Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
[Event] Peresmian Monod Laras Di Gedung Monod Diephuis Kota Lama Semarang
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Bertepatan dengan hari Pahlawan Nasional, 10 November, berlangsung peresmian perkumpulan Karawitan dan Pedalangan di kawasan Kota Lama. Acara sendiri dibalut dengan berbagai kegiatan, seperti pameran wayang, pentas seni, pameran fotografi dan masih banyak lagi.
Kota Lama Semarang terus bergairah. Kali ini bukan tempat nongkrong atau kuliner yang diresmikan dan dibuka, namun tempat berkesenian. Dan ini jadi kabar baik berikutnya yang dapat diikuti bangunan-bangunan lainnya di masa depan.
Diresmikan Kementerian Pendidikan dan Budaya
Kami sendiri sudah mengumumkan acara ini beberapa hari sebelumnya di blog dotsemarang. Kami pikir ini menarik untuk diketahui dan menjadi referensi akhir pekan buat wisatawan yang datang ke Semarang.
Saat hari peresmian, Sabtu pagi (10/11/2018), yang hadir mewakili Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) adalah pak Restu Gunawan yang menjabat sebagai Direktur Kesenian.
Harapan beliau dalam sambutannya adalah kota-kota lain yang memiliki gedung seperti Monod Diephuis dapat dimanfaatkan sebagai tempat berkegiatan, seperti kesenian.
Selengkapnya tentang harapan pak Restu tentang peresmian ini yang sempat diwawancarai rekan-rekan media bisa ditengok video berikut. Kami mengemasnya dalam format slideshow audio.
Memperingati Hari Wayang Sedunia
Momentum acara peresmian ini juga sekaligus memperingati hari Wayang Sedunia yang jatuh pada tanggal 7 November. Saat acara, pak Agus, pemilik gedung bertanya tentang kapan hari Wayang Nasional diperingati.
Menurut pak Restu, ini tinggal menunggu waktu saja. Masalah regulasi masih menjadi persoalan. Semua sedang berusaha untuk menyelesaikannya.
Live event
Selama acara berlangsung bukan hanya pak Restu yang berbicara dihadapan hadirin yang datang, ada beberapa orang lainnya. Berikut live event, yang kami kemas dalam moment Twitter.
Selamat buat orang-orang yang berada dibalik gedung Monod. Banyak kegiatan yang sudah dilakukan di sini. Kamu juga dapat memanfaatkan gedung ini, semisal mencari tempat untuk acara di Semarang. Ikuti akun instagram Monod di @monod_diephuis.
Piala Dunia 2026 tinggal hitungan jam saat kami menulis halaman ini. Benar-benar sebuah ketidaksengajaan yang berujung jadi konten. Gara-gara sedang berselancar di Instagram dan menemukan unggahan dari akun resmi TVRI Jawa Tengah yang membagikan daftar lokasi nonton bareng (nobar) resmi, kami langsung tergerak untuk membawanya ke blog. Lagi-lagi ini menjadi ide dadakan. Entah kenapa ingatan kami langsung terlempar pada bulan Februari kemarin, saat kami sedang bersepeda santai menuju Car Free Day (CFD) Simpang Lima. Waktu itu, kami sempat berpapasan dengan kampanye promosi berbau Piala Dunia 2026 . Aktor di balik layarnya ternyata masih sama: TVRI Jawa Tengah, sang pemegang hak siar resmi lewat program global mereka yang bertajuk "Bola Gembira" . Karena gelaran sepak bola terakbar ini hanya datang empat tahun sekali, kami pikir tidak ada salahnya ikut memeriahkan euforianya lewat coretan di blog. Apalagi aturan hak siar dan izin nobar sekarang semakin ketat. Membagikan tempat...
