Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juni 2026

Image
Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...

Ketika TikTok Jadi Alat Pemasaran Hotel

Ada yang menarik saat menghadiri acara launching menu buka puasa di hotel Harris Semarang bulan April kemarin. Salah satu sesi acaranya diisi dengan hiburan dan memanfaatkan TikTok sebagai bagian alat pembuat kontennya. 

Tak menyangka mereka (pihak hotel) sudah memanfaatkan TikTok sebagai salah satu alat pemasaran. TikTok bukan hanya platform video pendek yang sekarang banyak mendapat perhatian, tapi juga tempat berkumpulnya pengguna yang sayang bila dilewatkan begitu saja.

Menjangkau audiens yang lebih muda

Kehadirannya yang kembali banyak dibicarakan, TikTok adalah pasar anak muda yang didominasi generasi Z. Meski sekarang ini sudah banyak generasi di atas Z yang juga meramaikan, generasi milenial, tetap saja audiens muda masih menjadi kekuatan sendiri.

Mengutip situs sproutsocial.com, TikTok memiliki 689 juta pengguna aktif bulanan. Dan ini belum digabung dengan pengguna dari China dengan versi nama yang berbeda, mereka menyebutnya Douyin. Bila digabung, ada 1,29 milyar pengguna aktif secara global.

Apakah pemasar mampu menjadi bagian ekosistem tersebut? Setidaknya, dengan membangun konten lewat TikTok, pemasar sudah hadir di tengah pengguna yang aktif tersebut. Hanya butuh kerja keras dan konsisten untuk merawatnya.

Menemukan suara (penonton)

Saat kami melihat akun hotel Harris Semarang yang beralamat id @harris_semarang, akunnya sudah memiliki 34 pengikut. 

Video-video yang mereka buat pun juga bukan sekedar asal buat. Apakah mereka (hotel) punya tim khusus, seperti editor? Kami melihatnya sudah seperti profesional cara pembuatan videonya.

Yang sekarang perlu dilakukan adalah bagaimana menemukan suara atau penonton untuk datang ke akun mereka. Seperti memberi love, menonton (view) atau berkomentar.

Apa yang ingin ditampilkan kepada penonton atau pengguna TikTok? Keceriaan, masakan, warna-warni kamar dan ruangan atau keindahan yang ditawarkan dari karyawan wanita hingga Kota Semarang.

Belajar dari kehadiran akun Goodponsel yang awal-awal menampilkan keindahan para wanita yang dibalut goyangan ala TikTok, akun toko ponsel yang berasal dari Bali tersebut berhasil menarik perhatian. Dan sekarang, kami baru tahu jika para angle (wanita) sudah dibuatkan akun berbeda di @GoodPonselAngels.

Pihak pemasar, tentu harus memanfaatkan berbagai keunggulan yang dimiliki sambil juga mempertahankan citra perusahaan. Karena apa yang dilakukan di media sosial dengan membawa nama perusahaan, tentu berdampak pada citra.

Butuh pengelola akun

Melihat bagaimana pihak hotel Harris dapat melakukannya, kami pikir butuh satu atau dua orang untuk mengurus media sosial secara khusus. Termasuk TikTok.

Membuat konten semacam video terlihat mudah setelah tampil. Namun sebenarnya, butuh kerja keras untuk menampung ide menjadi konten. Bagaimana mengedit videonya, dan menerjemahkan maksud dan tujuan video yang ditampilkan.

Tidak mudah, tapi seharusnya ini menjadi tantangan. Bukan sebuah hambatan bila berpikir tentang pemasaran yang lebih banyak menjangkau pengguna di media sosial.

...

Saat ini platform TikTok tersedia lebih dari 150 negara. Untuk merek global tentu itu menggiurkan. Sedangkan untuk lokal, bagaimana terus bertahan menjadi besar.

Kami senang pihak pemasar hotel mau terjun menggunakan TikTok sebagai alat pemasaran di media sosial. Semakin luas dijangkau, semakin besar peluangnya. Tinggal bagaimana mengemasnya dan mengaturnya untuk kepentingan yang lebih besar dari sekedar eksistensi.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📱 Hari Media Sosial 2026: Antara FOMO Mal 23 & Gramedia Jalma, Serta Gagapnya Manajemen Krisis Digital

⚽️ Berburu Lokasi Nobar Resmi Piala Dunia 2026 di Kota Semarang: Siasat Hotel "Ganti Baju" hingga Markas Instansi

🏃‍♂️ Catatan Hari Kedua The Spark of Healthy Life 2026: Mengulas Cedera Olahraga Bersama Para Ahli

🎡 Agenda Jateng Fair 2026: Kembali Hadir 10 Hari dengan Tiket Masuk Gratis, Apa yang Baru?

🚲 Gowes ke Mal 23 Semarang: Di Mana Tempat Parkir Sepedanya?