Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juni 2026

Image
Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...

Selama PPKM Darurat Semarang, Lampu Penerangan Jalan Utama Malam Hari Dimatikan

Pernah nonton film Zombie yang latarnya mengambil perkotaan. Dan suasananya malam hari tanpa lampu penerangan jalan dan sangat sepi. Tidak ada orang terlihat sama sekali. Serem? Seperti itu gambaran di pikiran kami malam ini.

Kami baru saja melewati kawasan jalan Pahlawan, lamput penerangan jalan yang menjadikan Kota Semarang terlihat indah, sama sekali tidak terlihat. Ya, itu sangat gelap. Yang terlihat hanya beberapa lampu yang lewat oleh kendaraan.

Setelah Magrib

Suasana gelap yang terjadi kali ini adalah strategi Pemerintah Kota Semarang dalam rangka menekan mobilitas masyarakat saat PPKM Darurat. Program ini akan berakhir beberapa hari lagi (3-20 Juli). Semoga tidak diperpanjang.

Lampu Penerangan Jalan Umum (PJPU) memang menyasar jalan-jalan di kawasan utama yang biasanya padat. Seperti Pahlawan hingga Simpang Lima, dan ruas-ruas jalan lainnya.  Suasana gelap akan mulai terasa setelah Magrib atau pukul 18.30 wib.

Menekan mobilitas masyarkat

Setidaknya, tujuannya seperti itu (mobilitas). Kota Semarang memang jadi salah satu kota dengan tingkat penyebaran kasus Covid-19 tertinggi akhir-akhir ini. Itu zona merah.

Tidak heran, strategi ini dilakukan. Dan ternyata bukan hanya Kota Semarang saja yang menerapkan 'Kota Gelap' untuk menekan penyebaran Corona. Ada Medan yang juga melakukannya.

Sebagai salah satu Kota Besar, memang Semarang masyarakatnya sangat aktif. Terutama malam hari. Apalagi jantung kota yang berada di kawasan Simpang Lima adalah favorit orang-orang yang baru tiba di Kota Semarang.

Meski begitu, pemadaman lampu penerangan jalan terasa tidak berarti kala berada di jalan yang masih padat rumah-rumah dan penjual kaki lima. 

Dan ketika tidak berada di jalan utama yang lampunya dimatikan, suasana masih terasa ramai. Memang butuh kesadaran masing-masing dan kerja keras semua pihak untuk  membuat Kota Semarang segera keluar dari zona merah.

...

Saat kami bagikan foto yang jadi cover halaman ini, dan juga ada di Instagram, dimatikan lampu penerangan jalan juga menuai kritik. Tentu saja, setiap kebijakan selalu ada pro dan kontra. Mari menunggu hasilnya setelah PPKM Darurat selesai.

Bagaimana pendapatmu? Apakah kamu membayangkan seperti cerita kami di awal? Tetap hati-hati, terutama kamu yang pulang malam sehabis bekerja.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📱 Hari Media Sosial 2026: Antara FOMO Mal 23 & Gramedia Jalma, Serta Gagapnya Manajemen Krisis Digital

⚽️ Berburu Lokasi Nobar Resmi Piala Dunia 2026 di Kota Semarang: Siasat Hotel "Ganti Baju" hingga Markas Instansi

🏃‍♂️ Catatan Hari Kedua The Spark of Healthy Life 2026: Mengulas Cedera Olahraga Bersama Para Ahli

🎡 Agenda Jateng Fair 2026: Kembali Hadir 10 Hari dengan Tiket Masuk Gratis, Apa yang Baru?

🚲 Gowes ke Mal 23 Semarang: Di Mana Tempat Parkir Sepedanya?