Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juni 2026

Image
Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...

Festival Seni Budaya Lintas Agama dan Pawai Ogoh-ogoh 2025: Semarang Rayakan Toleransi

Pada Sabtu, 26 April 2025, Kota Semarang kembali meriah dengan Festival Seni Budaya Lintas Agama dan Pawai Ogoh-ogoh 2025, sebuah perayaan keberagaman yang memukau ribuan warga. Bertema "Keberagaman sebagai Perekat Persatuan dan Kesatuan Guna Mendukung Program Ayo Wisata ke Semarang", acara ini memperingati Hari Raya Nyepi, HUT Kota Semarang ke-478, serta mempromosikan toleransi dan wisata budaya. Bagi keluarga yang mencari pengalaman wisata, festival ini wajib masuk daftar!

Rute dan Suasana Pawai

Pawai dimulai pukul 15.15 WIB dari Balai Kota Semarang, melintasi Jalan Pandanaran, dan berakhir di Lapangan Pancasila, Simpang Lima. Ribuan warga memadati rute, meski hujan sempat mengguyur sesaat setelah pawai dimulai. Untungnya, hujan cepat reda, dan semangat peserta tak pudar. 

Sekitar 850 orang dari berbagai komunitas berpartisipasi, termasuk umat Hindu, Islam, Kristen, Katolik, Buddha, Konghucu, dan Penghayat Kepercayaan, serta perwakilan dari ISI Yogyakarta dan Bali.

Atraksi Memukau

Pawai menampilkan tiga ogoh-ogoh, patung simbolik yang menggambarkan Bhuta Kala (sifat negatif manusia), namun di Semarang bersifat inklusif dan budaya. Ada pula Warak Ngendog oleh Peradah Semarang, barongsai dari komunitas Tionghoa, dan iringan musik baleganjur. Acara ditutup dengan sendratari Legenda Selat Bali yang memukau di Simpang Lima.

Makna Festival

Festival ini menunjukkan harmoni antarumat beragama dan mendukung program Ayo Wisata ke Semarang. Digelar sejak 2010 (meski terhenti selama pandemi), acara ini memperkuat Semarang sebagai kota toleran. Meski ada kendala anggaran, antusiasme warga tetap tinggi, membuktikan dukungan terhadap budaya dan kerukunan.

Baca Lebih Lanjut

Penasaran dengan cerita di balik layar, seperti interaksi seru dengan peserta pawai atau tips menikmati festival tahun depan? Dukung kami di Trakteer untuk membaca artikel lengkapnya DI SINI, termasuk foto eksklusif dan panduan wisata Semarang! Donasi Anda membantu kami terus berbagi cerita budaya lokal.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📱 Hari Media Sosial 2026: Antara FOMO Mal 23 & Gramedia Jalma, Serta Gagapnya Manajemen Krisis Digital

🏃‍♂️ Catatan Hari Kedua The Spark of Healthy Life 2026: Mengulas Cedera Olahraga Bersama Para Ahli

⚽️ Berburu Lokasi Nobar Resmi Piala Dunia 2026 di Kota Semarang: Siasat Hotel "Ganti Baju" hingga Markas Instansi

🎡 Agenda Jateng Fair 2026: Kembali Hadir 10 Hari dengan Tiket Masuk Gratis, Apa yang Baru?

🚲 Gowes ke Mal 23 Semarang: Di Mana Tempat Parkir Sepedanya?