Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juni 2026

Image
Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...

Ketika Online Tetap Butuh Offline

Meski kami bukan pengamat, melihat situs e-commerce yang beberapa waktu gencar menaruh promosi mereka seperti bendera partai di jalan-jalan, mau tidak mau kami ikut terpapar. Dalam pikiran kami, sebesar itu ternyata tetap butuh promosi offline.

Akhirnya kami tergelitik menulis ini, mengingat momennya kemarin sangat gencar situs belanja online memanfaatkan tanggal unik. Mulai dari 10/10, 11/11 hingga nanti 12/12. 

Kekuatan offline

Belajar dari cara pemasaran situs belanja online yang gencar promosi offline di jalan-jalan Kota Semarang, kami belajar bahwa sebesar apapun status online mereka, tetap saja butuh kekuatan offline.

Kota Semarang menurut hasil sensus penduduk tahun 2020, mengutip situs databoks.katadata.co.id yang dipublis 6/10/2021, memiliki jumlah penduduk sebanyak 1,65 juta. Rinciannya, 818,44 ribu jiwa (49,5%) berjenis kelamin laki-laki dan 835,52 ribu jiwa (50,5%) perempuan.

Kami membayangkan, sebagian dari jumlah ini bila sering terpapar dengan promosi offline, tentu juga tertarik. Apalagi promosi yang dilakukan ditaruh (spanduk) di jalan-jalan yang super sibuk, seperti jalan Majapahit setiap pagi.

Yang besar aja melakukan

Situs jual beli online yang kami maksud adalah Tokopedia dengan keluarga barunya Gojek. Ini termasuk juga dengan layanan transportasi online yang juga sering meramaikan. 

Dari apa yang kami sebutkan, mereka adalah perusahaan-perusahaan besar yang punya nama sudah melanggeng internasional. Tidak ada yang salah mereka melakukan berbagai cara, khususnya promosi offline.

Seperti mereka saja melakukan, maka perusahaan atau pelaku usaha (UMKM) yang sedang merintis juga bisa meniru. Setidaknya terinspirasi bahwa promosi tetap jadi bagian penting dalam membangun bisnis. Jangan hanya fokus pada online, tapi juga offline.

Dukung lokal

Selain bagaimana cara mereka melakukan secara offline, tentang dukungan produk/pelaku usaha lokal juga menarik. Seolah peribahasa 'di mana bumi di pijak di situ langit dijunjung'  menjadi soul untuk kampanye setiap promosi mereka.

Kami senang bahwa mereka (baca situs e-commerce) ramah dengan lokal. Meski ujung-ujungnya masyarakat awam akan pergi ke tempat mereka (website, aplikasi dan saluran sosial).

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📱 Hari Media Sosial 2026: Antara FOMO Mal 23 & Gramedia Jalma, Serta Gagapnya Manajemen Krisis Digital

🏃‍♂️ Catatan Hari Kedua The Spark of Healthy Life 2026: Mengulas Cedera Olahraga Bersama Para Ahli

⚽️ Berburu Lokasi Nobar Resmi Piala Dunia 2026 di Kota Semarang: Siasat Hotel "Ganti Baju" hingga Markas Instansi

🎡 Agenda Jateng Fair 2026: Kembali Hadir 10 Hari dengan Tiket Masuk Gratis, Apa yang Baru?

🚲 Gowes ke Mal 23 Semarang: Di Mana Tempat Parkir Sepedanya?