Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juni 2026

Image
Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...

Misi Microlibrary Warak Kayu dan Hari Aksara Internasional 2020

Ketika nama ini muncul lewat kanal berita yang terkirim ke email kami (Google Alerts), kami langsung tertarik untuk menjadwalkan kunjungan kami. Sekedar melihat lebih dekat, karena lokasinya dekat. Dan alasan kenapa Microlibrary ini mendapatkan penghargaan.

Berada di jalan Dr. Sutomo, satu kawasan dengan Kampung Pelangi, dari arah jalan kedua sisi perpustakaan berbahan kayu ini sudah kelihatan. Ini bukan saja nilai tambah sebagai destinasi wisata kami pikir. Tapi juga tempat belajar menarik karena ada tempat bermainnya.

Tujuan

Kami mencoba memahami tujuan atau misi dari keberadaan Microlibrary Warak Kayu ini dari website Liputan6.com yang menjadi referensi bacaan kami.

Bentuknya yang menyerupai rumah panggung memang menarik perhatian. Dengan bahan hampir seluruhnya kayu ini, membuat microlibraries meraih Popular Choice Winner pada kategori arsitektur perpustakaan menurut Architizer A+ Awards 2020. Tentang ini, sudah banyak yang menuliskannya.

Kami tertarik dengan bagaimana tujuan tempat ini dibuat. Dalam halamannya yang dipublish 9 Agustus 2020, Florina Henzelman sebagai Direktur dan Founder SHAU Indonesia menyebut, Microlibrary Warak Kayu memiliki tujuan utama untuk meningkatkan minat baca masyarakat, terutama anak-anak di lingkungan berpenghasilan rendah. 

"Kami melihat minat baca masyarakat Indonesia masih rendah," kata Florina.

"Oleh karena itu, kami berupaya untuk meningkatkannya dengan membuat microlibraries yang menjangkau masyarakat dengan strategi merangkul ruang-ruang komunitas. Tidak hanya perpustakaan saja, tetapi ada unsur bermain dan berkumpul bersama," tambahnya.

Hari Aksara Internasional 2020

Bertepatan dengan tulisan ini yang kami terbitkan bulan September, ternyata kami baru tahu tentang Hari Aksara Internasional yang diperingati setiap tanggal 8 September.

Tujuan dari peringatan yang dicanangkan oleh UNESCO (The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) ini adalah meningkatkan awareness warga dunia untuk memberantas buta huruf.

Yah, ternyata jumlah buta buta aksara atau bura huruf di dunia masih sangat mengkhawatirkan. Bahkan juga, banyak laki-laki dan perempuan yang tidak punya pengetahuan dasar membaca.

Di era sekarang ini, sangat riskan informasi yang beredar jadi santapan tanpa difilter. Maka tidak heran, berita bohong atau hoax terus tumbuh subur tanpa kita sadari.

Inilah yang harus disadari seperti yang dikatakan founder SHAU Indonesia tentang minat baca masyarakat Indonesia yang masih rendah.

5 gejala cacat sastra

Microlibrary Warak Kayu adalah salah satu upaya membawa perubahan dengan mengajak orang-orang kembali membaca. Apalagi dikonsep dengan sangat menarik, terutama sisi bangunannya. Kapan-kapan kami akan coba melihat seperti apa di dalamnya.

Momentum yang tepat untuk mengingatkan masyarakat untuk pentingnya melek aksara bagi individu, komunitas dan masyarakat.

Founder Penerbit Andal Krida Noesantara (AKOER) dan seorang Pakar Pemasaran Indonesia yang mencintai budaya Indonesia, Kafi Kurnia bahkan memberikan semangat kepada kita semua untuk terus menulis dan berkarya.

Beliau berharap momentum peringatan ini sebagai kebangkitan sastra Indonesia yang bisa dilakukan oleh para generasi milenial untuk menjadi pelopor dan pelestari budaya menulis karna sering membaca.

Ada 5 isu penting yang menandakan kita sedang mengalami cacat sastra menurut beliau yang menimbulkan kita mudah menyalurkan emosi kekesalan lewat saluran lain (media sosia).

  1. Sebagai bangsa besar kita kehilangan skills dan estetika berbahasa kita. Menulis indah - berpuisi - menulis surat - membuat cerpen dan sebagainya. Kita kehilangan panca indera berbahasa akibatnya kita cacat sastra.
  2. Kita kehilangan panggung sastra di media karena jumlah media cetak punah satu demi satu. Dulu kita punya majalah Horizon.
  3. Jumlah toko buku di Indonesia sedikit sekali. Kurang dari 350 toko. Minat baca kita minim sekali.
  4. Akibatnya kita tidak memiliki sastrawan lagi.
  5. Buku bermutu ikut punah. Sandiwara punah. Dan film kehilangan bahan baku cerita yang bagus.

Bantu Indonesia

Peringatan tahun 2020 ini, UNESCO mengangkat tema “Literacy Teaching and Learning in the Covid-19 Crisis and Beyond”. Masih soal berhubungan dengan Covid-19.

Gambar ilustrasi

Pandemi benar-benar menjadi tantangan tersendiri. Lewat peringatan Hari Aksara Internasional, orang-orang yang banyak di rumah sudah seharusnya menyisihkan waktu untuk lebih banyak membaca.

Mari kita bantu Indonesia dengan lebih baik lagi. Seperti yang dilakukan Microlibrary Warak Kayu dengan sekitarnya. Mengajak orang-orang kembali tertarik untuk membaca.

Atau lebih peduli lagi lewat sastra agar kemampuan berbahasa kita lebih baik. Kita bisa menghiasi saluran-saluran di media sosial dengan berbagai karya. 

Semakin banyak orang-orang peduli, maka kita sudah membantu Indonesia.
Selamat Hari Aksara Internasional

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📱 Hari Media Sosial 2026: Antara FOMO Mal 23 & Gramedia Jalma, Serta Gagapnya Manajemen Krisis Digital

⚽️ Berburu Lokasi Nobar Resmi Piala Dunia 2026 di Kota Semarang: Siasat Hotel "Ganti Baju" hingga Markas Instansi

🏃‍♂️ Catatan Hari Kedua The Spark of Healthy Life 2026: Mengulas Cedera Olahraga Bersama Para Ahli

🎡 Agenda Jateng Fair 2026: Kembali Hadir 10 Hari dengan Tiket Masuk Gratis, Apa yang Baru?

🚲 Gowes ke Mal 23 Semarang: Di Mana Tempat Parkir Sepedanya?