Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juni 2026

Image
Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...

Berkunjung ke Museum Batik Pekalongan


Museum Batik Pekalongan terletak di kawasan Jetayu, yang menurut informasi kawasan ini merupakan kota lamanya Pekalongan. Setelah makan siang di Rumah Makan Masduki untuk mencoba Garang Asem yang khas dari kota batik ini.

Tak butuh waktu lama untuk sampai di Museum Batik Pekalongan dari tempat makan siang kalau naik bus. Sekitar pukul 13.00 rombongan FamTrip sampai juga disini untuk melihat koleksi batik disini.

Sampai di sini, pemandu museum sudah menyambut kedatangan rombongan FamTrip dengan hangat. Ini pertama kalinya saya ke Museum Batik yang ada di Pekalongan.

Apa yang menarik disini?


Museum Batik Pekalongan ini menempati Gedung Keuangan Pabrik Gula Pekalongan. Bangunan yang ditempati ini mulai digunakan untuk museum pada tahun 2010. Ada 1200 koleksi batik yang tersimpan disini.

Ada batik Pekalongan, Batik Solo, Batik Yogjakarta, Batik Kalimantan dan masih banyak lainnya. Selain Batik dari Indonesia, ada Batik dari negara tetangga seperti Batik Malaysia, Batik Srilangka dan Batik dari India.

Tapi untuk jumlah koleksi di museum Batik Pekalongan, jumlahnya tidak lebih banyak dari koleksi Batik yang ada di Museum Batik Danar Hadi di Solo.

Ada sekitar 100 batik yang dipamerkan dari 1200 batik. Informasi menarik yang saya dapatkan disini, setiap tahun batik – batik yang dipamerkan diganti dengan batik yang disimpan. Tujuannya adalah untuk menjaga kain batik dan perawatan khusus.

Khusus untuk ruang pamer Temporary, kain batik yang dipamerkan diganti sesuai dengan tema. Misalnya bulan April, momentnya adalah HUT Pekalongan, maka kain batik yang di pamerkan akan diganti. Dan akan diganti lagi 3 bulan kemudian.

Selain ruang pamer koleksi batik, di Museum Batik Pekalongan juga terdapat tempat workshop membatik. Untuk tempat workshop membatik ini menjadi sarana untuk belajar membatik bagi pengunjung museum baik menggunakan canting maupun cap.

Selanjutnya ruang teater, disini pengunjung bisa melihat video singkat mengenai sejarah museum dan batik di Pekalongan.

by @moiismiy
Gambar : Twitter @VisitJawaTengah
*Diperbarui 21 Desember 2019

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📱 Hari Media Sosial 2026: Antara FOMO Mal 23 & Gramedia Jalma, Serta Gagapnya Manajemen Krisis Digital

🏃‍♂️ Catatan Hari Kedua The Spark of Healthy Life 2026: Mengulas Cedera Olahraga Bersama Para Ahli

⚽️ Berburu Lokasi Nobar Resmi Piala Dunia 2026 di Kota Semarang: Siasat Hotel "Ganti Baju" hingga Markas Instansi

🎡 Agenda Jateng Fair 2026: Kembali Hadir 10 Hari dengan Tiket Masuk Gratis, Apa yang Baru?

🚲 Gowes ke Mal 23 Semarang: Di Mana Tempat Parkir Sepedanya?