Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juni 2026

Image
Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...

Tren Sepeda Di Tengah Pandemi Corona



Ketika membaca beberapa media yang mengangkat 'tren sepeda sedang naik daun', termasuk Semarang, kami menganggukkan kepala bahwa memang benar. Meski di Semarang banyak kalangan pengguna sepeda hingga komunitas beberapa tahun belakangan, semenjak koronavirus, aktivitasnya semakin sering terlihat. Apakah kamu setuju?

Mungkin salah satu dampak positif hadirnya koronavirus adalah kesadaran masyarakat terhadap kesehatan semakin tinggi akhir-akhir ini. Bersepeda dianggap sebagai transportasi alternatif selama pandemi sekarang.

Bukan hanya Kota-kota besar saja yang merasakannya, beberapa negara juga ternyata mengalaminya. Selain aman, bersepeda juga bagian dari olahraga yang tentu saja membuat tubuh tetap bugar.

Apakah aman bersepeda saat koronavirus?

Mengutip situs mainsepeda.com, dalam artikelnya di sana, ternyata malah dianjurkan oleh WHO atau Badan Kesehatan Dunia lewat rilis panduan teknis tentang beraktivitas selama pandemi koronavirus.

Dalam panduannya, WHO menganjurkan masyarakat untuk bersepeda dan berjalan kaki guna menghindari kontak fisik, serta memperlambat pandemi ini. Panduan teknis ini dikeluarkan kantor perwakilan WHO di Eropa.

Tren Sepeda di Kota Semarang

Setiap hari, setiap pagi dan sore, jalanan lebih hidup dengan banyaknya orang bersepeda. Apalagi menjelang akhir pekan. Seperti Sabtu malam dan Minggu pagi, kawasan Kota Lama mendadak jadi sangat ramai dari sebelumnya saat Covid-19 benar-benar mengkhawatirkan.


Bukan hanya didominasi komunitas sepeda atau yang biasanya bersepeda, kami melihat satu keluarga asyik menikmati pagi hari bersama. Bahkan, anak-anak pun ikut ambil bagian dalam aktivitas tersebut.

Dampak ekonomi juga begitu terlihat saat para pesepeda tersebut sedang menikmati sarapan pagi. Entahlah, mengapa mereka mengabaikan protokol kesehatan. Kami pikir, mereka bukan mengabaikan. Hanya saja lupa karena keasyikan.

Tidak ada kasta dalam bersepeda meski kami tahu ada sepeda yang harganya puluhan juta. Semua hanya ingin bergerak, menikmati kehidupan bebas yang sempat terampas karena koronavirus.

Semarang juga sedang mengalami tren bersepeda di tengah pandemi saat ini. Satu sisi menarik buat kami dan mereka yang ingin sehat dan lebih dekat satu sama lain.

Namun sisi lain, kekhawatiran terhadap putusnya Covid-19 juga bakal tidak ada habisnya. Beberapa wastafel portable memang sudah disediakan, pemakaian masker juga sudah banyak dilakukan, dan menjaga jarak ?? Seharusnya juga bisa dilakukan.

Survei 

Kami meminta pengguna Instagram, baik yang mengikuti dotsemarang atau tak sengaja melintas di stories kami untuk menjawab pertanyaan tentang 'Tren Sepeda di Semarang Kala Pandemi, Setuju?

Dari total pengguna yang menjawab lebih 200 akun, sekitar 64% menjawab 'YA' dan sisanya 36% menjawab 'NGGAK'. Melihat ini, kami pikir para pengguna juga berpikir seperti tulisan yang kami buat hari ini.

Bagaimana dengan tempat tinggalmu? Atau sudah membeli sepeda untuk bersama satu grup berolahraga? 

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📱 Hari Media Sosial 2026: Antara FOMO Mal 23 & Gramedia Jalma, Serta Gagapnya Manajemen Krisis Digital

⚽️ Berburu Lokasi Nobar Resmi Piala Dunia 2026 di Kota Semarang: Siasat Hotel "Ganti Baju" hingga Markas Instansi

🏃‍♂️ Catatan Hari Kedua The Spark of Healthy Life 2026: Mengulas Cedera Olahraga Bersama Para Ahli

🎡 Agenda Jateng Fair 2026: Kembali Hadir 10 Hari dengan Tiket Masuk Gratis, Apa yang Baru?

🚲 Gowes ke Mal 23 Semarang: Di Mana Tempat Parkir Sepedanya?