Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juni 2026

Image
Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...

Menarik Cara Pesan Menu Makanan di Taman Indah Sari Restaurant Lewat QR Code

Bukan hanya diterapkan di kotal amal saja, dan pembayaran, QR code pun dapat diterapkan dalam pemesanan menu makanan. Seperti yang kami lihat di Taman Indah Sari Restaurant yang berada satu kawasan dengan The Wujil Resort & Conventions.

Pertengahan bulan Agustus kemarin, kami diundang berkunjung ke hotel Wujil. Karena datangnya pas jam makan siang, kami dijamu di Taman Indah Sari Restaurant.

Sebagai info, Taman Indah Sari Restaurant sudah menjadi legenda kuliner dengan usianya yang mencapai 20 tahun lebih. 

Tempat kuliner yang mudah dijangkau dari area lobi hotel ini dibuka kembali tahun 2016, berbarengan dengan kehadiran The Wujil Resort & Conventions. Sekarang keberadaannya satu paket dengan hotel.

Penerapan QR Code

Semenjak kami mengamati perkembangan QR code awal tahun 2020, kami banyak menemukan hal menarik. Seperti saat kami mulai duduk di lesehan tempat makan di sini.

Meja yang luas di depan kami tersedia papan pengumuman kecil (bingung menyebutnya) yang disertai kertas yang menggantung dengan QR code tertera di sana.

Kami langsung menscan QR code tersebut setelah diberi intruksi. Di sini tidak ada buku menu seperti biasanya. Apalagi ini juga terkait protokol kesehatan untuk mengurangi sentuhan di masa pandemi sekarang.

Setelah berhasil menscan kode QR, kami langsung diarahkan menuju Google Drive. Di sana setelah memilih email agar bisa masuk, tersedia buku menu lengkap dengan harganya.

Berharap hidangan datang juga lewat teknologi

Meski dibuat dengan cara sederhana, kami tetap mengapresiasi bagaimana pemanfaatan teknologi seperti QR code bekerja agar lebih cepat.

Kami harap makanan yang telah dipesan juga dapat dilakukan dengan teknologi. Setidaknya pemesanan langsung masuk ke server dan diterima langsung di dapur.

Sayangnya, harapan itu belum bisa di sini. Kami harus tetap memanggil karyawan yang bekerja untuk mencatat menu yang sudah kami pesan dari smartphone milik sendiri. 

Hemat kertas

Pelayanan pemesanan masih manual. Kami pikir itu juga bermanfaat untuk karyawan yang bekerja. Semenjak pandemi, orang-orang banyak yang terkena PHK. Mungkin ini pertimbangannya.

Melihat keuntungan sisi lainnya dengan QR code, ini juga lebih hemat kertas. Tidak akan rusak meski lama digunakan. Termasuk basah karena cipratan atau terkena hujan.

Masalah 

Bagaimana dengan tamu yang datang ke sini, namun ponselnya tidak mendukung atau bahkan tidak menginstal aplikasi QR Code? Ini masalah yang kami pikir memang karena kurang biasa saja.

Tapi di era sekarang, kami pikir semua merek ponsel sudah pasti mendukung fitur QR code. Bila belum pun hanya tinggal install aplikasinya saja.

Dengan WiFi yang tersedia di area, tentu lebih mudah cepat untuk menginstalnya di smartphone. Kami yakin, para karyawan sudah diberi arahan untuk membantu tamu yang mengalami kesulitan seperti ini.

...

Ini sangat menarik, apalagi terkait koronavirus. Meski memiliki beberapa kekurangan dan masih sederhana, penerapan QR code seperti ini memang sudah seharusnya dimanfaatkan.

Buat kamu yang berencana makan di Taman Indah Sari, jangan lupa install aplikasi QR code. Kami sendiri di sini memesan Nasi Bakar Kendil. Makanan seperti apa itu, klik di sini.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📱 Hari Media Sosial 2026: Antara FOMO Mal 23 & Gramedia Jalma, Serta Gagapnya Manajemen Krisis Digital

🏃‍♂️ Catatan Hari Kedua The Spark of Healthy Life 2026: Mengulas Cedera Olahraga Bersama Para Ahli

⚽️ Berburu Lokasi Nobar Resmi Piala Dunia 2026 di Kota Semarang: Siasat Hotel "Ganti Baju" hingga Markas Instansi

🎡 Agenda Jateng Fair 2026: Kembali Hadir 10 Hari dengan Tiket Masuk Gratis, Apa yang Baru?

🚲 Gowes ke Mal 23 Semarang: Di Mana Tempat Parkir Sepedanya?