Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juni 2026

Image
Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...

[#WorldMentalHealthDay] Hari Kesehatan Mental Sedunia 2021

Tahun ini tema Hari Kesehatan Mental Sedunia yang diusung adalah Mental Health in An Unequal World' atau 'Kesetaraan Dalam Kesehatan Jiwa Untuk Semua. 

Ini adalah kali pertama membahas Hari Mental Sedunia atau World Mental Health Day di blog. Biasanya nulis beginian saat ada kampanye dari Sembutopia. Tahun ini, mereka sudah tidak ada datang lagi.

Email linkedin

Salah satu alasan menulis ini karena ada email masuk dari linkedin yang intinya mengajak ikutan peringatan ini. Kami dianggap kontributor aktif di linkedin karena sering membagikan postingan blog di sana.

Ya, kaget juga secara biasanya email dari linkedin adalah tentang lowongan kerja. Di sana, email yang masuk kali ini adalah editor tim Linkedin News Asia bernama Yunia Ong. Dia mengundang dotsemarang untuk turut berpartisipasi.

Mungkin sebagian orang juga mendapatkannya. Kami hanya terlalu senang untuk email tersebut. Salam kenal miss Yunia.

Tema Hari Kesehatan Mental dunia 

Mengutip website detik.com, tema, yang sudah kami tulis di atas, dipilih karena masalah kesehatan jiwa merupakan masalah yang universal, yakni banyak dialami oleh seluruh lapisan masyarakat. 

Apalagi masa pandemi Covid-19 sekarang ini, kasus depresi dan ansietas (kekhawatiran berlebihan) sangat meningkat. 

Generasi Z 

Berbicara tentang Hari Kesehatan Mental Sedunia hari ini, kami ingin bercerita tentang generasi Z yang yang begitu rentan terkena depresi hingga anxiety. 

Beberapa orang yang kami kenal baik atau sekedar kenal lewat media sosial, beberapa kali kedapatan membagikan cerita mereka lewat media sosial tentang rasa frustasinya, yakni stres.

Entah apa yang terjadi, hingar bingarnya kehidupan mereka yang selalu dengan teknologi (internet) ternyata punya sisi lain yang mengkhawatirkan. Ya, mereka begitu mudahnya membagikan masalah stres mereka lewat media sosial.

Semua orang tentu memiliki masalahnya masing-masing, wajar. Namun buat kami, generasi Z seolah lebih parah ketika berbicara tentang masalah. Padahal umur mereka masih muda, pengalaman mereka belum banyak, tapi seolah dunia mau runtuh besok.

Karena penasaran, kami mencoba menghubungi seseorang yang aktivitas media sosialnya banyak berbicara tentang sisi psikologis. Cek akun Instagramnya di alamat @simple_reader.

Generasi Z yang sangat dekat dengan internet (media sosial), membuat mereka terpapar dengan informasi dengan mudah. 

Sayangnya, arus informasi yang diterima membuat kesenjangan antara perkembangan kognitif sama kematangan emosi. Bisa dikatakan dewasa sebelum pada waktunya, sehingga emosinya belum stabil.

Generasi Z melihat orang-orang sebagai kompetisi. Mau jadi ini, mau jadi itu, dan sebagainya. Tanpa sadar itu membuat lingkungannya lebih kompetitif yang akhirnya tekanannya juga besar.

Beberapa orang dari kalangan generasi Z mungkin berhasil, terkenal, kaya raya, dan pertanyaannya, lalu mau ngapain lagi?

Sebaliknya, yang tidak berhasil juga banyak. Saat sedang berusaha melakukan yang terbaik, masalah pribadi seperti hubungan dengan keluarga, pacar/pasangan dan lainnya menghampiri mereka.

Yang tidak siap karena sudah fokus di level atas, tanpa sadar memandang masalah begitu besar. yang akhirnya mereka dengan mudahnya mengatakan stress. Mental mereka mulai down.

Sangat panjang untuk membahas mereka, setidaknya kita tahu bahwa dibalik mereka yang sering up atau tampil, mereka membutuhkan kasih sayang, dukungan dan orang-orang baik yang merangkul. Bila kamu memiliki teman, rekan atau keluarga, cobalah memberi perhatian sejenak.

...

Lewat momen peringatan Hari Kesehatan Mental Sedunia, kita diajak untuk tetap tangguh. Memberikan keluwesan pada diri sendiri dengan tekad, esok harus lebih baik lagi.

Tidak lupa untuk memberi dukungan dan peduli terhadap orang-orang yang berharga sekitar kita. Terkadang terlihat baik dari luar, padahal dalam diri sedang tidak baik-baik saja. 

Semoga artikel ini bermanfaat.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📱 Hari Media Sosial 2026: Antara FOMO Mal 23 & Gramedia Jalma, Serta Gagapnya Manajemen Krisis Digital

⚽️ Berburu Lokasi Nobar Resmi Piala Dunia 2026 di Kota Semarang: Siasat Hotel "Ganti Baju" hingga Markas Instansi

🏃‍♂️ Catatan Hari Kedua The Spark of Healthy Life 2026: Mengulas Cedera Olahraga Bersama Para Ahli

🎡 Agenda Jateng Fair 2026: Kembali Hadir 10 Hari dengan Tiket Masuk Gratis, Apa yang Baru?

🚲 Gowes ke Mal 23 Semarang: Di Mana Tempat Parkir Sepedanya?