Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juni 2026

Image
Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...

Penggunaan QR Code di Tiket Masuk Lawang Sewu

Pengalaman kami berlanjut usai menyelesaikan transaksi di loket pembayaran sebelum masuk. Dengan kertas yang kami pegang, kami bergegas menuju pintu masuk. Dan jangan lupa, tolong jangan langsung dibuang tiketnya.

Desainnya bisa dilihat seperti di atas, sangat sederhana. Kami baru sadar teknologi QR Code atau kode RC (Respons Cepat) sudah digunakan saking lamanya tidak mampir ke sini. Dan juga, belum pernah bahas ini di blog.

QR Code

Semenjak kembali populer tahun 2020 karena pandemi, QR Code yang sudah ada sejak tahun 1994 mendapatkan perhatian kami untuk terus membawanya ke blog.

Yah, kita tahu sejak tahun 2020, orang-orang banyak dianjurkan mengurangi sentuhan atau terhubung dengan tempat-tempat umum seperti tempat wisata. Kode QR dianggap sebuah solusi dan ternyata semakin banyak dipakai sekarang ini. Termasuk masuk ke Lawang Sewu.

Mengurangi kertas

Saat tiba di ruangan masuk yang sudah terdapat alat pemindai, seperti gambar di atas, kertas tiket yang tadi dipegang lalu dipindai atau scan di sana. Tenang saja, ada petugas yang akan membantu apabila kesulitan.

Saat kami coba, tidak ada masalah. Tiket terbaca dengan baik. Lalu, penghalang berbentuk segi panjang yang berwarna chrome sudah bisa didorong dan kita sudah bisa masuk ke tujuan utama.

Di masa depan, entah kapan, kami berharap penggunaan kertas yang dijadikan bukti masuk bisa dikurangin. Apalagi penerapan pembelian tiket sudah bisa gunakan aplikasi atau non tunai.

Selain lebih menghemat bahan baku, juga tidak menimbulkan sampah apabila berserakan nantinya. Tentu kami melihatnya tidak sekarang, mengingat tidak semua pengunjung akan memiliki smartphone apabila sedang berkunjung ke Lawang Sewu.

Karena kami pikir, hanya dengan menunjukan smartphone yang sudah tersedia tiket dengan kode QR di layarnya, sudah cukup untuk terbaca di mesin pemindai. Mari berharap ke sana.

...

Ada perubahan apa saja di Lawang Sewu? Bila kamu familiar dengan tempat ini, tentu rasanya tidak ada yang banyak berubah. Ditunggu artikel berikutnya, karna langkah kami baru saja tiba di dalam.

Tentang postingan QR Code, kamu bisa baca-baca dulu di sini sambil nunggu kami update. Kami punya cukup banyak artikel tentang pemanfaatan kode respon cepat ini. Siapa tahu terinspirasi. 😊

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📱 Hari Media Sosial 2026: Antara FOMO Mal 23 & Gramedia Jalma, Serta Gagapnya Manajemen Krisis Digital

⚽️ Berburu Lokasi Nobar Resmi Piala Dunia 2026 di Kota Semarang: Siasat Hotel "Ganti Baju" hingga Markas Instansi

🏃‍♂️ Catatan Hari Kedua The Spark of Healthy Life 2026: Mengulas Cedera Olahraga Bersama Para Ahli

🎡 Agenda Jateng Fair 2026: Kembali Hadir 10 Hari dengan Tiket Masuk Gratis, Apa yang Baru?

🚲 Gowes ke Mal 23 Semarang: Di Mana Tempat Parkir Sepedanya?