Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juni 2026

Image
Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...

Apakah Tahun 2021 Jadi Panggung Buat Jejaring Sosial Berbasis Audio?

Jalannya memang masih panjang, tapi perlahan-lahan mulai kelihatan. Beberapa aplikasi sebenarnya sudah melakukannya dengan mengandalkan audio, tapi untuk audio sosial? Kami pikir ini menarik untuk sebuah informasi yang mungkin bakal terjadi. Atau malah sekedar prediksi.

Ketika Twitter datang dengan fitur audio, kami pikir akan segera mendapatkannya tak berapa lama. Sama seperti saat mereka mengenalkan Fleets. Namun sampai sekarang, fitur tersebut masih belum kami dapatkan. Mungkin beberapa orang malah sudah. Apakah ini ada maksud dengan tren tahun 2021?

Kali ini Sophie dari Buffer lewat emailnya mengirimkan bacaan menarik tentang masa depan media sosial tahun 2021 adalah audio. Wah, kami langsung tertarik dengan link yang diberikan dengan mengarah situs wired.com. Kami bersyukur bahwa era kami sudah ada google terjemahan yang sangat membantu. Artikel aslinya kami taruh di bawah, tinggal klik saja nanti.

Clubhouse ?

Clubhouse adalah aplikasi yang saat ini sedang banyak dibicarakan oleh mereka (orang luar). Sayangnya, masih terbatas dan hanya untuk pengguna iOS. Kabar baiknya bagi pengguna Android, aplikasinya sudah ada. Namun saat kami membuka, belum tersedia tombol install.

Salah satu kelebihan Clubhouse adalah memiliki ruangan obrolan berbasis audio. Di dalam ruangan tersebut, pengguna bisa mendengar suara semua orang. Interaksi yang terbangun dengan orang baru juga terasa intim. Sama seperti juga mendengarkan podcast di mana pengguna bisa berbicara kembali.

Karena masih versi beta, Clubhouse tentu butuh banyak perbaikan. Tahun 2021 bila resmi diluncurkan, bakal menarik untuk dicoba juga. 

Discord

Aplikasi ini kami udah mengenalnya setiap membuka halaman komik online. Ternyata sudah diluncurkan sejak tahun 2015 dan memiliki 100 juta pengguna. Dan tahun ini memutuskan beralih dari platform audio untuk para gamer ke platform audio untuk semua orang.

Buat penggunanya, tentu percakapan dengan audio di sana tidak asing lagi. Namun bagi pengguna yang belum bergabung, termasuk kami, belum melihat ini menarik. Melihat beberapa hari lagi tahun 2020 akan berakhir, tentu Discord patut diperhitungkan.

Audio Space Twitter

Kabar terbaru dari Twitter semenjak mengenalkan Audio sosialnya, kini tengah membuat audio space. Rasanya akan sama seperti Clubhouse. Semua pengguna terkumpul dalam satu ruangan yang membahas tema tertentu. Entahlah, kami sendiri juga tidak mengetahui detailnya.

Namun bila melihat ke depan, Twitter sudah ancang-ancang memanfaatkan momentum tahun depan dari sekarang. Tapi ini tidak akan mudah, seperti kata Will Partin, seorang peneliti di Data and Society's Disinformation Action Lab dalam halaman wired

“Salah satu tantangan besar dari jejaring sosial terbuka seperti Twitter adalah bahwa apa yang baik di satu komunitas dianggap salah di komunitas lain”.

“Sulit untuk membuat kebijakan yang akan membuat kedua kelompok bahagia.”

Pandemi dan menemukan pijakan

Tidak dipungkiri bahwa pandemi juga membantu terciptanya pijakan baru atau era baru media sosial berbasis audio. Orang-orang masih tidak ingin keluar rumah, maka mereka bisa menggunakannya.

Di Amerika, platform audio semacam streaming musik, termasuk podcast sangat berkembang. Spotify dan Apple Music adalah dua platform yang digemari. Dengan opsi yang semakin dipersonalisasi untuk menemukan musik baru dan kehidupan sehari-hari, ini sama saja membuka pijakan baru untuk jejaring sosial berbasis audio tahun depan.

...

Mari melihat ini sebagai peluang dan informasi yang mungkin sangat bermanfaat untuk membuat strategi pemasaran, andai bila tren ini terbukti. Apakah ini akan lebih banyak menguras tenaga dan pikiran atau sebaliknya.

Artikel aslinya wired bisa kamu buka di sini.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📱 Hari Media Sosial 2026: Antara FOMO Mal 23 & Gramedia Jalma, Serta Gagapnya Manajemen Krisis Digital

🏃‍♂️ Catatan Hari Kedua The Spark of Healthy Life 2026: Mengulas Cedera Olahraga Bersama Para Ahli

⚽️ Berburu Lokasi Nobar Resmi Piala Dunia 2026 di Kota Semarang: Siasat Hotel "Ganti Baju" hingga Markas Instansi

🎡 Agenda Jateng Fair 2026: Kembali Hadir 10 Hari dengan Tiket Masuk Gratis, Apa yang Baru?

🚲 Gowes ke Mal 23 Semarang: Di Mana Tempat Parkir Sepedanya?