Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juni 2026

Image
Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...

Shopee Live yang Menyebalkan Akhir-akhir Ini

Rasanya dalam 2 bulan terakhir ini, aplikasi Shopee mendadak berubah konsep. Awalnya saat kita buka akan diarahkan ke halaman belanja, namun sekarang langsung diarahkan pada siaran langsung para penjual. Sangat menyebalkan menurut kami, apakah kamu merasakan hal yang sama?

Sebagai pengguna pada umumnya, tentu ini sangat menyebalkan buat kami. Karena terkadang saat sedang beraktivitas di luar ruangan, saat membuka aplikasi, suara host yang sedang siaran terdengar.

Apalagi kami lupa suara di hape kami masih sangat kencang dan tidak memakai pendengar telinga atau headset. Yang membuat tambah tidak nyaman adalah orang-orang sekitar mendadak memperhatikan kami.

Strategi

Kami tidak membenci para host yang sedang siaran. Kami hanya tidak menyukai konsep aplikasinya yang langsung tertuju pada ruang siarang saja.

Memang ini adalah strategi baru yang sedang diterapkan. Kami jadi ingat saat pernah menulis tren shopee tahun 2024 pada bulan September kemarin.

Shopee mendorong para pembuat konten, khususnya para afiliator untuk terus membuat video. Ya, itu menarik untuk kembali dibaca jika kamu tertarik, link-nya ada di bawah nanti.

Sekarang tren itu berubah. Shopee rupanya lebih mendorong live streaming ketimbang video, meski video masih tetap ada.

Apakah kamu juga melihatnya? Namun pengguna seperti kami hanya bisa pasrah. Mau menyebalkan seperti apapun, itu bukan ranah kami agar bisa mengubah sistem.

Dorongan live streaming lagian juga lebih mendorong para pelaku bisnis, ada sisi positif kami rasa. Apakah kamu pelaku bisnis di Shopee, manfaatkan peluang tersebut.

Solusi

Tentu, kami tidak ingin menyerah begitu saja. Salah satu menyingkirkan hal yang menyebalkan adalah membuka Shopee lewat web di komputer. Yah, di sana benar-benar sempurna.

Karena murni hanya sebuah website, tanpa adanya aktivitas seperti live streaming maupun video-video yang berjejalan. 

...

Perubahan tren begitu cepat terjadi di Shopee, entah itu mengubah cara pengguna berbelanja atau mencari keuntungan lain yang lebih berguna.

Perubahan ini juga memberi dampak pada pebisnis di aplikasi, karena mereka terus dipromosikan oleh Shopee saat sedang siaran langsung. Tinggal bagaimana para host dan pemilik bisnis dapat memanfaatkan peluangnya. Khususnya sisi kreatifitas. 

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📱 Hari Media Sosial 2026: Antara FOMO Mal 23 & Gramedia Jalma, Serta Gagapnya Manajemen Krisis Digital

🏃‍♂️ Catatan Hari Kedua The Spark of Healthy Life 2026: Mengulas Cedera Olahraga Bersama Para Ahli

⚽️ Berburu Lokasi Nobar Resmi Piala Dunia 2026 di Kota Semarang: Siasat Hotel "Ganti Baju" hingga Markas Instansi

🎡 Agenda Jateng Fair 2026: Kembali Hadir 10 Hari dengan Tiket Masuk Gratis, Apa yang Baru?

🚲 Gowes ke Mal 23 Semarang: Di Mana Tempat Parkir Sepedanya?