Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juni 2026

Image
Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...

Puasa, Influencer dan Hotel

Ada beberapa wajah baru yang satu lokasi di mana kami sedang diundang pihak hotel dalam acara launching menu paket buka puasa. Perempuan, cantik dan aktif memegang kamera. Entah itu memotret atau ngevideoin, kami biasa menyebut mereka adalah influencer.

Senin di bulan Februari, atau lebih tepatnya tanggal 17 Februari 2025. Hotel bintang 3 yang ada di jalan Gajah Raya, Triizz Hotel mengundang sejumlah influencer, media dan kami dari kalangan bloger.

3 paket ini sudah biasa dilakukan pihak hotel, bahkan hampir sebagian besar hotel di Kota Semarang, terutama saat menjelang bulan puasa.

Tentu, semua ini tak lepas dari cara hotel bagian pemasaran atau marketing yang dijalankan. Bagi kami, dapat undangan di tengah redupnya pemasaran lewat blog adalah kebanggaan. 

Dan perlu digaris bawahi, alasan dotsemarang masih diundang itu semua karena ikatan tali silaturahmi saja. Bukan lagi portofolio atau pengaruh kami yang jika dilihat dari perkembangannya di media sosial, sudah kalah jauh dengan para influencer maupun konten kreator.

Puasa

Ini adalah momentum bagus dan sangat bergairah bagi pihak hotel. Satu sisi dihadapkan persaingan gimana caranya menarik pelanggan, satu sisi lagi pemasaran harus dijangkau lebih luas.

Tim pemasar harus ekstra kerja keras. Menyiapkan berbagai strategi agar produk yang mereka promosikan dapat terjual. Makanya tidak heran, paket bukber hotel selalu diselipkan doorprize yang hadiahnya malah lebih mahal dari harga paket penawaran produknya (menu).

Influencer

Salah satu strategi di bulan puasa yang dilakukan pihak hotel tentu menggaet para influencer, entah itu makanan, traveling hingga seperti kami yang berfokus pada blog.

Namun seiring waktu, kami menyadari tiap menjadi bagian pemasaran hotel. Kami masih sama dan tetap seperti itu. Ini berbeda dengan influencer yang tiap tahun rasanya yang diundang berbeda-beda. Apakah karena harga tarif mendatangkan para influencer ?

Entahlah. Dulu kami masih ingat saat diundang pihak hotel yang baru pertama kali mengundang memberi voucher kamar. Itu adalah pengalaman langka yang dilakukan salah satu hotel di Semarang. Apalagi kepada kami, bloger.

Saat kami cari tahu, wajah-wajah yang hadir rupanya para influencer. Kami satu dari sekian banyak yang hadir dari perwakilan bloger. Kami pikir itu karena akun Instagram kami yang memberi pengaruh.

Namun mengapa bisa mendapatkan voucher kamar? Itu karena kerja sama dengan influencer. Dan mau tidak mau, semua yang diundang mendapatkannya. Influencer memiliki standar untuk mereka diundang. Tidak heran waktu itu kami sangat senang menerima voucher tersebut.

Memang itu adalah hak istimewa para influencer, terutama perempuan. Kami sadar diri saja, apalagi sudah diundang saja sudah syukur. Dan yang mengundang juga karena kenalan lama. Terkadang orang pemasar hotel yang sudah berganti posisi, akan sulit lagi untuk diundang.

Hotel

Influencer bagi hotel jadi semacam ujung tombak dalam pemasaran digital di era sekarang. Sudah 2-3 tahun terakhir, kami datang pasti ada influencer.

Tentu, tidak ada yang salah. Yang kami pikirkan adalah wajah-wajah baru saja yang tiap datang diundang pasti berbeda-beda.

Sama seperti awak media. Terkadang ada wajah wartawan baru juga. Namun terkadang juga masih dihiasi wajah lama yang tanpa sadar membuat kami sering bersilaturahmi di acara seperti ini.

Saat kami bertanya kepada pemasar hotel Triizz Semarang, mereka (hotel) mengundang sekitar 15 influencer. Itu jumlah yang sangat banyak. 

Salah satu alasan pihak hotel mengundang karena melihat aktivitas influencer di Instagram dan TikTok. Kedua platform tersebut masih terbilang powerfull. Terutama konten berformat video yang sangat memiliki dampak atau pengaruh.

Para influencer yang diundang pasti memiliki jumlah followers yang sangat banyak. Pengaruh mereka jadi tujuan yang diharapkan pihak hotel dalam bagian pemasaran. Dan tentu, influencer diundang tidak sekedar hanya datang.

Seperti di tengah paragraf halaman ini yang sudah kamu baca. Ada barter tertentu agar influencer mau hadir di hotel. Cara-cara ini sudah normal dilakukan.

...

Meski dotsemarang memiliki sejumlah kaki, mau berdiri sebagai bloger maupun influencer, kami selalu menyakinkan diri untuk tetap menjadi bloger saja. Jika dapat undangan, itu adalah bonus. Dan kebanyakan sudah kenal lama dengan pemasar hotel.

Pemasar hotel atau pemilik bisnis yang belum melakukan pemasaran lewat influencer harus memikirkan ini. Karna strategi ini sudah dijalankan oleh sebagian besar hotel-hotel di Kota Semarang.

Apalagi ada momen bulan puasa. Pergerakan media sosial sangat besar, baik hanya sebagai pengguna atau mereka yang beraktivitas sebagai konten kreator.

Silahkan manfaatkan dan eksplore lagi kesempatan yang belum digali. Kami harap halaman ini menginspirasimu dalam mengembangkan usahamu dalam dunia perbisnisan atau jualan. Khususnya yang menyasar internet atau media sosial.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📱 Hari Media Sosial 2026: Antara FOMO Mal 23 & Gramedia Jalma, Serta Gagapnya Manajemen Krisis Digital

⚽️ Berburu Lokasi Nobar Resmi Piala Dunia 2026 di Kota Semarang: Siasat Hotel "Ganti Baju" hingga Markas Instansi

🏃‍♂️ Catatan Hari Kedua The Spark of Healthy Life 2026: Mengulas Cedera Olahraga Bersama Para Ahli

🎡 Agenda Jateng Fair 2026: Kembali Hadir 10 Hari dengan Tiket Masuk Gratis, Apa yang Baru?

🚲 Gowes ke Mal 23 Semarang: Di Mana Tempat Parkir Sepedanya?