Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juni 2026

Image
Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...

Menginap di Oemah Dieng, Lokasinya yang Berada di Belakang Rumah Budaya Dieng

Bangunannya yang sangat khas dengan unsur tradisional, ditambah suasananya yang sangat memanjakan mata, terutama pagi hari, penginapan ini bisa kamu coba saat sedang berlibur di Dieng. Apalagi datang dengan rombongan besar, mantabs sekali menghabiskan akhir pekan di sini.

Homestay ini berbeda dari kebanyakan yang ada di sekitarnya. Mas Mas Alif Fauzi, pengelola sekaligus Ketua Pokdarwis Dieng Pandawa menaruh perhatian besar pada tradisi. Beliau prihatin karena rumah asli Dieng sudah jarang di sini.

Akhirnya dengan modal tanah sendiri dan bangunan yang dibawa dari tempat lain karena konsepnya tradisional, jadilah homestay ini. Ada 2 bangunan di sini, mungkin akan jadi tiga bila tidak salah. Mengingat ada pembangunan baru disebelahnya.

Satu bangunan dengan 4 kamar

Kami menginap di bangunan atau paviliun yang pertama dengan 4 kamar bagian dalamnya. Tiap kamar sudah memiliki fasilitas tempat tidur dan kamar mandi dalam. 

Tantangannya adalah lokasinya di sini begitu dingin. Untungnya, penginapan memiliki air panas meski kami pikir masih kurang panas saat itu. 

Di luar kamar, ada ruang tengah yang memiliki fasilitas layaknya ruang tamu yang lengkap. Mau buat teh, kopi atau bahkan purwaceng kemasan, sangat komplit. 

Selain itu, ada televisi juga meski kami tidak menghidupkannya. Dispenser minuman tersedia di sana. Ada meja besar yang dapat digunakan untuk berkumpul selain kursi utama dan meja di sebelahnya.

Tarif sewa

Satu bangunan dengan 4 kamar yang kami tempati ini disewakan dengan tarfi Rp. 1.750.000 per malam. Bila ingin penghangat, bukan air panas, nambah Rp. 100.000. Apakah itu seperti di film-film?

Namun bila ingin sewa perkamarnya saja, duit yang bisa kita keluarkan sekitar 350-450 ribu rupiah. Yang perlu diperhatikan adalah koneksi internet. Sebenarnya di Rumah Budaya Dieng tersedia koneksi WiFi gratis dan sangat kencang, namun jaringannya saat kami menginap belum sampai ke kamar.



...

Dengan tarif segini, bukan hanya bisa menginap sebagai tujuan mengapa menyewa Oemah Dieng. Tapi pengalaman di rumah tradisional dan pemandangan hamparan Dieng yang mengagumkan pagi hari adalah yang paling istimewa.

Untuk menghubungi tempat ini, sangat mudah sebenarnya karna tinggal cari di Google dengan kata kunci 'Rumah Budaya Dieng', maka langsung ketemu di sana. Bahkan tercantum nomor di halaman yang dibuat Google tersebut.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📱 Hari Media Sosial 2026: Antara FOMO Mal 23 & Gramedia Jalma, Serta Gagapnya Manajemen Krisis Digital

🏃‍♂️ Catatan Hari Kedua The Spark of Healthy Life 2026: Mengulas Cedera Olahraga Bersama Para Ahli

⚽️ Berburu Lokasi Nobar Resmi Piala Dunia 2026 di Kota Semarang: Siasat Hotel "Ganti Baju" hingga Markas Instansi

🎡 Agenda Jateng Fair 2026: Kembali Hadir 10 Hari dengan Tiket Masuk Gratis, Apa yang Baru?

🚲 Gowes ke Mal 23 Semarang: Di Mana Tempat Parkir Sepedanya?