Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juni 2026

Image
Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...

Algoritma Operator Telekomunikasi, Wah Paket Data IM3 Berubah Terus

Kami memikirkan ini 'kok paket data yang dibeli bulan kemarin sudah tidak ada dan jika ada pun, harganya naik dengan penawaran kuota lebih besar?' Pernah merasakan juga, terutama operator IM3 yang kebenaran kami salah satu penggunanya.

Semenjak Smartfren mengeluarkan paket 100 GB 100 Ribu, mendadak saja operator IM3 juga mengeluarkan produk serupa yang ditampilin di aplikasi My IM3 yang kami pakai.

Tentu, banyak pilihan banyak alternatif yang bisa digunakan. Semenjak membeli produk baru tersebut, kami sudah mencoba beragam paket yang ditawarkan. Dari yang 100 Gb, 120 GB, 125 GB hingga 150 GB. Mereka menawarkan dengan harga yang terbilang miring atau lebih murah.

Algoritma 

Membaca perubahan ini kami terinspirasi dengan algoritma media sosial yang terus berkembang dari waktu ke waktu. Bedanya, algoritma di media sosial akan menyarankan akun atau postingan yang serupa kita sukai.

Sedangkan algoritma operator telekomunikasi menyarankan paket data yang semakin sering kita pakai maka paket data yang ditawarkan semakin mahal.

Memang ini bukan cara baru bagaimana perusahaan penyedia layanan internet semacam IM3 melakukannya. Mungkin semua operator di Indonesia mirip-mirip.

Entah kenapa kami melihat Smartfren masih bertahan dengan 100 GB 100 ribunya yang tetap konsisten hingga sekarang. Kami menyukainya. Sampai saat paket datanya hilang, eh ketemu di aplikasi belanja online.

Kami tidak menyukai algoritma operator yang selalu berubah-ubah, meski tujuannya sekedar memahami penggunanya. Mungkin pengguna lain akan setuju, tapi tidak dengan kami yang memikirkan menahan diri untuk tidak boros.

Dampak lainnya dari perubahan algoritma yang dilakukan adalah paket data akan hilang, kemudian muncul lagi setelah tidak dipakai. Semisal kami tidak membeli bulan ini, maka akan muncul bulan berikutnya atau beberapa bulan kemudian. 

Seperti sepasang kekasih yang mengatakan cinta, tapi putus kemudian. Lalu, minta balikan dan gitu seterusnya. Yakin mau bertahan dengan tipe begini? Pengennya stabil, malah dibuat labil.

...

Sebagai pelanggan, kami menyadari akibat mengambil penawaran yang ditawarkan operator. semakin sering kami gunakan, semakin ada alternatif yang bisa ditawarkan.

Hanya saja, operator tentu menginginkan revenue saja. Sedangkan kami, memikirkan bagaimana memaksimalkan kemampuan tapi dengan harga semurah mungkin untuk mendapatkan paket data yang lebih besar.

Maafkan kami yang terlalu jujur.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📱 Hari Media Sosial 2026: Antara FOMO Mal 23 & Gramedia Jalma, Serta Gagapnya Manajemen Krisis Digital

🏃‍♂️ Catatan Hari Kedua The Spark of Healthy Life 2026: Mengulas Cedera Olahraga Bersama Para Ahli

⚽️ Berburu Lokasi Nobar Resmi Piala Dunia 2026 di Kota Semarang: Siasat Hotel "Ganti Baju" hingga Markas Instansi

🎡 Agenda Jateng Fair 2026: Kembali Hadir 10 Hari dengan Tiket Masuk Gratis, Apa yang Baru?

🚲 Gowes ke Mal 23 Semarang: Di Mana Tempat Parkir Sepedanya?