Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juni 2026

Image
Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...

Pekerjaan Social Media specialist, Begini Cara Kerjanya


Spesialis media sosial barangkali masih menjadi pekerjaan yang masih asing di telinga. Sepuluh tahun yang lalu, kita bahkan belum pernah mendengarnya. Kini hampir setiap perusahaan dengan brand ternama atau agensi iklan membutuhkan seorang spesialis media sosial.

Profesi ini memang baru populer sekitar 2010 hingga 2011-an. Meskipun sebelum itu, pemanfaatan Twitter dan Facebook untuk brand activity sudah banyak, ungkap Agnes Marlita yang menjadi konsultan branding sosial media sejak 2009.

Sebuah brand, jelas dia, selalu membutuhkan aktivitas untuk tetap eksis. Media sosial menawarkan secara gratis untuk dimanfaatkan brand sebagai tempat tumbuh dan berkegiatan. Media sosial itu banyak digunakan orang. Aksesnya cepat dan responsnya langsung. Yang dibutuhkan tinggal cara mengelolanya agar mencuri perhatian massa di dunia maya tersebut.

Nah, inilah tugas seorang social media specialist. Mereka dituntut kreatif dan selalu update untuk bisa masuk dan mencuri perhatian. Tanggung jawabnya meliputi membuat campaign hingga running harian, imbuh founder Dinergy, Social Media Personal Branding & Public Speaking, itu.

Agnes menerangkan bahwa di perusahaan yang serius menggarap sektor media sosial, seorang social media specialist tidak bekerja sendirian. Biasanya, mereka tergabung dalam suatu divisi. Kami merancang strategi dan siapa eksekutornya. Ada desain grafis, creative content writer, admin, macam-macam. Istilahnya, kami ini tim kreatifnya, ungkapnya.

Untuk tren 2015, menurut Agnes, sedang disukai konten-konten kreatif visual. Gambar grafis, foto, hingga video akan disambar netizen.

Bekerja di bidang media sosial menuntut Agnes untuk selalu update tentang segala hal yang sedang terjadi di jagat media sosial sehari-hari. Terlebih, update di media sosial sangat cepat, gampang dibakar, tapi mudah pula padam. Jadi, kalau ketinggalan sedikit, kita nggak bisa ikut masuk dalam tren.

Proses kreatifnya, otomatis, harus makin cepat, jelasnya. Meski terlihat sepele karena berada di ranah media sosial, sebenarnya strategi yang dilempar selalu direncanakan dengan matang, terukur, dan teranalisis. Hasilnya pun cepat. Jika program TV menunggu hasil rating keluar, respons kampanye di media sosial bisa terlihat langsung. Itu yang justru membikin dag-dig-dug.

Apakah kampanye di media sosial bisa menekan bujet jika dibandingkan dengan membuatnya di media lain? Jawabannya belum tentu. Untuk personal branding, media sosial memang bisa sangat murah.

Tapi, untuk yang lain, bergantung bagaimana kampanye yang ingin dilakukan. Misalnya, kita harus membayar buzzer seperti kampanye politik yang ramai tahun lalu. Itu tidak murah, jelas alumnus Universitas Trisakti tersebut.

Yang jelas, dalam pekerjaan itu, mau tidak mau, seorang social media specialist juga menceburkan diri ke dunia maya hampir 24 jam. Dia harus selalu update dan membuka wawasan seluas-luasnya sehingga tidak terbatas pada satu bidang interest saja.

Kemampuan menulis yang catchy mutlak dibutuhkan. Sama dengan membuat headline. Kita sedang membuat orang penasaran untuk mengikuti kita, kata perempuan yang sekarang juga menjadi trainer personal branding social media tersebut.

Sumber Jawa Pos atau yang asli  klik di sini.
Gambar : Ilustrasi

Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Comments

Popular posts from this blog

📱 Hari Media Sosial 2026: Antara FOMO Mal 23 & Gramedia Jalma, Serta Gagapnya Manajemen Krisis Digital

🏃‍♂️ Catatan Hari Kedua The Spark of Healthy Life 2026: Mengulas Cedera Olahraga Bersama Para Ahli

⚽️ Berburu Lokasi Nobar Resmi Piala Dunia 2026 di Kota Semarang: Siasat Hotel "Ganti Baju" hingga Markas Instansi

🎡 Agenda Jateng Fair 2026: Kembali Hadir 10 Hari dengan Tiket Masuk Gratis, Apa yang Baru?

🚲 Gowes ke Mal 23 Semarang: Di Mana Tempat Parkir Sepedanya?