Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Bersepeda, Cara Baru Menikmati Wisata di Kota Lama Semarang
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Orang-orang berbondong ke Kota Lama di akhir pekan. Mulai dari yang paling muda (anak-anak) hingga orang tua yang masih bersemangat menggenjot sepeda. Bahkan diantara mereka, ada yang satu keluarga datang.
Bulan Juni saat kami berkunjung ke Kota Lama, pandemi corona bukan saja mengubah gaya hidup banyak orang, tapi juga cara berwisata. Khususnya di Kota Lama Semarang.
Untunglah kawasan ini termasuk lokasi bebas tiketing atau biaya masuk. Selesainya proyek pengerjaan kawasan bagian utama di Kota Lama, membuat gedung-gedung bersejarah di sini lebih tampak indah.
Kota Lama buat kami adalah spot foto selfie terbesar yang ada di Kota Semarang.
Bersepeda
Kami melakukan kunjungan di dua waktu akhir pekan. Satu, malam minggu. Dan kedua, hari Minggu pagi. Dua waktu itu, jalan utama di Kota Lama dibanjiri orang bersepeda sepanjang jalan.
Hati-hati saat bersepeda di jalan utama
Dari yang berhenti berfoto selfie, satu keluarga yang terus berjalan dalam satu rombongan, dan menikmati kuliner bersama-sama dengan wajah penuh ceria.
Ini sangat menarik dan fenomena buat kami. Kami pikir, orang-orang yang sudah jarang ke Kota Lama, khususnya masyarakat Semarang sendiri, sekarang mereka begitu menikmati kawasan ini.
Tentu saja, generasi Z masih mendominasi diantara para pesepeda. Namun kaum milenial yang menikmati akhir pekan dengan keluar dari kesibukan, bersepeda kali ini lebih menarik bagi mereka.
Dampak perekonomian
Salah satu tempat makan berjenis Soto di Kota Lama sangat ramai dikunjungi. Menikmati kuliner setelah membakar kalori dengan bersepeda memang jadi idaman dalam kenikmatan.
Memang ada rasa khawatir bagaimana protokol kesehatan yang diberlakukan di sana, tapi mengambil sisi positifnya, itu berdampak pada perekonomian di kawasan Kota Lama.
Apalagi gerai-gerai kopi terus bertumbuh di sana. Tinggal bagaimana para pelaku usaha mensiasati tren wisata dadakan yang sekarang ini sedang ramai berdatangan.
Pembatasan jam malam
Dampak lainnya juga berpengaruh pada pemilik jasa wisata di Kota Lama, seperti penyewaan kendaraan atau sepeda yang dapat digunakan untuk berfoto ria. Kami pikir, seharusnya para pelaku mendapatkan dampak positifnya juga.
Bila pagi hari hingga siang kawasan selalu ramai, maka malam hari yang tidak berbeda jauh, mendapatkan perhatian dari pihak keamanan Kota Lama.
Para petugas keamaan yang berjaga selalu menghimbau setiap jam menujukkan pukul 7 malam kepada orang-orang untuk segera pulang.
Ini demi mencegah penyebaran covid-19 lebih besar lagi di Kota Semarang. Apalagi malam hari, masih mending siang yang dapat bertemu matahari. Kami apresiasi pembatasan jam malam.
...
Kami senang bahwa salah satu destinasi wisata di Kota Semarang tetap ramai dikunjungi orang-orang, khususnya masyarakat Semarang sendiri.
Dengan cara bersepeda, orang-orang menikmati wisata dengan cara yang berbeda. Mereka juga tetap sadar diri dengan penggunaan masker. Beberapa wastafel portable juga ada tersedia di sepanjang jalan utama.
Semoga cara baru ini bukan melahirkan masalah baru mengenai koronavirus. Tetap berwisata, jaga diri maupun keluarga saat bersepeda dan selalu patuhi protokol kesehatan
Selamat Hari Media Sosial, warga Semarang! Tidak terasa, setiap tanggal 10 Juni kita kembali diingatkan bagaimana platform digital telah mengubah cara kita menjalani hidup sehari-hari. Bagi kita yang menetap dan tumbuh di Kota Semarang, media sosial bukan lagi sekadar ruang pamer foto estetik, melainkan penggerak utama dari langkah kaki kita di sudut-sudut Kota Atlas. Mengingat momen ini, kami mendadak teringat dengan tulisan kami tepat setahun yang lalu ( Hari Media Sosial 2025: Mal Semarang Jago Main IG ). Saat itu, kami memberikan apresiasi tinggi kepada tim kreatif dan admin mal di Semarang yang makin jempolan mengelola Instagram. Mereka sukses mengubah akun mal menjadi pusat agenda kota yang interaktif, estetik, dan sangat fast response . Kami bahkan menyarankan pentingnya dorongan konten dan strategi digital untuk meramaikan tempat yang sepi. Setahun berselang, di bulan Juni 2026, lanskapnya ternyata sudah melompat jauh lebih ekstrem. Bukan lagi sekadar jago membuat konten agenda...
