Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juni 2026

Image
Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...

Mengunjungi Lokasi Lekker Paimo, Jajanan Legendaris Kota Semarang

Usai mengajak kerabat kami wisata kuliner Semarang ke Nasi Pindang Kudus, esok harinya kami melanjutkan ke Lekker Paimo. Sekian tahun dari berdirinya dotsemarang, baru tahu tempatnya dan ternyata dekat saja.

Leker, sebagian orang mungkin sudah familiar dengan jenis jajanan ini. Mengambil nama Paimo yang merupakan pembuatnya, Lekker Paimo sudah ada sejak tahun 1979. Jika kamu telusuri sejarahnya di google, akan ada banyak referensi yang bisa kamu baca.

Pertama kali

Andai kami tidak menemani kerabat, mungkin kami tidak akan tahu di mana Lekker Paimo. Padahal lokasinya dekat dengan tempat futsal New Golden Pringgading yang pernah kami posting tahun 2021. Yaelah... 😅

Suasananya terbilang ramai saat kami kunjungi kemarin awal tahun (1/1/24). Bahkan, membuat jalanan macet karena yang mengunjungi sebagian terlihat membawa roda empat.


Kami pikir hanya ada satu alat produksi yang digunakan. Bisa meleleh menunggunya, lihat gambar. Namun saat pesanan kami disebut namanya, kami diarahkan ke lokasi lainnya yang berada di dalam gang. Hanya perlu berjalan kaki beberapa meter.

Sebuah rumah bertingkat dengan kondisi yang lebih baik saat menunggu di sana. Berbeda dengan yang pertama, sebagian pembeli banyak yang berdiri. Meski sebenarnya sudah disediakan tempat duduk di sampingnya.

Cara pesan

Namanya juga pertama kali, kami sedikit kebingungan karena banyaknya pembeli. Ternyata oleh si Ibu yang membantu aktivitas, kami disuruh menulis pesanannya di kertas yang tersedia di ruang sebelah. Di sana juga tersedia daftar menunya.

Usai menulis apa saja yang ingin dipesan, tinggal serahkan secarik kertas tersebut ke mereka. Lalu, hanya tinggal menunggu saja untuk dipanggil. Bila ramai banget, maka akan diarahkan seperti tulisan sebelumnya. Pindah ke lokasi ke dua.

...

Kami saking antusiasnya lupa mengambil foto lekernya. Tahu-tahu sudah habis di dalam mulut. Leker adalah jajanan yang unik dengan porsinya yang terasa sedikit buat kami. Berarti harus beli lebih dari satu. 😅

Ada banyak ragam menu, tapi kami memilih yang sederhana saja. Daftarnya bisa kamu lihat, eh nanti kami posting di halaman lainnya saja.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📱 Hari Media Sosial 2026: Antara FOMO Mal 23 & Gramedia Jalma, Serta Gagapnya Manajemen Krisis Digital

⚽️ Berburu Lokasi Nobar Resmi Piala Dunia 2026 di Kota Semarang: Siasat Hotel "Ganti Baju" hingga Markas Instansi

🏃‍♂️ Catatan Hari Kedua The Spark of Healthy Life 2026: Mengulas Cedera Olahraga Bersama Para Ahli

🎡 Agenda Jateng Fair 2026: Kembali Hadir 10 Hari dengan Tiket Masuk Gratis, Apa yang Baru?

🚲 Gowes ke Mal 23 Semarang: Di Mana Tempat Parkir Sepedanya?