Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juni 2026

Image
Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...

Selain Starbucks, Ada Tempat Nongkrong Apalagi di Kawasan Mandala Bhakti Semarang?

Meski kawasan Museum Mandala Bhakti terus bertransformasi, kami tak begitu antusias untuk membawanya ke blog. Tapi itu berubah saat gerai kopi berlabel dunia mulai membangun di sana. Kami datang lagi untuk melihatnya, dan tidak menyangka perubahannya.

Bukan hanya perkembangan Kota Semarang saja yang menarik diikuti beberapa tahun belakangan, tapi juga beberapa tempat wisata yang turut berbenah dan membangun strategi agar semakin banyak pengunjung mampir.

Starbucks 

Meski bukan tempat nongkrong baru di sekitar Museum, kehadirannya bukan saja mempengaruhi gairah pengunjung muda, tapi juga menaikkan pamor kawasan yang ada (Mandala Bhakti).

Di letakkan di sebelah kanan bangunan Museum, pintu masuk, gedung Starbucks lebih terlihat dan menonjol. Apalagi didesain dengan bangunan dua lantai. Terlihat Tugu Muda dan Lawang Sewu dari beranda saat ngopi santai di sana.

Antarakata Coffee

Kami tidak menyangka, Antarakata Coffee melebarkan sayap hingga ke sini. Diantara ketiga cabangnya yang kami tahu, dua di Ahmad Yani dan Majapahit, kami hanya sekali ke cabang yang ada di Ahmad Yani. Sepertinya masih ada lagi cabang lainnya.

Bangunannya yang didesain rumah panjang ini terletak di sebelah Starbucks. Seperti bertemu dengan dua pilihan, pilih lokal atau internasional.

D'Kambodja

Tempat makan ini dimiliki oleh Anne Avantie, salah satu tokoh yang punya nama dengan kepopulerannya sebagai perancang busana dari Kota Semarang.

Bahkan namanya terpasang di bawah tulisan D'Kambodja yang membuat orang-orang tidak perlu menebak-nebak lagi. Dengan branding dapur ndeso, makanan ala rumahan dan nostalgia rasa jadi sajian yang ditawarkan.

Gultik

Sebelah berikutnya, ada Gultik atau Gule Tikungan. Tempat makan ini sudah ada di belakang Museum sejak bulan November 2020. Seperti singkatannya ada gulenya, maka hidangannya kebanyakan gule. Di Instagram bisa kamu lihat di @gultik.semarang.

Wo Yao Mie

Dilihat dari kalimat terkahirnya, yaitu mie. Maka menu mie jadi andalan dari tempat makan yang sudah di belakang Museum sejak bulan Maret 2021. Tak banyak info yang kami dapatkan dari mesin pencari. Kamu bisa lihat di instagram-nya saja di alamat id @woyaomie.idn.

Yoshinoya

Cabangnya cukup banyak dan salah satunya ada di komplek Museum Mandala Bhakti. Seperti branding namanya 'Japan's No 1 Beef Bowl', tempat makan ini terkenal dengan beef bowl-nya, yaitu irisan daging sapi gurih yang disajikan dengan nasi hangat di dalam mangkuk. Termasuk brand besar juga seperti Starbucks.

Roopa

Bila tidak melihat akun Instagram-nya @roopasemarang, Roopa dengan branding Gelato, Coffee dan Eatery ini bangunannya terlihat kecil dari depan. Namun sebenarnya sangat luas. Itu karena ada sebagian tempatnya yang memanfaatkan bangunan Museum.

Semakin banyak melihat gambar-gambar di instagram, Roopa punya ruangan yang menarik dari sisi desain. Jadi pengen ke sana kapan-kapan.

Kartika Grand Bistro

Ini paling lama di belakang Museum. Lebih semacam seperti foodcourt menurut kami saat awal-awal buka. Itu karena banyak tenant yang bisa ditemukan. Namun sekarang, kami tidak tahu seperti apa konsepnya. Apakah masih sama atau sebaliknya?

Gimana menurutmu, mau mampir? Lihat video kami di bawah ini

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📱 Hari Media Sosial 2026: Antara FOMO Mal 23 & Gramedia Jalma, Serta Gagapnya Manajemen Krisis Digital

🏃‍♂️ Catatan Hari Kedua The Spark of Healthy Life 2026: Mengulas Cedera Olahraga Bersama Para Ahli

⚽️ Berburu Lokasi Nobar Resmi Piala Dunia 2026 di Kota Semarang: Siasat Hotel "Ganti Baju" hingga Markas Instansi

🎡 Agenda Jateng Fair 2026: Kembali Hadir 10 Hari dengan Tiket Masuk Gratis, Apa yang Baru?

🚲 Gowes ke Mal 23 Semarang: Di Mana Tempat Parkir Sepedanya?