Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juni 2026

Image
Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...

Saat Hujan Malam Hari, Maxim Lebih Baik Ketimbang Gojek ?

Disclaimer terlebih dahulu bahwa informasi yang kami bagikan ini adalah pendapat pribadi, sehingga pengalamannya akan berbeda dengan yang dirasakan orang lain. Jika sudah baca ini, mari lanjut membacanya. Oh ya, ini bukan konten berbayar atau kerja sama.

Kami sedang gundah gulana menunggu Goride yang kami pesan pada hari Rabu malam kemarin (11/12). Layanan dari Gojek ini adalah alternatif di saat cuaca sedang tidak mendukung seperti akhir-akhir ini di Kota Semarang yang sering turun hujan.

Kebenaran kami mendapat undangan acara yang diadakan Disporapar Provinsi Jawa Tengah. Karena acara malam dan sedang hujan, akhirnya kami merasakan betul betapa tidak mengenakkannya tidak memiliki kendaraan sendiri.

Ya, selama ini hanya mengandalkan sepeda lipat saja. Jika cuaca cerah dan acara hanya di tengah kota, kami bisa menjangkaunya. Atau bila sulit, kami terpaksa menggunakan bus Trans Semarang

Mengandalkan Gojek karena ini

Salah satu alasan lain mengapa aktivitas kami lebih terbatas karena meminimalisir pengeluaran. Menjadi bloger sebagai pekerjaan utama seperti kami yang doyan liputan atau diundang oleh pihak-pihak baik negeri maupun swasta tidaklah mudah jika bicara penghasilan.

Oleh karena itu, dalam situasi bepergian seperti ini, kami mengandalkan Gojek karena memiliki fitur Gopay Later. Yaitu sistem pembayaran yang bisa dibayar nanti-nanti atau bulan depannya lagi.

Sedangkan Maxim meski sudah punya alat pembayaran non tunai, kami masih belum top up saldo di aplikasi. Ditambah kami juga diundang hanya beberapa jam dari acara yang diadakan di Radjawali Semarang Cultural Center, jadinya masih belum ada persiapan.

Naas, hujan yang sudah turun dari siang hari dan terus berlanjut hingga malam, membuat pesanan Goride tidak dapat kami temukan. Sampai-sampai terpaksa kami juga mencoba Gocar yang tentu dari sisi biaya akan lebih mahal.

Waktu terus berlalu, sudah setengah jam kami menunggu. Namun aplikasi masih saja belum mendeteksi. Apakah karena hujan jadinya pada malas menghidupkan aplikasi?

Akhirnya memakai Maxim

Kegelisahan kami semakin menjadi-jadi karena waktu acara semakin dekat. Padahal jika berangkat pun, kami dipastikan telat sampai lokasi. Ada apa dengan layanan Gojek kali ini? Apakah kami disuruh jangan pergi?

Bermodal kenekatan karena bila pesan Maxim harus punya uang tunai, padahal dompe kami sama sekali sedang kosong, kami memutuskan mencobanya. Yah, sukses. Tak berapa lama usai dilakukan pencarian driver, aplikasinya langsung nyantol.

Kami sedikit lega namun juga dibuat deg-degan juga. Kami sempat menghubungi salah satu kenalan kami yang ada di acara agar mau meminjamkan uang tunainya apabila kami tiba.

Sialnya, tidak balasan hingga akhirnya kami tiba di lokasi. Mungkin sedang sibuk sama acara yang tengah berlangsung. Lalu, kami coba berinisiatif untuk mencoba menayakan apakah driver Maxim punya alat pembayaran tunai via aplikasi?

Pucuk cinta ulam tiba. Syukurlah driver yang mengantar kami ternyata memiliki Gopay. Kebenaran juga, saldo di aplikasi e-wallet kami yang lain masih ada isinya meski bukan sesama Gopay.

Semua beres dan berjalan lancar meski ada drama yang harus kami lewati. Bersyukur bahwa semua terlihat sempurna dan kami bisa duduk di dalam ruangan acara.

...

Saat acara sudah selesai pukul 10 malam lewat, gerimis ternyata masih menjadi teman kami menunggu pesanan driver ojek online. Karena masih berharap Gojek, kami pesan lagi Goride.

Sama saja, tidak ada yang nyantol para driver-nya di aplikasi kami. Duh, akhirnya kami kembali menggunakan Maxim dan menggunakan metode yang sama. Jam sudah menunjukkan pukul 11 malam lebih, makin merana.

Syukurlah aplikasi Maxim tidak kami hapus sejak pertama kali transportasi ini hadir di Kota Semarang. Penting untuk kami bagikan pengalaman ini jika ada yang kesulitan saat harus menggunakan transportasi online dengan situasi seperti yang kami rasakan, hujan dan malam hari.

Untuk Grab, kami sudah tidak memakainya lagi. Jadi, tidak bisa kami masukkan dalam tulisan sebagai pilihan lainnya. Di ponsel kami hanya ada Maxim dan Gojek. Transportasi online disaat penting yang kami inginkan.

Bagaimana pendapatmu?

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📱 Hari Media Sosial 2026: Antara FOMO Mal 23 & Gramedia Jalma, Serta Gagapnya Manajemen Krisis Digital

🏃‍♂️ Catatan Hari Kedua The Spark of Healthy Life 2026: Mengulas Cedera Olahraga Bersama Para Ahli

⚽️ Berburu Lokasi Nobar Resmi Piala Dunia 2026 di Kota Semarang: Siasat Hotel "Ganti Baju" hingga Markas Instansi

🎡 Agenda Jateng Fair 2026: Kembali Hadir 10 Hari dengan Tiket Masuk Gratis, Apa yang Baru?

🚲 Gowes ke Mal 23 Semarang: Di Mana Tempat Parkir Sepedanya?