Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juni 2026

Image
Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...

Fokus Konten Shopee Video Tahun 2024?

Bulan oktober lalu, kami membahas bagaimana algoritma Shopee Video yang berubah setelah TikTok Shop. Ternyata algoritma tersebut masih belum berubah hingga postingan ini terbit. Jadi, mulai sekarang sudah fokus ke video produk saja?

Tahun 2024 tinggal hitungan minggu. Kami sekarang rasanya semakin tidak fokus menerapkan pemasaran konten video di platform Shopee Video, meski memiliki jumlah pengikut yang lebih besar dari akun YouTube kami. 

Fokus For You Page (FYP)

Semenjak FYP Shopee Video berubah dari bulan Oktober, jumlah tayangan video yang kami bagikan merosot tajam. Fokus Shopee Video sekarang adalah video dengan keranjang belanja.

Satu sisi dilema buat kami, namun sisi lain perhatian kami bisa teralihkan untuk terus mengikuti. Beberapa video yang memberikan konten promosi cukup menarik dan tanpa sadar minat belanja kami hampir saja terbangkitkan.

Ya, kami berusaha menahan diri karenanya. FYP sepertinya sangat sukses untuk penonton seperti kami yang hanya membuka aplikasi tapi tidak membeli.

Tren tahun 2024

Sambil memikirkan strategi untuk memaksimalkan konten dotsemarang, sepertinya tahun 2024, tren video di Shopee Video akan fokus pada video berkeranjang belanja.

Sebenarnya kami bisa saja menaruh keranjang seperti video-video yang dibagikan. Hanya saja, toko yang kami bawa produknya ke dalam video kami tentu hanya si pemiliknya yang dapat untung. Sedangkan kami, tidak pastinya.

Tren ini sangat menguntungkan bagi pelaku bisnis dalam memanfaatkan aplikasi Shopee. Terlebih memiliki toko di sana. Kami rasa sekarang siapa saja dengan mudah membuat video. 

Tawarkan produk dengan pengalaman pribadi lewat suara. Rekam video dengan gambar yang terang dan jelas, dan kasih musik yang sedang tren.

Manfaatkan halaman pencarian

Seperti mudah masuk halaman FYP saja, padahal rasanya sulit juga untuk menarik perhatian. Ya, untunglah Shopee Video memiliki halaman Pencarian yang berada di sebelahnya.

Bila sulit masuk FYP, pemilik bisnis atau kreator video dapat memanfaatkan kolom pencarian. Di sana ada banyak tagar yang ditampilkan. Tagar tersebut semacam tantangan sebenarnya yang dapat diikuti sehingga menarik penonton.

📝 Perhatian! Ini adalah analisa dan opini dari dotsemarang. Tidak ada data resmi yang kami gunakan sebagai referensi. Sehingga tren ini bisa berubah sewaktu-waktu. Mohon maaf apabila harapanmu sangat tinggi untuk postingan ini.

...

Sebagai pembuat konten di Shopee Video yang tidak menggunakan keranjang belanja, kami sadar sepertinya harus dibatasin aktivitas kami di Shopee Video. Tapi bukan berarti kami akan meninggalkan platform tersebut.

Untuk strategi pemasaran video, gunakan trik yang sudah kami tulis di halaman ini. Semoga sedikit banyak membantu menarik penonton dan bisnisnya lancar.

Sampai jumpa tahun depan, eh tahun 2024. Perubahan sangat cepat, terus pantau perkembangannya yang terjadi.

Artikel terkait :

Comments

  1. Loh kan kalau menautkan keranjang kuning di video itu kita bisa dapet komisi kak. Meskipun itu barang dari toko lain, dan kalau ada orang yg check out lewat keranjang kuning yg kita tautin itu kita dapet komisi. Kan ada program affiliate

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul. Tapi ada sebagian pembuat konten yang tidak terdaftar dalam program tersebut. Untuk tren seperti itu emang arahnya ke sana. Dulu masih bisa video yang biasa.

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

📱 Hari Media Sosial 2026: Antara FOMO Mal 23 & Gramedia Jalma, Serta Gagapnya Manajemen Krisis Digital

⚽️ Berburu Lokasi Nobar Resmi Piala Dunia 2026 di Kota Semarang: Siasat Hotel "Ganti Baju" hingga Markas Instansi

🏃‍♂️ Catatan Hari Kedua The Spark of Healthy Life 2026: Mengulas Cedera Olahraga Bersama Para Ahli

🎡 Agenda Jateng Fair 2026: Kembali Hadir 10 Hari dengan Tiket Masuk Gratis, Apa yang Baru?

🚲 Gowes ke Mal 23 Semarang: Di Mana Tempat Parkir Sepedanya?