Selamat Hari Media Sosial, warga Semarang! Tidak terasa, setiap tanggal 10 Juni kita kembali diingatkan bagaimana platform digital telah mengubah cara kita menjalani hidup sehari-hari. Bagi kita yang menetap dan tumbuh di Kota Semarang, media sosial bukan lagi sekadar ruang pamer foto estetik, melainkan penggerak utama dari langkah kaki kita di sudut-sudut Kota Atlas. Mengingat momen ini, kami mendadak teringat dengan tulisan kami tepat setahun yang lalu ( Hari Media Sosial 2025: Mal Semarang Jago Main IG ). Saat itu, kami memberikan apresiasi tinggi kepada tim kreatif dan admin mal di Semarang yang makin jempolan mengelola Instagram. Mereka sukses mengubah akun mal menjadi pusat agenda kota yang interaktif, estetik, dan sangat fast response . Kami bahkan menyarankan pentingnya dorongan konten dan strategi digital untuk meramaikan tempat yang sepi. Setahun berselang, di bulan Juni 2026, lanskapnya ternyata sudah melompat jauh lebih ekstrem. Bukan lagi sekadar jago membuat konten agenda...
Setelah euforia hari pertama soft opening berlalu, kami penasaran untuk menjajal nekat bersepeda menuju kawasan POJ City. Tujuannya apalagi kalau bukan melihat langsung mal yang digadang-gadang terbesar di Jawa Tengah, Mal 23 Semarang . Tantangannya tentu lebih seru kali ini karena kami datang dengan cara gowes. Siapa sangka pada Minggu pagi, 24 Mei 2026, kami benar-benar melakukannya. Meski ini bukan kali pertama kami bersepeda ke arah pesisir, tetap saja semangat dan antusiasmenya terasa berbeda karena ada magnet baru di sana. Jika biasanya rute Minggu pagi dihabiskan ke CFD Simpang Lima, kali ini kemudi sepeda kami arahkan menuju kawasan Marina. Jaraknya dari pusat kota sendiri berkisar sekitar 8,7 km. Di media sosial, pembicaraan tentang 23 Semarang Shopping Center memang luar biasa masif. Tidak heran begitu kami tiba di lokasi, suasananya persis seperti yang dibayangkan: ramai dan penuh antusiasme. Beberapa waktu belakangan, tren FOMO (Fear of Missing Out) di Kota Semarang memang...
Pertengahan tahun di Kota Semarang rasanya belum lengkap kalau belum membahas kompleks PRPP Jawa Tengah di kawasan Anjasmoro. Ya, gelaran pesta rakyat terbesar di Jawa Tengah, Jateng Fair 2026, sudah resmi masuk dalam radar agenda kota bulan ini. Bagi kamu yang sudah mulai mencari tahu kapan event ini dimulai, catat tanggalnya: Jateng Fair 2026 akan berlangsung selama 10 hari, mulai dari tanggal 26 Juni hingga 5 Juli 2026. Format durasi yang lebih padat ini tampaknya kembali dipertahankan oleh pihak penyelenggara, PT PRPP Jawa Tengah. Sama seperti tahun lalu, kebijakan tiket masuk gratis juga kembali diterapkan untuk menarik antusiasme masyarakat secara massal ke area pameran . Namun, perlu dicatat ya! Gratis di sini hanya berlaku untuk memasuki area kompleks pameran dan stan Jateng Fair saja. Bagi kamu yang mengincar keseruan panggung hiburan musiknya, tetap diwajibkan mengantongi tiket masuk berbayar. Dengan target yang dipatok hingga 300 ribu pengunjung, apakah Jateng Fair t...
Bagi masyarakat Kota Semarang, nama SMC RS Telogorejo tentu sudah tidak asing lagi sebagai salah satu pusat layanan kesehatan modern. Namun, jika tidak ada urusan medis yang mendesak, area interior rumah sakit sering kali menjadi teritori yang canggung untuk sekadar dikunjungi. Beruntung, momentum seminar The Spark of Healthy Life 2026 menjadi tiket masuk bagi kami untuk mengeksplorasi salah satu fasilitas paling gres dan premium yang mereka miliki: Auditorium Lantai 3 Gedung Cattleya . Fasilitas yang tergolong masih sangat baru—karena baru saja resmi diresmikan pada 9 Juni 2025 lalu—menyuguhkan impresi urban yang sangat kuat, jauh dari kesan kaku khas lingkungan rumah sakit konvensional. Transisi Unik Melalui Lift Tanpa Sentuh dan Rooftop Garden Pengalaman premium sudah dimulai sejak kami melangkah menuju akses utama Gedung Cattleya. Untuk mencapai lokasi di lantai 3, pengunjung diarahkan menggunakan lift modern yang sudah mengadopsi teknologi touchless alias tanpa sentuh. Cukup me...
Comments
Post a Comment