Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juni 2026

Image
Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...

Komitmen Berikan Fasilitas Internet, XL Axiata Kerja Sama dengan Sekolah Sungai di Yogyakarta

Dalam siaran pers yang kami terima tanggal 24 September 2020, PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) terus melanjutkan komitmennya mendukung penyediaan fasilitas akses internet untuk pelajar yang harus mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ). Kali ini adalah Yogyakarta, seperti apa kerja sama tersebut?

Di Yogyakarta, dukungan tersebut berupa bantuan paket internet untuk 81 pelajar dan pemasangan router di “Sekolah Sungai” yang didirikan oleh Project Child Indonesia (PCI). Penyaluran dilaksanakan secara bertahap di tiga lokasi bantaran sungai yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta pada Kamis (24/9). 

Group Head Central Region XL Axiata, Rd. Sofia Purbayanti mengatakan, 

Selain pelajar yang bersekolah di sekolah formal, kebutuhan untuk bisa akses data juga dibutuhkan oleh anak-anak yang selama ini bersekolah di sekolah informal. Pandemi yang masih terus berlangsung juga menghalangi mereka untuk bisa bersekolah secara tatap muka dengan para pengajarnya. Contohnya anak-anak masyarakat berpenghasilan rendah yang tinggal dibantaran kali Winongo di Yogyakarta, yang selama ini bersekolah di Sekolah Sungai. Kami di XL Axiata sangat senang bisa bersama teman-teman aktivis untuk membantu akses internet bagi anak-anak kita tersebut.

Menurut Sofia, untuk mendukung kebutuhan akses internet, XL Axiata menyediakan paket internet khusus untuk para pelajar SD-SMP dalam komunitas Sekolah Sungai. 

Paket Internet ini telah disalurkan langsung ke 81 pelajar yang bermukim di masing-masing bantaran sungai. Tiap anak akan mendapatkan 10GB per bulan selama 3 bulan yang dapat digunakan untuk mengakses seluruh platform dan aplikasi di smartphone. 

Bantuan akses internet dari XL Axiata disalurkan ke Sekolah Sungai yang berlokasi di Kampung Jetisharjo Kecamatan Jetis Yogyakarta, Kampung Bener Kecamatan Tegalrejo Yogyakarta, dan Dusun Gowok Kecamatan Depok Sleman.

Tidak berhenti di situ, router yang disalurkan ke Sekolah Sungai bisa diakses secara bersamaan sekaligus hingga 32 perangkat baik smartphone, tablet, maupun laptop. 

XL Axiata juga membekali setiap router dengan paket data 20GB yang akan diisi setiap bulan selama setahun. Untuk menjaga dan memastikan router tersebut dimanfaatkan secara semestinya, XL Axiata menyerahkan pengelolaannya ke para pengajar yang tegabung dalam PCI. 

Program donasi akses internet untuk mendukung pelaksanaan PJJ ini akan terus XL Axiata perluas ke wilayah Indonesia lainnya. 

Sekolah Sungai sendiri merupakan salah satu program dari PCI yang lahir atas keinginan untuk berkontribusi terhadap pendidikan non-formal anak-anak, khususnya yang bermukim di area rawan bencana seperti bantaran sungai dan tepi pantai. 

Program ini ingin memastikan bahwa seluruh anak yang bermukim di bantaran sungai mampu memahami dan merasakan lingkungan belajar yang positif dan sehat.

Program Manager PCI, Anjani Tri Fatharini mengungkapkan, 

Sekolah Sungai merupakan program yang kami inisiasi dalam bentuk pendampingan terhadap pelajar SD-SMP di tiga daerah bantaran sungai Yogyakarta. Mayoritas penduduk yang bermukim di bantaran sungai ini bekerja sebagai buruh harian, pemulung, dan pekerja lepas. Dengan rata-rata jumlah penduduk sekitar 500 orang per dusun, sekitar 7% di antaranya merupakan anak-anak usia 7-13 tahun yang bergabung di Sekolah Sungai binaan PCI.”

Nadia menambahkan, di tengah pandemi ini ada begitu banyak tantangan yang mereka hadapi dalam menjalankan proses belajar mengajar. 

Sekolah Sungai yang tersebar di tiga dusun pun harus beradaptasi dengan penggunaan teknologi dalam proses belajar dan mengajar.

Selain kendala gawai, salah satunya adalah ketersediaan kuota internet. Masalah kuota data memang menjadi persoalan riil yang dihadapi banyak siswa sejak PJJ dilaksanakan. Bantuan akses internet gratis dari XL Axiata memang sangat mereka perlukan.

Gambar : XL

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📱 Hari Media Sosial 2026: Antara FOMO Mal 23 & Gramedia Jalma, Serta Gagapnya Manajemen Krisis Digital

🏃‍♂️ Catatan Hari Kedua The Spark of Healthy Life 2026: Mengulas Cedera Olahraga Bersama Para Ahli

⚽️ Berburu Lokasi Nobar Resmi Piala Dunia 2026 di Kota Semarang: Siasat Hotel "Ganti Baju" hingga Markas Instansi

🎡 Agenda Jateng Fair 2026: Kembali Hadir 10 Hari dengan Tiket Masuk Gratis, Apa yang Baru?

🚲 Gowes ke Mal 23 Semarang: Di Mana Tempat Parkir Sepedanya?