Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juni 2026

Image
Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...

Netizen Gathering Bareng MPR, Mari Lebih Mencintai Indonesia

Ini adalah kegiatan yang paling ditunggu. Bukan saja karena acara ini dari lembaga negara, tapi juga setelah cukup lama tidak berkegiatan bertemu tatap muka dengan sesama rekan-rekan bloger. Ini yang membuat acara terasa lebih istimewa dari tahun 2017 (acara yang sama).

Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) datang lagi ke Kota Semarang setelah menggelar acara serupa di Kota Bandung. 

Acara yang dilangsungkan di Hotel Ibis Simpang Lima ini digelar akhir pekan, Sabtu (9/10), dengan membawa tema 'Proud to be Indonesian'.

Bukan hanya dari Kota Semarang

Seperti biasa, ruang lingkup peserta acara seperti ini datang bukan hanya dari Kota Semarang saja. Melainkan beberapa kota di Jawa Tengah, seperti Pekalongan, Kendal dan sebagainya.

Selain para pemilik blog yang hadir, ada juga para pembuat konten (content creator). Sebutan yang lebih modern bagi sebagian kalangan yang dianggap, tentunya lebih keren dan meliput semua hal.

Diingatkan kembali tentang 4 Pilar MPR 

Salah satu narasumber dari acara hari ini, wajah yang tak asing, adalah Siti Fauziah S.E.,M.M. Beliau adalah Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Sistem Informasi Sekretariat Jenderal MPR yang pada tahun 2017 juga mengisi acara yang sama.

Dan satu lagi ada Kepala Bagian Pemberitaan dan Hubungan Antar Lembaga Sekretariat Jenderal MPR RI, yaitu Budi Muliawan, S.H.,M.H.

Setelah acara seremoni seperti menyanyikan lagu Indoesia Raya dan pembacaan Pancasila merupakan bagian yang tak terpisahkan. 

Acara dimulai dengan kembali mengingatkan tentang 4 pilar MPR. Entah kenapa, meski sudah ada di blog, pikiran kami dan beberapa peserta terasa hening. Namun ada peserta yang mampu menjawab dengan benar.

Oh ya, yang menarik saat acara seremoni adalah kegiatan tersebut dilakukan oleh rekan-rekan blogger yang berpartisipasi jadi peserta. Kami kagum dengan mereka.

Bijak menggunakan media sosial

Lewat acara ini, diharapkan untuk terus mempererat hubungan MPR dengan para netizen. Khususnya kami para peserta. 

Bijaklah menggunakan media sosial dengan cara tidak menebarkan fitnah dan kabar-kabar bohong hingga menyesatkan. Kita harus kembali melihat ke belakang bagaimana perjuangan bangsa Indonesia.

Nilai-nilai seperti semangat gotong royong, saling menghormati dan pantang menyerah haruslah diterapkan, sesuai karakter bangsa.

Lebih mencinta Indonesia

Dengan menerapkan hal tersebut (bijak bermedsos), kita bisa lebih mencintai negeri ini. Apalagi kebanyakan pengguna internet didominasi generasi muda.

Netizen, pengguna internet sekarang, adalah generasi bangsa yang mewakili masa depan Indonesia. Banyak hal yang dapat digali dari negeri tercinta ini. Dan lewat media sosial, kita bisa mencinta negeri ini dengan cara masing-masing. 

Bicara tentang mencintai Indonesia, para peserta yang hadir sangat total menunjukkan rasa cintanya dengan berbagai pernak-pernik ciri khas daerah hingga nasionalisme dengan menggunakan batik. Sungguh, kegiatan kali ini sangat berbeda dari biasa yang kami ikuti.

Memberikan masukan 

Lewat acara ini juga, MPR mendapatkan banyak masukan tentang media sosial yang dimiliki. Sebagian peserta menganggap media sosial, khususnya Instagram MPR terlalu kaku. 

Media sosial harus lebih luwes, mengikuti perkembangan sekarang. Apalagi ingin menyampaikan pesan kepada masyarakat dengan berbagai segmen generasi.

Kami berharap, masukan yang kami sampaikan juga dapat diterapkan. Memang harus bekerja keras tim media sosial MPR, tapi masukan itu memang sangat berguna. Apalagi semua peserta memberikan sudut pandangnya masing-masing yang tujuannya membuat media sosial MPR lebih baik.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📱 Hari Media Sosial 2026: Antara FOMO Mal 23 & Gramedia Jalma, Serta Gagapnya Manajemen Krisis Digital

⚽️ Berburu Lokasi Nobar Resmi Piala Dunia 2026 di Kota Semarang: Siasat Hotel "Ganti Baju" hingga Markas Instansi

🏃‍♂️ Catatan Hari Kedua The Spark of Healthy Life 2026: Mengulas Cedera Olahraga Bersama Para Ahli

🎡 Agenda Jateng Fair 2026: Kembali Hadir 10 Hari dengan Tiket Masuk Gratis, Apa yang Baru?

🚲 Gowes ke Mal 23 Semarang: Di Mana Tempat Parkir Sepedanya?