Piala Dunia 2026 tinggal hitungan jam saat kami menulis halaman ini. Benar-benar sebuah ketidaksengajaan yang berujung jadi konten. Gara-gara sedang berselancar di Instagram dan menemukan unggahan dari akun resmi TVRI Jawa Tengah yang membagikan daftar lokasi nonton bareng (nobar) resmi, kami langsung tergerak untuk membawanya ke blog. Lagi-lagi ini menjadi ide dadakan. Entah kenapa ingatan kami langsung terlempar pada bulan Februari kemarin, saat kami sedang bersepeda santai menuju Car Free Day (CFD) Simpang Lima. Waktu itu, kami sempat berpapasan dengan kampanye promosi berbau Piala Dunia 2026 . Aktor di balik layarnya ternyata masih sama: TVRI Jawa Tengah, sang pemegang hak siar resmi lewat program global mereka yang bertajuk "Bola Gembira" . Karena gelaran sepak bola terakbar ini hanya datang empat tahun sekali, kami pikir tidak ada salahnya ikut memeriahkan euforianya lewat coretan di blog. Apalagi aturan hak siar dan izin nobar sekarang semakin ketat. Membagikan tempat...
Setiap kali melintas dan memotret megahnya bangunan SMC RS Telogorejo Semarang dari luar, terselip tanya dalam hati: kapan ya ada kesempatan untuk menengok bagian dalamnya? Maklum, jika tidak ada kepentingan medis yang mendesak, tentu rasanya canggung untuk sekadar berkunjung. Pucuk dicinta ulam pun tiba. Sebuah momentum menarik datang bersamaan dengan digelarnya sebuah acara yang materinya sangat bersinggungan dengan aktivitas olahraga yang rutin kami geluti. Semesta seakan merestui rasa penasaran kami. Pihak rumah sakit menggelar hajatan besar bertajuk The Spark of Healthy Life: 3 in 1 Mega Seminar & Talkshow 2026 . Begitu pendaftaran dibuka melalui akun Instagram resmi @rs.telogorejo, kami langsung mendaftarkan diri. Beruntung, nama kami lolos kurasi untuk hadir pada hari kedua, Jumat, 22 Mei 2026, yang bertempat di Auditorium Lantai 3 Gedung Cattleya. Namun, tantangan langsung menghadang tepat di hari H. Hujan deras mendadak mengguyur Kota Semarang, memaksa kami untuk menerjang...
Pertengahan tahun di Kota Semarang rasanya belum lengkap kalau belum membahas kompleks PRPP Jawa Tengah di kawasan Anjasmoro. Ya, gelaran pesta rakyat terbesar di Jawa Tengah, Jateng Fair 2026, sudah resmi masuk dalam radar agenda kota bulan ini. Bagi kamu yang sudah mulai mencari tahu kapan event ini dimulai, catat tanggalnya: Jateng Fair 2026 akan berlangsung selama 10 hari, mulai dari tanggal 26 Juni hingga 5 Juli 2026. Format durasi yang lebih padat ini tampaknya kembali dipertahankan oleh pihak penyelenggara, PT PRPP Jawa Tengah. Sama seperti tahun lalu, kebijakan tiket masuk gratis juga kembali diterapkan untuk menarik antusiasme masyarakat secara massal ke area pameran . Namun, perlu dicatat ya! Gratis di sini hanya berlaku untuk memasuki area kompleks pameran dan stan Jateng Fair saja. Bagi kamu yang mengincar keseruan panggung hiburan musiknya, tetap diwajibkan mengantongi tiket masuk berbayar. Dengan target yang dipatok hingga 300 ribu pengunjung, apakah Jateng Fair t...
Setelah euforia hari pertama soft opening berlalu, kami penasaran untuk menjajal nekat bersepeda menuju kawasan POJ City. Tujuannya apalagi kalau bukan melihat langsung mal yang digadang-gadang terbesar di Jawa Tengah, Mal 23 Semarang . Tantangannya tentu lebih seru kali ini karena kami datang dengan cara gowes. Siapa sangka pada Minggu pagi, 24 Mei 2026, kami benar-benar melakukannya. Meski ini bukan kali pertama kami bersepeda ke arah pesisir, tetap saja semangat dan antusiasmenya terasa berbeda karena ada magnet baru di sana. Jika biasanya rute Minggu pagi dihabiskan ke CFD Simpang Lima, kali ini kemudi sepeda kami arahkan menuju kawasan Marina. Jaraknya dari pusat kota sendiri berkisar sekitar 8,7 km. Di media sosial, pembicaraan tentang 23 Semarang Shopping Center memang luar biasa masif. Tidak heran begitu kami tiba di lokasi, suasananya persis seperti yang dibayangkan: ramai dan penuh antusiasme. Beberapa waktu belakangan, tren FOMO (Fear of Missing Out) di Kota Semarang memang...
Comments
Post a Comment