Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan April 2026

Image
Memasuki bulan April yang jatuh pada hari Rabu, suasana Semarang biasanya mulai bertransisi. Jika Maret lalu kita khusyuk dengan momen Ramadan dan Idulfitri, bulan ini kota ini terasa kembali bergairah dengan deretan acara yang lebih "berwarna". Hari ini cuaca Kota Semarang terpantau cerah. Entah apakah ini pertanda bahwa musim hujan telah berakhir dan Semarang kembali ke "setelan awal"—yang katanya, tiap orang yang tinggal di sini punya matahari sendiri-sendiri saking panasnya. Suara-suara tentang panasnya Semarang terdengar seru namun terkadang juga haru, terutama bagi mereka yang baru merantau atau tinggal di sini. Padahal, jika mau jujur dan realistis, masih ada kota lain yang jauh lebih panas dibanding Semarang. Menghadapi cuaca dan kondisi ekonomi saat ini memang perlu strategi; tetap kreatif tanpa harus membuat diri sendiri burnout atau kelelahan. Tema Besar: Perempuan Berdaya Jika melihat cover yang kami sematkan di halaman ini, tebakanmu benar bahwa tema ...

Influencer Politik di Kota Semarang?

Ada bahasan menarik saat Bawaslu Kota Semarang mengadakan acara bertajuk Sosialisasi Pengawasan Partisipatif dengan tema “Awasi Pemilu Melalui Jarimu”, Selasa kemarin (21/3). Salah satu pemateri yang merupakan dosen Komunikasi UNDIP menayakan tentang influencer yang tema kontennya seputar politik. Apakah di Kota Semarang ada?

Ada 75 orang yang hadir mewakili berbagai pegiat seperti wisata Semarang, lifestyle, kuliner, fashion, organisasi masyarakat hingga Panwascam Kota Semarang.

Dari sekian peserta yang diundang, terutama mereka yang memiliki pengaruh di media sosial, ternyata memang tidak ada yang mewakili influencer bertema politik. Pertanyaannya, apakah ada sebenarnya? Hanya tidak diundang saja?

Influencer politik

Pertanyaan ini sangat menarik buat kami karena akun dotsemarang sendiri juga bukan akun yang bernuansa politik. Padahal tahun 2024, negara tercinta kita ini akan mengadakan pemilu serentak. Mulai dari Pileg, Pilpres hingga Pilkada.

Dengan acara yang diadakan Bawaslu Kota Semarang, memang ada yang diharapkan dari peserta yang hadir. Yaitu, mensisipkan konten yang berbau politik ke konten yang dibuat. Entah itu influencer atau konten kreator. 

Namun ternyata dilema sendiri juga buat pemilik akun-akun yang bukan bernuansa politik seperti kami semisalnya. Branding yang sudah dibangun dengan kental dan kekhawatiran turut menyertai jawaban dari beberapa orang yang memberi jawaban saat ditanya pemateri.

Dari pihak Bawaslu Kota Semarang sebenarnya mereka banyak mengundang peserta dari kalangan influencer maupun konten kreator. Namun beberapa orang yang diundang ada yang tidak datang atau memang sedang berhalangan datang.

Kami pikir juga, mungkin ada di Kota Semarang yang kontennya membahas politik. Hanya saja seperti biasanya, saat dicari tidak ketemu. Namun nongol waktu-waktu tertentu.

Kami pernah juga mencari komunitas TikTok atau YouTube Kota Semarang. Mereka seperti ninja, tidak kelihatan, tahu-tahu ada saat momen tertentu. Mungkin begitu juga. 

Konten politik

Memang konten politik membuat was-was bila dipikir secara normal, apalagi awam. Namun saat mengikuti acara ini, konten politik tidak perlu yang dibuat rumit. Sederhana saja, tapi mampu memberi informasi yang valid.

Karena kita tahu, belajar dari pemilu sebelum-sebelumnya, banyak informasi yang beredar malah hoax. Kehadiran influencer politik diperlukan, dan apalagi akunnya validasi. Baik secara branding dan keasliannya.

Kami coba memikirkanya, sepertinya menarik juga sambil menunggu momentum pemilu tahun 2024. Tinggal bagaimana langkah sosialisasi Bawaslu ke depan.

Ini adalah kali pertama kami mengikuti kegiatan dari Bawaslu Kota Semarang. Perlu didorong lagi untuk lebih jauh memanfaatkan konten yang baik dan benar.

...

Gambar cover di halaman ini berasal dari website semarangkota.bawaslu.go.id yang diambil saat acara. Bila penasaran acaranya sendiri, bisa buka di sini (postingan Bawaslu Kota Semarang).

Jadi, apakah ada influencer atau konten kreator yang konten-kontennya membahas politik di Kota Semarang? 

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

☕ Mencicipi Coco Latte: Saat Hydro Coco dan Anomali Coffee "Salaman" di Pelataran MAJT

📌 Agenda Kota Semarang Bulan April 2026

🏥 Menjelajahi Lantai 3 Cardea Semarang: Zona 'Recovery' yang Naik Kelas

♻️ Jangan Dibuang! Jejak Karbon di Balik Kotak Nasi Buka Puasa Masjid Agung Jawa Tengah

📱 Dilema Android Lawas di Tahun 2026: Mengapa Versi OS Kini Lebih Penting daripada Sekadar Merek Hape