Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juni 2026

Image
Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...

Berkenalan Dengan Kampoeng Djadhoel di Kampung Batik Semarang

Meski sudah beberapa kali ke Kampung Batik yang berada di dekat Bubakan atau Museum Kota Lama, ternyata ini pertama kalinya memposting tentang kategori kampung batik Semarang di blog dotsemarang. Entah, kemana saja kami selama ini.

Tahun 2013, kami pernah ke Sanggar Batik Semarang yang terletak di Meteseh Tembalang. Tahun 2015, kami juga pernah menjelajah kampoeng Batik Laweyan. Dan hari ini, kebenaran ada mood menulis, kami ajak kamu menengok Kampoeng Djadoel yang lokasinya berada di dalam kawasan Kampung Batik.

Kampoeng Djadoel 

Jumat sore, tanggal 18 Maret 2022, kami berkesempatan berkunjung ke Kampoeng Djadoel. Kebenaran ada acara dari teman-teman komunitas pemandu budaya Kota Semarang yang salah satu anggotanya berasal dari sini (Kampoeng Djadhoel).

Informasi Kampoeng Djadhoel bisa dilihat di sini (pindai QR Code)

Bukan sekedar dijamu dengan jajanan tradisional, tapi juga berkenalan dengan Kampoeng Djadoel lewat tur ala famtrip yang biasa kami ikuti. Meski tur kali ini dilakukan malam hari, kami sangat antusias sekali.

Mengutip informasi yang disediakan oleh pihak Kampoeng Djadoel yang hanya perlu dipindai lewat smartphone, Kampung ini mulai bertransformasi pada akhir tahun 2016. Dulu, kampung ini kondisinya terlihat kumuh, gelap, banjir dan tak jarang pula terjadi kriminalitas.

Lalu, lewat bantuan dana dari PT PLN, kampung ini kemudian direvitalisasi dan akhirnya pada tanggal 29 April 2017, kampung ini diresmikan dengan wajah baru.

Rentang waktu antara tahun 2018-2019, kampung ini sukses membranding namanya hingga sekarang menjadi Kampoeng Djadhoel

Perubahan yang menginspirasi

Transformasi selalu memiliki dampak, begitu pula dengan apa yang terjadi pada Kampoeng Djadhoel. Kehadiran Kampoeng Djadhoel membantu geliat perekonomian warga dan kampung lebih tertata rapi dan bersih.

Perubahan lingkungan juga mengubah persepsi warga sekitar dan warga dari luar tentang Kampoeng Djadhoel itu sendiri.

...

Rasanya menulis tentang Kampoeng Djadhoel tidak bisa selesai dalam satu halaman. Sama seperti saat kami diceritakan oleh Pak Luwi yang penuh semangat mengenalkan Kampoeng Djadhoel kepada kami. 

Masih ada cerita di sini. Tur kami baru saja dimulai, kira-kira ada hal-hal menarik apa lagi dari sini?

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📱 Hari Media Sosial 2026: Antara FOMO Mal 23 & Gramedia Jalma, Serta Gagapnya Manajemen Krisis Digital

⚽️ Berburu Lokasi Nobar Resmi Piala Dunia 2026 di Kota Semarang: Siasat Hotel "Ganti Baju" hingga Markas Instansi

🏃‍♂️ Catatan Hari Kedua The Spark of Healthy Life 2026: Mengulas Cedera Olahraga Bersama Para Ahli

🎡 Agenda Jateng Fair 2026: Kembali Hadir 10 Hari dengan Tiket Masuk Gratis, Apa yang Baru?

🚲 Gowes ke Mal 23 Semarang: Di Mana Tempat Parkir Sepedanya?