Memasuki bulan April yang jatuh pada hari Rabu, suasana Semarang biasanya mulai bertransisi. Jika Maret lalu kita khusyuk dengan momen Ramadan dan Idulfitri, bulan ini kota ini terasa kembali bergairah dengan deretan acara yang lebih "berwarna". Hari ini cuaca Kota Semarang terpantau cerah. Entah apakah ini pertanda bahwa musim hujan telah berakhir dan Semarang kembali ke "setelan awal"—yang katanya, tiap orang yang tinggal di sini punya matahari sendiri-sendiri saking panasnya. Suara-suara tentang panasnya Semarang terdengar seru namun terkadang juga haru, terutama bagi mereka yang baru merantau atau tinggal di sini. Padahal, jika mau jujur dan realistis, masih ada kota lain yang jauh lebih panas dibanding Semarang. Menghadapi cuaca dan kondisi ekonomi saat ini memang perlu strategi; tetap kreatif tanpa harus membuat diri sendiri burnout atau kelelahan. Tema Besar: Perempuan Berdaya Jika melihat cover yang kami sematkan di halaman ini, tebakanmu benar bahwa tema ...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Film Ambu, Film Ketiga yang Tidak Tayang di Bioskop Semarang Tahun 2019
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Mengejutkan, datang dengan beberapa nama populer dalam kancah perfilman Tanah Air, film Ambu yang rilis 16 Mei 2019 ini malah tidak tayang di bioskop Semarang. Kini, film berdurasi 118 menit ini masuk dalam daftar film kami (Tidak tayang).
Film Ambu menjadi film Indonesia ketiga yang tidak tayang di bioskop Semarang menurut catatan kami, Kofindo. Dari situs 21cineplex.com, daftar Kota yang menayangkan memang terbatas. Ada 8 kota dan menariknya sebagian besar berada di Jawa Barat, termasuk di Jakarta.
Melihat lebih dekat Suku Baduy
Setiap film yang kami lihat (trailer) dengan tema tertentu, memang memiliki tujuan khusus. Ada yang ingin memperlihatkan kearifan lokal hingga menjadikannya destinasi wisata yang dapat dilihat orang-orang dari penjuru dunia.
Pemasaran film dalam industri pariwisata memang bukan hal baru. Lalu, bagaimana dengan film Ambu? Menurut sutradara, Farid Dermawan, mengutip dari situs hot.detik.com mengungkapkan bahwa
"Ini memang cerita murni yang kisahnya punya latar suku Baduy. Saya sekaligus membawa tim dan pemain masuk ke sana selama syuting". "Buat kami, Baduy itu masih kental dengan kearifan lokalnya. Mereka juga terkenal sebagai suku yang senang menjaga alam di sekitarnya. Belum banyak film panjang yang mengangkat soal Baduy. Ya ini jadi film komersil pertama di Indonesia yang mengangkat Baduy dalam cerita".
Daftar pemain film Ambu
Bila melihat kebelakang, daftar film Indonesia yang tidak tayang di Semarang (mungkin termasuk Kotamu) kebanyakan film yang dibuat sineas lokal dengan pemain sebagian besar juga lokal.
Jadi kami sangat terkejut bila melihat daftar pemain film Ambu ada nama Laudya Cynthia Bella. Aktris senior seperti Widyawati juga turut bermain di film bergenre drama ini. Lainnya ada Baim Wong, Enditha, Lutesha, Andri Mashadi.
Trailer film Ambu
Kisahnya sendiri tentang konflik antara Ibu dan Anak. Karena cinta, seseorang pergi dari tempat asalnya. Namun saat kembali, konflik semakin lebih rumit. Selengkapnya kamu bisa lihat video trailernya berikut ini.
Entah sejak kapan merek minuman yang sangat kuat branding -nya dengan air kelapa ini punya varian rasa kopi. Kami sendiri sedikit kaget, namun yang lebih menarik lagi, kami justru merasakannya langsung di lokasi yang tidak biasa, yaitu di pelataran Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Penasaran? Ikuti cerita kami. Sabtu sore (28/2), usai mengikuti agenda di sana, kami menyempatkan diri menunggu waktu berbuka di pelataran depan bangunan utama masjid. Suasana sore yang cerah membuat area ini sangat ramai oleh warga yang ngabuburit. Jika cuaca sedang bersahabat dan tidak hujan, menunggu azan Maghrib di sini memang sangat kami rekomendasikan. Apalagi, pihak MAJT juga biasanya menyediakan menu berbuka puasa secara cuma-cuma bagi jamaah. Kejutan dari Hydro Coco Jika pada Ramadan tahun lalu kami sempat melihat aktivitas merek air mineral yang cukup masif mencuri panggung perhatian di sini, kali ini giliran Hydro Coco. Meski skalanya tidak sebesar itu dan lebih fokus pada aktivasi booth pe...
