Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juni 2026

Image
Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...

Mengunjungi Kampung Jamu Wonolopo Semarang

Sudah waktunya jam makan siang, namun kami masih di jalan. Melanjutkan tempat selanjutnya usai kunjungan dari Oemah Herborist Semarang. Kampung Jamu Semarang, seperti apa kira-kira?

Akhirnya bus yang membawa kami tiba di sebuah perkampungan. Ini masih dalam rangka tur Jalur Rempah yang artikel utamanya sudah kami posting di sini pada tanggal 11 Desember 2023.

Desa wisata Wonolopo

Sebuah gedung yang rupanya dibangun dengan swadaya masyarakat jadi tempat kami berkumpul. Tampak beberapa orang menyambut kami yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Sambil makan siang di sini, kami juga mendengarkan sambutan dari pewakilan desa wisata Wonolopo.

Nama Wonolopo mungkin masih asing di telinga sebagian orang. Padahal Wonolopo merupakan sebuah kelurahan di Kecamatan Mijen, Kota Semarang.

Perwakilan dari warga asli Wonolopo, Ibu Sumitri Laksono berbicara tentang sejarah tempat tinggalnya yang kemudian menjadi Desa Wisata Wonolopo sejak tahun 2011. Duh, malah ngeblur gambarnya.😅

Karena beliau penduduk asli, sejarah Wonolopo beliau ceritakan secara detail. Mulai dari sejarah yang berhubungan dengan kerajaan kuno Kalingga. Hingga sosok bernama Ki Wonolopo dari Demak yang menyebarkan agama Islam.

Kampung Jamu

Seiring waktu, pada tahun 2016, oleh Pemkot Semarang, Wonolopo dinobatkan sebagai Kampung Tematik Jamu. Baik desa wisata atau kampung jamu, Wonolopo memang terkenal karena ciri khasnya yang berhubungan dengan jamu.

Ada 2 desa yang kemudian disebut Kampung Jamu saat kami telusuri di internet, yaitu Desa Sumbersari dan Desa Ngadirgo. Di sini bahkan dikenal sebagai tempat pedagang jamu terbesar di Kota Semarang.

Bila dilihat sekilas, tidak ada yang berbeda dari kampung pada umumnya. Namun saat diajak berkeliling melihat lebih dekat, ternyata ada banyak bahan jamu yang ditanam di sekitar. Mulai dari temu lawak, kunyit, daun pepaya dan manjakni, cabe, lempuyang, dan lainnya.

Yang paling ikonik dari kampung jamu adalah tamannya yang dibangun dengan ikon patung wanita yang sedang membuat jamu. 

Di Taman Kampung Jamu, kami melihat semacam perkebunan yang luas dengan berbagai tanaman untuk bahan jamu. Ini sangat menarik untuk sebuah tur ke Kampung Jamu Wonolopo. Kita bisa melihat lebih dekat seperti apa tanaman yang akan digunakan untuk pembuatan jamu.

Banting setir

Selain Ibu Sumitri yang memaparkan langsung tentang sejarah Wonolopo, ada juga Pak Supriyanto yang membagikan pengalaman lewat edukasi pembuatan jamu. Rumah beliau bahkan persis di depan gedung yang kami tempati saat acara.

Beliau menceritakan sejarah dirinya yang sekarang menjadi penjual jamu. Dulunya, beliau adalah seorang pekerja kantoran yang mengabdi selama 22 tahun.

Namun demi membangun Wonolopo, beliau keluar dan memutuskan menjual jamu. Kami ingat petuah beliau yang mengatakan 'Jangan jadi pekerja, tapi jadi pengusaha'. Aktivitas lainnya selama acara berlangsung adalah lebih banyak membuat jamu yang begitu disukai para peserta tur.

...

Apakah ada hubungan antara jamu dengan jalur rempah? Pertanyaan yang mungkin lupa kami tanyakan kepada panitia karena sudah terlena saat acara. Jika dipikir lagi, mungkin karena bahan-bahan jamu yang digunakan juga sebagian termasuk rempah-rempah.

Tinggal 1 tempat lagi yang akan kami kunjungi. Lokasinya sedikit lebih jauh dari Kota Semarang. Semoga saja cuacanya cerah karena bayangan kami, tempat ini akan sangat indah pemandangannya.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📱 Hari Media Sosial 2026: Antara FOMO Mal 23 & Gramedia Jalma, Serta Gagapnya Manajemen Krisis Digital

⚽️ Berburu Lokasi Nobar Resmi Piala Dunia 2026 di Kota Semarang: Siasat Hotel "Ganti Baju" hingga Markas Instansi

🏃‍♂️ Catatan Hari Kedua The Spark of Healthy Life 2026: Mengulas Cedera Olahraga Bersama Para Ahli

🎡 Agenda Jateng Fair 2026: Kembali Hadir 10 Hari dengan Tiket Masuk Gratis, Apa yang Baru?

🚲 Gowes ke Mal 23 Semarang: Di Mana Tempat Parkir Sepedanya?