Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juni 2026

Image
Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...

Berkunjung ke Ekowisata Taman Air Tlatar di Boyolali

Sudah lama tak mampir ke Boyolali. Sekali mampir, kami hanya sedang kunjungan biasa. Kebenaran menemani anak kerabat yang sedang mengikuti studi tur. Tak banyak yang bisa kami eksplore di sini, namun kami suka dengan suasananya.

Akhir pekan, tepatnya hari Sabtu tanggal 4 Mei kemarin, pertama kalinya kami mengunjungi Ekowisata Taman Air Tlatar di Boyolali ini. Ada banyak bus yang datang ke sini semenjak kami tiba.

Suasana alam yang teduh

Parkir roda empat tampak penuh dengan kebanyakan pengunjung adalah orang tua murid yang datang menemani anak-anak mereka yang sedang studi tur di sini.

Sedangkan arah di depan kami yang sedikit agak jauh, ada banyak pemandangan bus yang berdatangan dan sepertinya di sana adalah parkir khusus bus.

Di sini, hamparan pepohonan menutupi cerahnya langit menjelang siang. Apakah itu pohon pinus? Entahlah, kami dan beberapa pengunjung malah fokus pada anak-anak yang diarahkan oleh orang dewasa yang mengajak bernyanyi dan menari.

Sisi lain, ada kolam besar. Salah satu kolamnya dipakai untuk wisata edukasi. Bagian belakangnya, ada pemandangan asri mirip hutan yang sudah dikelola dengan baik.

Ada banyak anak-anak di sana yang mengikuti intruksi pembimbing yang sedang berjalan menelusuri tempat ini.

Tujuan wisata edukasi

Saat menelusuri di google, kami diarahkan ke akun Instagram @tlataroutboundanava yang memposting berbagai macam kegiatan outbound yang dilakukan di sini. Pesertanya beragam, namun paling banyak adalah pelajar Sekolah, khususnya TK/Paud.

Seperti namanya ekowisata, tempat wisata ini mengajak masyarakat berkunjung ke area alami yang nan-asri untuk lebih dekat dengan alam.

Apalagi pengunjungnya adalah anak-anak yang banyak tinggal di daerah perkotaan dan terpapar gadget dan internet. Di sini, mereka lebih dikenalkan dan melihat secara langsung yang dikemas dengan pola-pola permainan dan tantangan sederhana.

...

Rasanya ini sudah waktunya kami pergi karena acaranya sudah selesai. Seperti yang kami katakan sebelumnya, kami ke sini bukan dalam rangka kunjungan wisata. Sehingga tak banyak yang kami eksplore di Ekowisata Taman Air Indonesia ini atau ETASIA.

Semoga ada kesempatan lain untuk kembali berkunjung. Ya, meski akan sulit jika bicara startegi pemasaran yang biasa dilakukan Disporapar Jateng yang mengganti haluannya sekarang dengan tidak menggandeng para pemilik blog.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📱 Hari Media Sosial 2026: Antara FOMO Mal 23 & Gramedia Jalma, Serta Gagapnya Manajemen Krisis Digital

🏃‍♂️ Catatan Hari Kedua The Spark of Healthy Life 2026: Mengulas Cedera Olahraga Bersama Para Ahli

⚽️ Berburu Lokasi Nobar Resmi Piala Dunia 2026 di Kota Semarang: Siasat Hotel "Ganti Baju" hingga Markas Instansi

🎡 Agenda Jateng Fair 2026: Kembali Hadir 10 Hari dengan Tiket Masuk Gratis, Apa yang Baru?

🚲 Gowes ke Mal 23 Semarang: Di Mana Tempat Parkir Sepedanya?