Memasuki bulan April yang jatuh pada hari Rabu, suasana Semarang biasanya mulai bertransisi. Jika Maret lalu kita khusyuk dengan momen Ramadan dan Idulfitri, bulan ini kota ini terasa kembali bergairah dengan deretan acara yang lebih "berwarna". Hari ini cuaca Kota Semarang terpantau cerah. Entah apakah ini pertanda bahwa musim hujan telah berakhir dan Semarang kembali ke "setelan awal"—yang katanya, tiap orang yang tinggal di sini punya matahari sendiri-sendiri saking panasnya. Suara-suara tentang panasnya Semarang terdengar seru namun terkadang juga haru, terutama bagi mereka yang baru merantau atau tinggal di sini. Padahal, jika mau jujur dan realistis, masih ada kota lain yang jauh lebih panas dibanding Semarang. Menghadapi cuaca dan kondisi ekonomi saat ini memang perlu strategi; tetap kreatif tanpa harus membuat diri sendiri burnout atau kelelahan. Tema Besar: Perempuan Berdaya Jika melihat cover yang kami sematkan di halaman ini, tebakanmu benar bahwa tema ...
Setelah puas mengintip lantai 2 Cardea Semarang , rombongan segera beranjak naik ke lantai 3. Secara sekilas, tata ruangnya tak jauh berbeda dengan lantai sebelumnya. Mulai dari fasilitas toilet yang bersih hingga deretan loker penyimpanan sebelum masuk ke area utama masih bisa kami temukan di sini. Namun, ada satu perbedaan mencolok yang langsung tertangkap mata. Lantai 3 ini terasa lebih privat dan spesifik. Jika di lantai bawah area utamanya dipenuhi berbagai alat pendukung medis, di lantai 3 ini atmosfernya lebih tenang—sebuah zona yang nampaknya akan menjadi incaran banyak orang: Physio Room . Detail yang Fungsional Saat melangkah masuk, perhatian kami tertuju pada deretan ruangan menyerupai kamar dengan papan nama yang estetik di tiap pintunya. Salah satu yang paling menarik adalah Physio Room 1 . Pintunya menggunakan material kayu dengan warna hangat, lengkap dengan indikator ketersediaan ( Vacant/Occupied ) yang rapi. Detail kecil ini menunjukkan betapa privasi dan kenyamanan p...
Apa yang terlintas di benak Anda melihat tumpukan tempat sampah yang menggunung selesai waktu berbuka? Isinya didominasi kotak-kotak makan plastik yang dibuang begitu saja. Membayangkan jumlahnya yang mencapai ratusan setiap hari, apalagi selama 30 hari penuh di bulan Ramadan, tentu volumenya sangat luar biasa. Bukankah lebih bijak jika wadah tersebut dibawa pulang ketimbang sekadar menumpuk di tempat pembuangan? Tumpukan kotak makan ini mendadak memberi kami inspirasi untuk bahan tulisan di blog dotsemarang . Kebetulan, tahun ini sebagian besar waktu berbuka puasa kami habiskan di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Namun tenang, kami hadir bukan semata karena menu buka puasanya, melainkan karena program " Kurma " (Kajian Unik Ramadan di MAJT) yang sudah kami ulas sebelumnya. Sebuah program talkshow yang kaya akan pengetahuan. Mengenal Wadah Thinwall: Bukan Sekadar Plastik Biasa Pesan utama yang ingin kami sampaikan adalah: Jangan dibuang, kalau bisa dibawa pulang. Kami sendir...
Kami tak pernah membayangkan sebelumnya jika bergantinya perangkat harian yang biasa kami gunakan akan berdampak begitu besar pada kebutuhan krusial. Terutama yang berhubungan dengan aplikasi dompet digital. Ternyata, efeknya sedahsyat itu hanya karena kami beralih ke hape dengan Operating System (OS) yang kurang update . Semenjak smartphone kebanggaan kami, ASUS Zenfone 5, resmi dipensiunkan awal tahun ini, keinginan untuk memiliki perangkat pengganti memang sangat tinggi. Maklum, sebagian besar aktivitas pekerjaan kami bertumpu pada handphone . Kami sangat butuh "senjata" baru agar produktivitas tidak terganggu. Namun, saking semangatnya, kami sempat abai pada satu detail teknis yang sangat penting. Kami seolah terbutakan keadaan. Saat ada rekan bola yang menawarkan bantuan dengan meminjamkan hapenya untuk dipakai, kami langsung mengiyakan tanpa pikir panjang. Solidaritas di Tengah Keterbatasan Awalnya, komunikasi ini terjalin sesama rekan bola. Mengingat kondisi keuangan ...
Comments
Post a Comment