Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juni 2026

Image
Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...

Ngopi di Lady Elisabeth Malang

Tempatnya yang berada dalam satu kawasan dengan Hotel Harris Malang, membuat kami yang baru beberapa hari tiba di Malang akhirnya memutuskan duduk ngopi di dalam sana sambil bekerja mengurus dotsemarang. Oh seperti ini suasananya?

Kami masih buta dengan tempat perkopian di Malang. Bila pilihannya banyak pun, itu mungkin harus mencari di google terlebih dahulu. Lady Elisabeth adalah opsi satu-satunya yang bisa kami jangkau karena aktivitas kami yang bolak-balik sekitar hotel Harris yang berada di komplek Perum Riverside, Kecamatan Blimbing Kota Malang tersebut.

Pembayaran QRIS

Saat kami tiba Sabtu siang hari (15/6), tak banyak orang di sana. Bahkan, kami sangat terkesan dengan karyawan yang membuka pintu masuk buat kami. Wew, apakah ini yang dinamakan ungkapan pengunjung adalah raja?

Hal pertama yang kami tanyakan sebelum benar-benar duduk di dalam adalah apakah di sini tersedia pembayaran dengan QRIS? Kami tak sedang kampanye pembayaran QRIS yang seperti sedang dilakukan oleh Bank BI di halaman ini. Apalagi tidak diajak kerja sama atau dibayar.

Hanya kebenaran kami sedang tidak ada uang cash dan sebelum ke tempat ngopi ini kami diberi uang jajan untuk ngopi yang sudah ditransfer ke rekening kami. Wajar kami khawatir apabila tempatnya tidak ada QRIS nantinya.

'Ada kak', kata karyawan yang berada di kasir.

Syukurlah jika begitu. Kami langsung mengambil peralatan kerja kami dan melirik meja mana yang cocok dengan aktivitas kami. Kebenaran dotsemarang belum update hari ini.

Bekerja sambil ngopi

Atau ngopi sambil bekerja? Tidak-tidak, kami di sini lebih fokus bekerja. Namun tidak mungkin numpang duduk saja tanpa aktivitas ekonomi. Pilihannya ya harus membeli. 

Lady Elisabeth sepertinya brandingnya lebih ke toko roti karena ada banyak menu pastri di sini. Tentu, ada banyak menu lainnya yang menarik untuk dilihat.

Hanya saja, kami bukan tipe pengunjung yang suka ngopi atau berburu kuliner ala-ala foodgram. Selain menahan diri untuk tidak mengeluarkan banyak uang, fokus kami hanya ingin tempat untuk beraktivitas berseluncur di internet saja.

Ketika keluar kota, kami akan selalu membawa pekerjaan juga. Meski bekerja sebagai bloger sangat fleksibel, tapi tidak bisa juga tidak update. Beberapa pekerjaan yang harus kami kerjakan adalah mengatur media sosial dan memperbarui jadwal film Indonesia di Kota Semarang.

Akhirnya kami memesan segelas es Kapucino, kopi khas Italia yang dibuat dari espreso dan susu. Diminum siang hari tentu membuat segar, plus nambah daya konsentrasi kami yang harus berhadapan dengan timeline.

Beberapa saat kemudian, yang awalnya kami duduk sendiri karena masih sepi suasananya, orang-orang pada berdatangan. Ada yang satu keluarga dan ada yang sendirian. Apakah karena kami sebagai faktor keberuntungan tempat ini akhirnya jadi rame? Hehe..bercanda.

Suasana

Tempat ini menyediakan WiFi. Selain itu yang penting juga adalah colokan listrik. Ya, tempat ini juga memilikinya yang tersedia di dekat tempat kami duduk.

Dari sudut pandang kami duduk, tempat ini suasananya nyaman dan nenangin. Dari sisi ekonimis, Lady Elisabeth terlihat mahal. Jangan berharap nyari kopi di sini yang murah ala-ala kami seperti biasanya.

Lady Elisabeth juga punya tempat duduk di luar ruangan, apabila boring di dalam bisa duduk di luar saja sambil menikmati suasanana yang terasa teduh dan hijau.

Kami suka tempat ini meski karena satu-satunya pilihan yang nyaman untuk beraktivitas di depan laptop. Jaraknya juga tidak jauh dengan Hotel Harris.

Ini kenapa nulisnya jadi panjang gini! Sudah-sudah, cukup sampai di sini dulu. Kami harus kembali ke hotel karena kerabat kami memanggil. Ada hajatan di malam minggu dan inilah alasan kami mengapa sedang di Malang sekarang.

Jika penasaran tempat ini, kamu bisa cek Instagram-nya di @ladyelisabethbakery.

...

Tak banyak dokumentasi yang bisa kami ambil seperti biasanya mengulas tempat ngopi di Kota Semarang. Kami benar-benar fokus bekerja dan sedang diburu waktu juga. Anggap saja ulasan ini sebagai bonus untuk tempat ini yang memberikan kenyaman kepada kami.

Semoga kelak bisa mampir kembali.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📱 Hari Media Sosial 2026: Antara FOMO Mal 23 & Gramedia Jalma, Serta Gagapnya Manajemen Krisis Digital

⚽️ Berburu Lokasi Nobar Resmi Piala Dunia 2026 di Kota Semarang: Siasat Hotel "Ganti Baju" hingga Markas Instansi

🏃‍♂️ Catatan Hari Kedua The Spark of Healthy Life 2026: Mengulas Cedera Olahraga Bersama Para Ahli

🎡 Agenda Jateng Fair 2026: Kembali Hadir 10 Hari dengan Tiket Masuk Gratis, Apa yang Baru?

🚲 Gowes ke Mal 23 Semarang: Di Mana Tempat Parkir Sepedanya?