Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juni 2026

Image
Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...

Desa Bahasa Borobudur yang Menawarkan Konsep Wisata Edutainment

Meski kami bisa berkunjung ke Desa Bahasa Borobudur yang terletak sekitar 3 km ke arah tenggara dari Candi Borobudur, kami tidak memiliki kesempatan untuk mengeksplore kawasan desa. Sangat disayangkan, tapi setidaknya kami pernah ke sini.

Hari kedua kegiatan Jateng On The Spot 2020 yang diadakan Disporapar Provinsi Jawa Tengah dari tanggal 7-9 November kemarin, setelah menaruh tas dan mandi di penginapan, kami langsung kembali bergegas untuk tujuan berikutnya.

Seperti judul halaman ini, Desa Bahasa Borobudur. Jadi ketika kamu melihat aktivitas kami seolah bersenang-senang, itu salah. Kami benar-benar lelah sebenarnya, tapi karena kegiatan dalam rangka promosi wisata, kami dan peserta lain harus selalu siap.

Sudah ada sejak 1998

Malam ini terasa panjang rasanya. Kedatangan kami dan rombongan disambut layaknya tamu vip. Tentu semua ini karena kordinasi dari pihak acara dan pihak desa bahasa.

Suasana yang sudah terasa hangat saat memasuki area jadi bertambah dengan pencahayaan yang berasal dari hall atau aula yang didesain dengan sangat menarik. Warna hijau karpet ditambah bantal-bantal pasir yang disediakan. Plus angklung-angklung yang berjejer di samping. Eh, kok angklung?

Setelah mengambil tempat masing-masing, tuan rumah memberi sambutan yang dimulai dengan Mr. Madu. Ternyata itu hanya nama yang diplesetin saja. Nama sebenarnya adalah Mas Hani Sutrisno.

Desa Bahasa sudah ada sejak tahun 1998. Kisah beliau sudah banyak diulas tentang awal mendirikan desa ini yang sekarang tidak sekedar menjadi tempat belajar bahasa Inggris khususnya, tapi menerima kunjungan wisata. Andai tidak pandemi, desa ini bisa didatangi ribuan masyarakat sekitar, hingga wisatawan mancanegara.

Kegiatan edutainment

Kami tidak membayangkan kehadiran kami di sini disuguhi berbagai macam kegiatan yang termasuk dalam bagian aktivitas yang dilakukan di Desa Bahasa. 

Mulai dari bermain angklung yang merupakan alat musik tradisional Jawa Barat, ternyata ada di sini. Kami mengikuti intruksi untuk menjadi sebuah irama yang enak ditelinga. Kegiatan lainnya ada 

  • Atraksi sulap atau fun magic
  • Fun English
  • Fun Game 
  • Sesi foto
Semua kegiatan yang kami sebut di atas termasuk dalam paket yang ditawarkan dari desa bahasa lewat selebaran yang diberikan saat kami pulang. Untuk mengikuti sesi ini, ternyata ditawarkan HTM Rp60.00.

Untuk jadwal kunjungan, kamu bisa datang (sesuai selebaran yang kami peroleh) dari jam :
  • Senin - Kamis     : 14.30 wib - selesai.
  • Jumat                  : Libur
  • Sabtu - Minggu   : 14.00 wib - selesai.
Bagian dari promosi wisata

Yang menarik diantara setiap kegiatan yang ditampilkan kepada kami, ialah fun English. Kami dan peserta lain diajak belajar menghafal 16 tenses dengan cara yang tidak pernah kami bayangkan sebelumnya. Yang pasti itu menarik dan membuat banyak tawa dan senyum.

Setelah puas dengan makan malam, bermain angklung, pertunjukkan dan belajar bahasa Inggris, sesi ditutup dengan sambutan Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Provinsi Jawa Tengah.

Tujuan kegiatan ini tak lain tak bukan untuk membangkitkan pariwisata di Jawa Tengah lewat para blogger dan media agar desa bahasa Borobudur lebih luas lagi infonya. Terutama era adaptasi kebiasaan baru sekarang ini.

...

Seperti sedang menyaksikan sebuah pertunjukkan dan berakhir, lalu pulang, itulah aktivitas kami malam kedua kegiatan Jateng On The Spot. Andai ada banyak waktu untuk melihat desa secara keseluruhan, tentu lebih menarik lagi tampilan halaman ini (foto-foto).

Jadi bila kamu sedang berkunjung ke Borobudur, bisa ditambah kunjungan ke desa-desa sekitar yang memiliki branding wisata, seperti Desa Bahasa ini. 

Lebih detailnya info tentang mereka bisa kunjungi situsnya di www.desa-bahasa.com atau akun Instagramnya di @desabahasa.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📱 Hari Media Sosial 2026: Antara FOMO Mal 23 & Gramedia Jalma, Serta Gagapnya Manajemen Krisis Digital

⚽️ Berburu Lokasi Nobar Resmi Piala Dunia 2026 di Kota Semarang: Siasat Hotel "Ganti Baju" hingga Markas Instansi

🏃‍♂️ Catatan Hari Kedua The Spark of Healthy Life 2026: Mengulas Cedera Olahraga Bersama Para Ahli

🎡 Agenda Jateng Fair 2026: Kembali Hadir 10 Hari dengan Tiket Masuk Gratis, Apa yang Baru?

🚲 Gowes ke Mal 23 Semarang: Di Mana Tempat Parkir Sepedanya?