Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan April 2026

Image
Memasuki bulan April yang jatuh pada hari Rabu, suasana Semarang biasanya mulai bertransisi. Jika Maret lalu kita khusyuk dengan momen Ramadan dan Idulfitri, bulan ini kota ini terasa kembali bergairah dengan deretan acara yang lebih "berwarna". Hari ini cuaca Kota Semarang terpantau cerah. Entah apakah ini pertanda bahwa musim hujan telah berakhir dan Semarang kembali ke "setelan awal"—yang katanya, tiap orang yang tinggal di sini punya matahari sendiri-sendiri saking panasnya. Suara-suara tentang panasnya Semarang terdengar seru namun terkadang juga haru, terutama bagi mereka yang baru merantau atau tinggal di sini. Padahal, jika mau jujur dan realistis, masih ada kota lain yang jauh lebih panas dibanding Semarang. Menghadapi cuaca dan kondisi ekonomi saat ini memang perlu strategi; tetap kreatif tanpa harus membuat diri sendiri burnout atau kelelahan. Tema Besar: Perempuan Berdaya Jika melihat cover yang kami sematkan di halaman ini, tebakanmu benar bahwa tema ...

Meski Belum Ada CFD, Simpang Lima Semarang Tetap Ramai


Ketika tren sepeda menjadi perbincangan topik di mana-mana, kami ingin mengetahui bagaimana suasana kawasan Simpang Lima pada hari Minggu yang biasanya ada CFD (Car Free Day) awal bulan Juli. CFD-nya masih belum diberlakukan, tapi suasanya???

Sudah lebih dari 3 bulan dari terakhir kami menulis CFD diliburkan demi meminimalisir penyebaran koronavirus di bulan Maret 2020.

Pembatasan akses demi pesepeda

Bulan ini diawali hari Minggu jatuh pada tanggal 5 Juli. Car free day yang kami lihat di Jakarta, yang sudah berlaku kembali, kami pikir Kota Semarang mungkin melakukannya juga. Ternyata, tidak.


Namun pemandangan dengan suasana ala CFD begitu tampak dari banyaknya masyarakat yang berkerumun di kawasan Simpang Lima.

Karena CFD belum diberlakukan kembali, jalanan dibagi dua dengan papan petanda yang ditaruh di tengah jalan. Ya, itu untuk jalur sepeda. 

Kami tidak heran sebenarnya jalanan utama Ibu Kota Jawa Tengah ini dikuasai para pesepeda. Tren yang berkembang mengarahkan demikian.

Namun yang menarik adalah upaya pemkot dalam memasang papan penunjuk di tengah antusias masyarakat yang begitu besar untuk menikmati hari Minggu di Simpang Lima.

Di tengah lapangan juga tak kalah ramai. Orang-orang yang hilir mudik, sekedar berolahraga atau menikmati suasana, jadi kesan seakan pandemi bagi mereka hanyalah informasi yang ada di media sosial maupun berita.

Kami harap mereka tetap memakai masker dan menjaga jarak. Kesadaran diri sendiri memang diperlukan di sini. Semoga semuanya selalu sehat dan Ibu Kota semakin kuat.


Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

☕ Mencicipi Coco Latte: Saat Hydro Coco dan Anomali Coffee "Salaman" di Pelataran MAJT

📌 Agenda Kota Semarang Bulan April 2026

🏥 Menjelajahi Lantai 3 Cardea Semarang: Zona 'Recovery' yang Naik Kelas

♻️ Jangan Dibuang! Jejak Karbon di Balik Kotak Nasi Buka Puasa Masjid Agung Jawa Tengah

📱 Dilema Android Lawas di Tahun 2026: Mengapa Versi OS Kini Lebih Penting daripada Sekadar Merek Hape