Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan April 2026

Image
Memasuki bulan April yang jatuh pada hari Rabu, suasana Semarang biasanya mulai bertransisi. Jika Maret lalu kita khusyuk dengan momen Ramadan dan Idulfitri, bulan ini kota ini terasa kembali bergairah dengan deretan acara yang lebih "berwarna". Hari ini cuaca Kota Semarang terpantau cerah. Entah apakah ini pertanda bahwa musim hujan telah berakhir dan Semarang kembali ke "setelan awal"—yang katanya, tiap orang yang tinggal di sini punya matahari sendiri-sendiri saking panasnya. Suara-suara tentang panasnya Semarang terdengar seru namun terkadang juga haru, terutama bagi mereka yang baru merantau atau tinggal di sini. Padahal, jika mau jujur dan realistis, masih ada kota lain yang jauh lebih panas dibanding Semarang. Menghadapi cuaca dan kondisi ekonomi saat ini memang perlu strategi; tetap kreatif tanpa harus membuat diri sendiri burnout atau kelelahan. Tema Besar: Perempuan Berdaya Jika melihat cover yang kami sematkan di halaman ini, tebakanmu benar bahwa tema ...

Kursi-kursi Bandara di Kota Semarang Sekarang Sudah Tidak Ada Fasilitas Charging?

Saat awal-awal bandara baru Kota Semarang jadi, sebagian kursi di ruang tunggu keberangkatan ada yang sudah terdapat fasilitas charging atau stok kontak. Termasuk bandara Soekarno-Hatta (Jakarta) yang saat itu kami rasakan sebagai fasilitas mewah untuk sekelas penumpang seperti kami.

Beberapa tahun kemudian, tepatnya bulan Maret 2024, kami sedang berada di bandara Kota Semarang yang akan pergi ke Jakarta dengan salah satu maskapai. 

Karena sudah lama tidak pergi-pergi dengan pesawat, kami baru ngeh jika kursi-kursi dulu yang ada tempat colokan listrinya sudah tidak tersedia lagi. Namun, colokan listriknya tersedia di satu terminal atau terpusat pada lokasi tertentu.

Tidak masalah sebenarnya. Hanya saja, terminal terpusat tersebut tidak membuat kami nyaman apabila hape kami ingin mengisi daya. Kami harus berdiri sambil menggunakan ponsel kami apabila ingin membuka hape atau membalas pesan.

Charging station atau maksud kami terminal

Kabel charger juga terbatas panjangnya, sehingga tidak bisa dibawa dengan posisi duduk atau jauh dari terminal. Belum lagi jika yang nge-charger banyak orang. Suasananya seperti sedang mengerubuti tukang kopi yang sedang antri menunggu giliran.

Bila harus ditinggal pun, terkadang was-was juga. Kalau duduknya dekat terminal sih, nggak masalah hape dan charger ditinggal karena bisa dipantau. Namun jika duduknya agak jauh, khawatinya hape yang ditaruh di terminal bisa saja hilang.

Gara-gara ini kami jadi ingat kursi yang ada fasilitas charging-nya. Sudah kami cari dan tanyakan kepada petugas bandara bahwa kursi sekarang sudah tidak ada fasilitas charginnya. Duh, jadi merepotkan juga sekarang.

Percuma ada akses WiFi gratis tapi hape baterianya lowbat. Mau tidak mau, kudu bersabar menunggu hingga baterai hape terisi. Sepertinya hape dengan fasilitas fast charging baru kerasa di sini kelebihannya. Bagaimana dengan hape yang harus mengisi baterainya sangat lama?

...

Mungkin sebenarnya ada, kami saja yang kurang ngeh dan tidak mencarinya secara menyeluruh. Tapi kan sudah kami konfirmasi sama petugas di sana *eh 😅 | Jika kamu melihatnya, bagikan info terbarunya di kolom kometar, ya.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

☕ Mencicipi Coco Latte: Saat Hydro Coco dan Anomali Coffee "Salaman" di Pelataran MAJT

📌 Agenda Kota Semarang Bulan April 2026

🏥 Menjelajahi Lantai 3 Cardea Semarang: Zona 'Recovery' yang Naik Kelas

♻️ Jangan Dibuang! Jejak Karbon di Balik Kotak Nasi Buka Puasa Masjid Agung Jawa Tengah

📱 Dilema Android Lawas di Tahun 2026: Mengapa Versi OS Kini Lebih Penting daripada Sekadar Merek Hape