Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juni 2026

Image
Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...

Apakah Tahun 2021, Ada Film Indonesia yang Bakal Menembus 1 Juta Penonton di Bioskop?

Menutup bulan Januari 2021, tidak ada film Indonesia satu pun yang baru untuk diputar di bioskop. Praktis, film-film Indonesia yang bertahan adalah film yang sudah dirilis sebelumnya. Sepertinya tahun ini masih jadi dilema karena pandemi Covid-19. Apakah masih ada harapan untuk bicara 1 juta penonton di akhir tahun 2021 nanti?

Ketika pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM dikeluarkan bulan Januari, optimisme bioskop yang akhirnya kembali buka harus kembali dihadapkan pada kenyataan akan semakin sepinya penonton yang duduk di depan layar lebar mereka (bioskop).

Entah, apakah hari ini bisa bicara rasa nasionalisme agar orang-orang pergi ke bioskop untuk menjadikan film sebagai raja di negeri sendiri. Atau patuh aturan pemerintah agar penyebaran Corona bisa berkurang, setidaknya hilang.

Satu sisi, ada banyak kepentingan ketika bioskop tutup kembali. Sisi lainnya, meski dibuka pun, film Indonesia mulai menggunakan strategi lain dengan merilis film mereka di platform digital. Maju kena, mundur kena.

Tahun 2016, kami pernah menulis tentang gairah penonton yang mulai membaik dengan adanya kepercayaan untuk film Indonesia. Ini membuat tahun-tahun berikutnya, jumlah penonton mencapai puluhan juta dalam setahun. 

Sayang, kepercayaan itu kembali hilang. Meski sudah menerapkan protokol kesehatan, jumlah penonton yang ke bioskop masih saja berkurang.

Jangankan bicara 1 juta, bioskop tidak tutup saja sudah bersyukur

Film Asih 2 masih terus diputar di bioskop Semarang. Sudah 1 bulan lebih bertahan, namun jumlah penontonnya masih di angka 230 ribuan, mengutip situs filmindonesia.or.di hingga tulisan ini kami buat.

Sedangkan 2 film horor yang dirilis bulan Januari 2021, yakni film Bangkitnya Mayit dan Bekas Rumah Sakit hanya mendapat tidak lebih dari 25 ribuan. Paling sedikit didapat Bangkitnya Mayit dengan jumlah 15 ribuan lebih. 

Sekarang tidak muluk-muluk bicara 1 juta penonton, setidaknya bioskop tetap buka saja sudah bersyukur. Meski kami sendiri juga belum ada ke bioskop. Tidak mudah juga buat kami mendapatkan penghasilan saat pandemi begini, lalu membelikan tiket film.

Sudah 2 minggu, tidak ada film Indonesia yang baru dirilis. Masihkan kita tetap optimis? Atau malah menangis? Semua menginginkan perubahan. Semoga saja, ada kabar baik selama tahun 2021 yang masih cukup panjang untuk dilewati!

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📱 Hari Media Sosial 2026: Antara FOMO Mal 23 & Gramedia Jalma, Serta Gagapnya Manajemen Krisis Digital

⚽️ Berburu Lokasi Nobar Resmi Piala Dunia 2026 di Kota Semarang: Siasat Hotel "Ganti Baju" hingga Markas Instansi

🏃‍♂️ Catatan Hari Kedua The Spark of Healthy Life 2026: Mengulas Cedera Olahraga Bersama Para Ahli

🎡 Agenda Jateng Fair 2026: Kembali Hadir 10 Hari dengan Tiket Masuk Gratis, Apa yang Baru?

🚲 Gowes ke Mal 23 Semarang: Di Mana Tempat Parkir Sepedanya?