candi Arjuna adalah salah satu tempat wisata yang ada di Dieng dan bisa dikunjungi.

Hari kedua kunjungan kami dalam kegiatan Jateng On The Spot 2020, Selasa siang (20/10/2020), tujuan berikutnya adalah Candi Arjuna. Ini adalah kali kedua kami ke sini, setelah pernah datang pada tahun 2013.

Kali ini kami tidak bercerita tentang seluk beluk sejarah Candi Arjuna yang terletak di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Provnsi Jawa Tengah. 

Tujuan kami seperti yang kalian tahu, kami ingin melihat seperti apa penerapan protokol kesehatan yang dilakukan pengelola untuk pengunjung yang berkunjung.

Protokol kesehatan

Seperti yang kami beritahukan di awal tulisan, wastafel yang berjajar sudah terletak sebelum pintu masuk tiketing. Untuk harga tiket masuk Candi Dieng sendiri untuk wisatawan lokal dikenakan Rp.7500, sedangkan wisatawan asing adalah Rp.15000. Harga ini tentu dapat berubah sewaktu-waktu.

Saat tiba di pintu loket, himbauan protokol kesehatan terpasang di sana dengan sebuah papan kecil yang diletakkan di samping loket.

Petugas yang mengecek suhu tubuh menggunakan thermogun juga bersiap menanti kami yang kali ini datang rombongan. Sehat selalu, ya pak.

Himbauan protokol kesehatan tidak hanya tentang 3 M (mencuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker), tapi juga penggunaan transaksi non tunai. Kami suka banner yang terletak di pinggir ketika telah masuk area.

Untuk menerapkan pentingnya jaga jarak, pengelola pun membatasi jalan yang sebelum covid-19, mungkin jalan ini banyak dilalui orang-orang.

Lagi-lagi kami bertemu dengan wastafel portable di dalam meski sudah masuk area. Beberapa tempat wisata biasanya hanya menerapkan di luar pintu masuk. Berbeda di sini, mereka kembali menyediakan. Mungkin yang di luar tadi adalah untuk pengunjung secara umum.



Pintu keluar

Selesai mengeksplore sekitar Candi dan berfoto, kami harus segera melanjutkan ke tempat berikutnya. Pintu keluar ternyata tidak sama dengan pintu masuk. Ada himbauan yang terpasang di sana. 

Arah ini ternyata membawa pengunjung untuk melihat dan lebih dekat dengan pelaku ekonomi yang berada di dekat candi. Sayangnya, banyak outlet yang tutup saat kunjungan kami. Mungkin karena harinya bukan akhir pekan atau karena dampak pandemi yang membuat kunjungan sepi peminat.

Mereka, pelaku usaha khususnya, termasuk terkena dampak semenjak Covid-19 menyebar di Indonesia. Prihatin memang, semoga mereka menemukan solusinya ke depan.

...

Selanjutnya perjalanan kami akan menuju ke Posong yang terletak di Temanggung. Penerapan protokol kesehatan di kawasan Candi Arjuna termasuk paling lengkap menurut kami. 

Kamu yang sudah rindu berwisata, tidak apa-apa keluar rumah hari ini. Bukan bermaksud harus keluar juga. Hanya saja, tempat wisata sudah ada yang buka. Yang paling penting adalah kamu tetap menerapkan 3 M. Sudah tahukan?

Dan hindari kerumunan. Bila memang sedang ramai, ditahan dulu. Cari waktu yang tidak begitu ramai saja. Kesehatanmu adalah keselamatan kita bersama.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📱 Hari Media Sosial 2026: Antara FOMO Mal 23 & Gramedia Jalma, Serta Gagapnya Manajemen Krisis Digital

⚽️ Berburu Lokasi Nobar Resmi Piala Dunia 2026 di Kota Semarang: Siasat Hotel "Ganti Baju" hingga Markas Instansi

🏃‍♂️ Catatan Hari Kedua The Spark of Healthy Life 2026: Mengulas Cedera Olahraga Bersama Para Ahli

🎡 Agenda Jateng Fair 2026: Kembali Hadir 10 Hari dengan Tiket Masuk Gratis, Apa yang Baru?

🚲 Gowes ke Mal 23 Semarang: Di Mana Tempat Parkir Sepedanya?