Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan April 2026

Image
Memasuki bulan April yang jatuh pada hari Rabu, suasana Semarang biasanya mulai bertransisi. Jika Maret lalu kita khusyuk dengan momen Ramadan dan Idulfitri, bulan ini kota ini terasa kembali bergairah dengan deretan acara yang lebih "berwarna". Hari ini cuaca Kota Semarang terpantau cerah. Entah apakah ini pertanda bahwa musim hujan telah berakhir dan Semarang kembali ke "setelan awal"—yang katanya, tiap orang yang tinggal di sini punya matahari sendiri-sendiri saking panasnya. Suara-suara tentang panasnya Semarang terdengar seru namun terkadang juga haru, terutama bagi mereka yang baru merantau atau tinggal di sini. Padahal, jika mau jujur dan realistis, masih ada kota lain yang jauh lebih panas dibanding Semarang. Menghadapi cuaca dan kondisi ekonomi saat ini memang perlu strategi; tetap kreatif tanpa harus membuat diri sendiri burnout atau kelelahan. Tema Besar: Perempuan Berdaya Jika melihat cover yang kami sematkan di halaman ini, tebakanmu benar bahwa tema ...

Melihat Koleksi Batik Mancanegara di Museum Batik Pekalongan


Setelah selesai belajar membatik, kami melanjutkan tur ruangan museum. Berbagai koleksi batik dari seluruh Indonesia ada di ruang pamer yang jumlahnya ada 3 ruangan. Tapi, tunggu dulu. Kami salat Jumat dulu sebelum masuk.

Baik, tidak perlu berlama-lama lagi. Mas Dewa, staf UPTD Museum berbicara kepada kami yang sudah melingkari beliau di depan ruangan pertama. Beliau memandu kami secara langsung.

Untuk edisi Desember ini, pameran batik mengusung tema 'Satu Dekade Pengakuan Batik Indonesia Sebagai Warisan Budaya Dunia'.

Ruangan pertama lebih bertema tentang sejarah hingga perbedaan batik dulu dan sekarang. Sedangkan ruangan kedua, berisi batik-batik dari berbagai daerah, luar Jawa hingga Mancanegara.

Ruangan kedua ini yang menarik perhatian kami. Koleksi batik Mancanegara yang ditaruh di ruangan ini berasal dari negara seperti Malaysia, Srilanka, dan India.

Saat kami berbicara dengan salah satu pemandu, Mbak Fifi, koleksi batik Mancanegara ini sebenarnya tidak memiliki nama yang khas. Karena istilah 'BATIK' di negara kita sudah mendunia, maka mereka pun menamakannya juga sebagai batik.


Di setiap koleksi, terdapat keterangan yang memudahkan pengunjung mengetahui informasi bagaimana batik mancanegara tersebut. Mulai dari mana asalnya, siapa penyumbangnya, dan sebagainya.

Video batik mancanegara

Mbak Fifi tertawa kecil saat kami mengatakan salah satu koleksi mancanegara ada yang berwarna pink. Sebagai orang yang hanya datang berkunjung, memang kami sangat menggelikan. Sepertinya kami butuh banyak mengetahui semua koleksi batik di dunia.

Untuk melengkapi halaman ini, kami membuat video yang sudah dipajang di Instagram TV maupun Youtube. Durasinya kurang dari 3 menit. Tapi ada perbedaan dari segi ukuran. Untuk ukuran horisontal, kami membawa video dari IG TV.  Sedangkan Youtube, bisa dilihat di sini.


..

Meski Pekalongan termasuk kota kecil, namun untuk branding, Pekalongan sangat kuat. Khususnya di Batik. Bicara kunjungan wisatawan, saat kami datang berkunjung, Museum sudah didatangi 19 ribu pengunjung dan diharapkan 20 ribuan di akhir tahun.

Tertarik untuk berkunjung tahun 2020? 

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

☕ Mencicipi Coco Latte: Saat Hydro Coco dan Anomali Coffee "Salaman" di Pelataran MAJT

📌 Agenda Kota Semarang Bulan April 2026

🏥 Menjelajahi Lantai 3 Cardea Semarang: Zona 'Recovery' yang Naik Kelas

♻️ Jangan Dibuang! Jejak Karbon di Balik Kotak Nasi Buka Puasa Masjid Agung Jawa Tengah

📱 Dilema Android Lawas di Tahun 2026: Mengapa Versi OS Kini Lebih Penting daripada Sekadar Merek Hape