Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan April 2026

Image
Memasuki bulan April yang jatuh pada hari Rabu, suasana Semarang biasanya mulai bertransisi. Jika Maret lalu kita khusyuk dengan momen Ramadan dan Idulfitri, bulan ini kota ini terasa kembali bergairah dengan deretan acara yang lebih "berwarna". Hari ini cuaca Kota Semarang terpantau cerah. Entah apakah ini pertanda bahwa musim hujan telah berakhir dan Semarang kembali ke "setelan awal"—yang katanya, tiap orang yang tinggal di sini punya matahari sendiri-sendiri saking panasnya. Suara-suara tentang panasnya Semarang terdengar seru namun terkadang juga haru, terutama bagi mereka yang baru merantau atau tinggal di sini. Padahal, jika mau jujur dan realistis, masih ada kota lain yang jauh lebih panas dibanding Semarang. Menghadapi cuaca dan kondisi ekonomi saat ini memang perlu strategi; tetap kreatif tanpa harus membuat diri sendiri burnout atau kelelahan. Tema Besar: Perempuan Berdaya Jika melihat cover yang kami sematkan di halaman ini, tebakanmu benar bahwa tema ...

Mengunjungi Lokasi Lekker Paimo, Jajanan Legendaris Kota Semarang

Usai mengajak kerabat kami wisata kuliner Semarang ke Nasi Pindang Kudus, esok harinya kami melanjutkan ke Lekker Paimo. Sekian tahun dari berdirinya dotsemarang, baru tahu tempatnya dan ternyata dekat saja.

Leker, sebagian orang mungkin sudah familiar dengan jenis jajanan ini. Mengambil nama Paimo yang merupakan pembuatnya, Lekker Paimo sudah ada sejak tahun 1979. Jika kamu telusuri sejarahnya di google, akan ada banyak referensi yang bisa kamu baca.

Pertama kali

Andai kami tidak menemani kerabat, mungkin kami tidak akan tahu di mana Lekker Paimo. Padahal lokasinya dekat dengan tempat futsal New Golden Pringgading yang pernah kami posting tahun 2021. Yaelah... 😅

Suasananya terbilang ramai saat kami kunjungi kemarin awal tahun (1/1/24). Bahkan, membuat jalanan macet karena yang mengunjungi sebagian terlihat membawa roda empat.


Kami pikir hanya ada satu alat produksi yang digunakan. Bisa meleleh menunggunya, lihat gambar. Namun saat pesanan kami disebut namanya, kami diarahkan ke lokasi lainnya yang berada di dalam gang. Hanya perlu berjalan kaki beberapa meter.

Sebuah rumah bertingkat dengan kondisi yang lebih baik saat menunggu di sana. Berbeda dengan yang pertama, sebagian pembeli banyak yang berdiri. Meski sebenarnya sudah disediakan tempat duduk di sampingnya.

Cara pesan

Namanya juga pertama kali, kami sedikit kebingungan karena banyaknya pembeli. Ternyata oleh si Ibu yang membantu aktivitas, kami disuruh menulis pesanannya di kertas yang tersedia di ruang sebelah. Di sana juga tersedia daftar menunya.

Usai menulis apa saja yang ingin dipesan, tinggal serahkan secarik kertas tersebut ke mereka. Lalu, hanya tinggal menunggu saja untuk dipanggil. Bila ramai banget, maka akan diarahkan seperti tulisan sebelumnya. Pindah ke lokasi ke dua.

...

Kami saking antusiasnya lupa mengambil foto lekernya. Tahu-tahu sudah habis di dalam mulut. Leker adalah jajanan yang unik dengan porsinya yang terasa sedikit buat kami. Berarti harus beli lebih dari satu. 😅

Ada banyak ragam menu, tapi kami memilih yang sederhana saja. Daftarnya bisa kamu lihat, eh nanti kami posting di halaman lainnya saja.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

☕ Mencicipi Coco Latte: Saat Hydro Coco dan Anomali Coffee "Salaman" di Pelataran MAJT

📌 Agenda Kota Semarang Bulan April 2026

🏥 Menjelajahi Lantai 3 Cardea Semarang: Zona 'Recovery' yang Naik Kelas

♻️ Jangan Dibuang! Jejak Karbon di Balik Kotak Nasi Buka Puasa Masjid Agung Jawa Tengah

📱 Dilema Android Lawas di Tahun 2026: Mengapa Versi OS Kini Lebih Penting daripada Sekadar Merek Hape