Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juni 2026

Image
Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...

Coba Nasi Goreng Kebuli Pertama Kali di HOC Cafe Semarang, Rasanya Bikin Penasaran!

Sudah lama kami penasaran dengan HOC Cafe Semarang, tempat yang sering kami lewati tiap Kamis malam saat menuju lapangan futsal. Lokasinya strategis karena berada di kawasan Undip Pleburan. Bulan Agustus kemarin, akhirnya kami berkesempatan mampir ke sana.

Ada cerita menarik di balik kunjungan pertama ini. Beberapa hari sebelumnya, kami sudah merencanakan makan di sebuah tempat bernuansa Sunda bersama rekan-rekan. Namun, rencana tinggal rencana, di hari-H ternyata tempatnya sedang tutup.

Karena tidak mau gagal, kami langsung putar otak dan memutuskan pindah ke Hayam Wuruk Old Cafe atau HOC Cafe yang masih satu kawasan. Salah satu rekan kami pernah ke sana, jadi tanpa ragu kami langsung meluncur ke sana.

Atmosfer Tempo Dulu yang Bikin Betah

Dari luar, kami selalu penasaran dengan bentuk bangunan HOC Cafe. Terlihat seperti rumah biasa, bukan kafe yang selama ini kami bayangkan. Tapi begitu masuk, bayangan kami langsung terjawab. Sesuai namanya, kafe ini memang mengusung tema tempo dulu atau vintage dengan sentuhan modern.

Bagian dalamnya memiliki arsitektur yang menarik dan interior yang dipenuhi barang-barang kuno. Suasananya nyaman dan cocok sekali untuk bernostalgia. HOC Cafe menyediakan area indoor dan outdoor, jadi kami bisa memilih tempat duduk sesuai selera.

Bertemu Nasi Goreng Kebuli untuk Pertama Kali

Karena kunjungan ini tidak terencana, kami tidak banyak mengeksplorasi buku menu. Perut kami sudah lapar dan memasuki jam makan siang. Awalnya, kami ingin memesan Nasi Goreng Ikan Asin, tapi salah satu rekan menawarkan untuk coba Nasi Goreng Kebuli.

Kami pun penasaran. Jarang-jarang ada menu nasi kebuli digoreng. Kebuli yang identik dengan cita rasa Timur Tengah, tentu akan memberikan rasa berbeda. Rempah-rempah yang kuat seperti kapulaga, cengkeh, dan kayu manis, pasti akan membuat nasi goreng ini lain dari yang lain.

Saat hidangan tiba, kami mencicipinya dan langsung setuju kalau rasanya memang enak! Kami yang bukan ahli makanan ini pun hanya bisa tertawa dan mengangguk puas. Bumbunya terasa kaya dan aromanya lebih kuat, mirip nasi kebuli asli, tapi disajikan dalam bentuk nasi goreng yang lebih akrab di lidah orang Indonesia.

Nasi Goreng Kebuli di HOC Cafe ini dibanderol dengan harga Rp33.000. Untuk kami yang suka mencari makan hemat, harga ini lumayan mahal, tapi bagi para pecinta kuliner, harga ini cukup sebanding dengan rasa dan pengalaman yang ditawarkan.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📱 Hari Media Sosial 2026: Antara FOMO Mal 23 & Gramedia Jalma, Serta Gagapnya Manajemen Krisis Digital

🏃‍♂️ Catatan Hari Kedua The Spark of Healthy Life 2026: Mengulas Cedera Olahraga Bersama Para Ahli

⚽️ Berburu Lokasi Nobar Resmi Piala Dunia 2026 di Kota Semarang: Siasat Hotel "Ganti Baju" hingga Markas Instansi

🎡 Agenda Jateng Fair 2026: Kembali Hadir 10 Hari dengan Tiket Masuk Gratis, Apa yang Baru?

🚲 Gowes ke Mal 23 Semarang: Di Mana Tempat Parkir Sepedanya?