Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juni 2026

Image
Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...

Bolang-Baling Termahal di Kota Semarang?

Sabtu malam lalu (20/9), kami kembali ke Bolang-baling Gang Lombok. Dulu, saat pertama kali mencicipinya di tahun 2019, harganya masih Rp7.000. Sekarang?

Jalan Pekojan, Semarang, belakangan ini memang jadi sorotan di media sosial karena mendadak ramai dikunjungi anak muda. Saking ramainya, beberapa pengguna medsos sampai menyebutnya 'Semarang fomo'

Kami mencoba melihat langsung fenomena ini dan memang benar adanya. Luar biasa, tapi kami akan bahas di lain waktu. Sekarang, kami mau fokus ke jajanan satu ini yang harganya bikin geleng-geleng kepala dan jualannya ada di sekitar Pekojan juga.

Bolang-Baling Gang Lombok

Lokasinya masih sama seperti dulu, yaitu di dekat jembatan arah Klenteng Tay Kak Sie. Gerobaknya tampak lebih rapi dan menarik dari sebelumnya. Yang bikin senang, mereka sudah menerima pembayaran non-tunai lewat QRIS.

Awalnya, kami tak ada niat membeli jajanan ini saat memantau Pekojan. Entah kenapa, ban sepeda kami tiba-tiba berhenti di depan gerobaknya. Kami pikir harganya masih di bawah Rp10.000, mengingat artikel yang pernah kami unggah di blog lama harganya masih Rp7.000. Eh, saat bertanya, harganya ternyata Rp13.000.

Rasanya nyesek. Harga segitu bisa buat beli lauk di warteg untuk makan seminggu. Tapi karena sudah terlanjur bertanya, kami tak bisa mundur meski dompet sudah menjerit. Akhirnya, mau tak mau, kami beli juga bolang-baling seharga Rp13.000 per buahnya.

Termahal di Semarang?

Sejauh ini, kami bisa bilang iya. Dibandingkan dengan bolang-baling legendaris lain di Peterongan, Gang Lombok ini tetap yang paling mahal.

Namun, harga Rp13.000 itu bukan tanpa alasan. Bolang-balingnya berukuran raksasa. Selain itu, jualannya sudah ada sejak tahun 1950-an. Entah ini sudah generasi ke berapa, yang jelas, bolang-baling ini punya sejarah panjang.

Meski harganya bikin kaget, ada hikmahnya. Kami jadi punya materi tulisan baru untuk dibandingkan dengan postingan lama kami. Dan yang paling penting, rasanya tetap enak kok.

Kalau kalian, sudah pernah coba belum?

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📱 Hari Media Sosial 2026: Antara FOMO Mal 23 & Gramedia Jalma, Serta Gagapnya Manajemen Krisis Digital

⚽️ Berburu Lokasi Nobar Resmi Piala Dunia 2026 di Kota Semarang: Siasat Hotel "Ganti Baju" hingga Markas Instansi

🏃‍♂️ Catatan Hari Kedua The Spark of Healthy Life 2026: Mengulas Cedera Olahraga Bersama Para Ahli

🎡 Agenda Jateng Fair 2026: Kembali Hadir 10 Hari dengan Tiket Masuk Gratis, Apa yang Baru?

🚲 Gowes ke Mal 23 Semarang: Di Mana Tempat Parkir Sepedanya?