Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juni 2026

Image
Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...

Apa Kabar Masjid Layur Semarang?

Judul di atas datang dari komentar pembaca kami yang tak sekedar bertanya juga menaruh link promosinya. Ya, biarlah kami pikir. Tapi menarik juga pertanyaannya. Sudah lama kami tidak mampir ke kawasan Kampung Melayu ini.

Rasanya terakhir kali kami mampir tahun 2017. Sangat lama, bukan. Karena komentar, akhirnya kami berkunjung meski tidak masuk ke dalam masjid. 

Sabtu pagi (21/8/2021), mumpung akhir pekan, akhirnya kami datang. Secara umum, tak banyak berubah. Entahlah, beberapa kali ke sini tujuannya hanya masjid yang jadi ikon kawasan ini. 

Karena masih pagi, kami coba mengayuh sepeda kami lebih jauh. Beberapa bangunan lama terlihat tidak berpenghuni. Mirip-mirip Kota Lama Semarang.

Rasanya main kami memang kurang jauh. Jadi tak banyak konten yang bisa diambil hari ini. Mungkin kami harus mencoba datang lagi beberapa kali.

Masjid Layur Semarang

Bicara masjid, selalu menarik ketika menaranya terlihat dari jauh. Simbol yang jadi ikon dari Masjid Layur tetap kokoh berdiri di sana.

Gerbang juga terasa lebih terawat dengan ciri warna khas hijau. Beberapa tanaman juga berkembang dengan baik di sana.

Entah kenapa kami ragu untuk masuk, meski pagar terbuka saat itu. Kami pikir masjid Layur baik-baik saja dari kelihatannya. 

Jangan lupa kalau ke sini, saat bulan puasa. Kopi arabnya ngangenin soalnya, terutama aromanya yang dibuat dari beberapa bahan herbal.


Di tengah gambar ini, terlihat bangunan masjid Layur

...

Kami baru saja menambahkan kategori atau label 'Layur' di halaman blog dotsemarang. Siapa tahu pas bisa mampir lagi ke kawasan ini, nemu konten yang menarik untuk menambah kategori. 

Pasti ada, hanya perlu melihat lebih lama dan fokus. 

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📱 Hari Media Sosial 2026: Antara FOMO Mal 23 & Gramedia Jalma, Serta Gagapnya Manajemen Krisis Digital

⚽️ Berburu Lokasi Nobar Resmi Piala Dunia 2026 di Kota Semarang: Siasat Hotel "Ganti Baju" hingga Markas Instansi

🏃‍♂️ Catatan Hari Kedua The Spark of Healthy Life 2026: Mengulas Cedera Olahraga Bersama Para Ahli

🎡 Agenda Jateng Fair 2026: Kembali Hadir 10 Hari dengan Tiket Masuk Gratis, Apa yang Baru?

🚲 Gowes ke Mal 23 Semarang: Di Mana Tempat Parkir Sepedanya?