Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juni 2026

Image
Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...

[Review Event] Creative Industry 4.0 Talks


Kenapa manusia menjadi hebat? Karena berinovasi. Di era industri 4.0 yang sering dibicarakan, manusia dituntut untuk lebih kreatif dan itu sangat penting.  Kita harus berpikir keluar. Selengkapnya tentang acara berikut ini.

Mendengar tema industri 4.0, kami selalu tertarik. Apalagi yang berhubungan dengan dunia kreatif. Kami hadir di SMI Building, Minggu siang (17/11). Pembicaranya mungkin kamu sering dengar, Pak Tanadi Santoso. Buat kami sendiri, ini adalah momen pertama kali bertemu dengan beliau.

Perkembangan teknologi


Saat kami tiba, suasana sudah sangat ramai. Bukan hanya orang dewasa saja yang bersemangat dengan pakaian batik, anak-anak juga turut hadir. Momen ini dikarenakan, sebelumnya diresmikan pembukaan gedung oleh Wali Kota.

Sebagian sedang mengantri makan siang, sedangkan lain sudah menempati tempat duduk dengan makanannya. Kursi-kursi yang ditata hampir tidak ada tempat duduk sebelum satu persatu orang mulai pergi karena acara opening sudah selesai.


Acara yang ditunggu akhirnya tiba. Suasana yang begitu ramai mulai sedikit tenang. Suara pak Tanadi benar-benar menghipnotis suasana layaknya motivator bagi mereka yang berniat mendengarkan.

Jika biasa mengikuti tema industri 4.0, maka pembahasan tentang sejarah perkembangan industri dari awal hingga sekarang akan melihatnya sesuatu yang biasa didengar. Pak Tanadi mengawalinya dengan bagian tersebut.

Beberapa contoh teknologi modern sekarang pun diambil untuk menggambarkan bagaimana perkembangan sekarang begitu cepat dan luar biasa.

Teknologi DNA

Mulai dari teknologi mobil tanpa supir, satu tetes darah yang dapat memprediksi seseorang dari tinggi dan siapa dia, hingga mesin pembuat kopi yang dilakukan oleh robot. Di China, sistem pembayaran sudah dilakukan dengan teknologi pengenalan wajah.

Dalam keseharian sekarang, beliau juga mencontohkan bagaimana wifi sudah jadi kebutuhan utama. Seorang anak berumur 7 tahun menangis minta pulang karena wifi di Sekolahnya mati.

Kreatif itu sangat penting


Ketika teknologi terus berkembang di era industri 4.0, kita dituntut untuk menjadi kreatif. Kenapa manusia menjadi hebat? Itu karena inovasi. Perpaduan kreatif dan seringnya berinovasi adalah kunci manusia maju di era industri 4.0.

Kita memberi makna, maka ada. Kreativitas harus diajarkan kepada anak mulai sejak dini. Mengajaknya berkolaborasi dengan manusia lain dan manusia sangat fleksibel.

Dunia ini harus berpikir keluar. Karena ketika sudah melihat kebiasaan, kita seperti tidak pernah salah dalam hal apapun dan di sanalah kita tidak akan maju.

Kalau kita terlalu hati-hati, kita tidak berani mencoba sesuatu. Kita justru celaka, semisal ada ombak yang datang. Tapi sebaliknya, jika terlalu nekat itu juga nggak baik.


Ketakutan membuat kita lebih bekerja keras. Ketakutan itu bukan untuk dihilangkan. Terutama dalam hal mencoba sesuatu yang baru biasanya kita takut.

Keberanian harus dipaksakan dan nanti akan jadi kebiasaan. Kalau kita takut dan tidak mencoba, kita akan penakut selamanya.

5 detik


Salah satu bagian menarik tentang persentasi beliau adalah tentang Mel Robbins yang menulis pengalamannya dalam sebuah buku dan menjadi best seller, The 5 Second Rule.

Manusia memiliki 5 detik untuk segera bergerak dan melakukannya. Semisal, saat bangun pagi ingin berolahraga. Namun tertunda karena berpikir lambat dalam memutuskan karena di luar masih gelap dan dingin. Hari pertama gagal, dan hari kedua, seterusnya pun akhirnya tidak jadi olahraga.

Sebaliknya, bila 5 detik ini diambil, kita tentu dapat melakukan sesuatu yang sudah terpikirkan sebelumnya. Paksa dirimu, keluar dari pikiran dan lewati perasaan di luar zona nyamanmu.



...

Di era industri 4.0 sekarang ini, manusia bukan saja dituntut untuk menjadi kreatif sejak dini, tapi juga berinovasi. Di luar sana, teknologi terus berkembang. Jangan sampai kita hanya sebagai penonton saja.

Untuk menjawab tantangan tersebut, pengambilan keputusan secara cepat harus dilakukan. Tidak boleh ditunda-tunda saat ingin melakukan.

Setiap orang itu jenius. Tapi kalau kamu mengukur kepandaian ikan dengan kemampuannya memanjat pohon, maka kamu akan merasa bahwa ikan itu bodoh. Itu artinya, lakukan sesuai minatmu dan jangan memaksakan sesuatu yang terlihat sama dengan orang lain.


Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📱 Hari Media Sosial 2026: Antara FOMO Mal 23 & Gramedia Jalma, Serta Gagapnya Manajemen Krisis Digital

⚽️ Berburu Lokasi Nobar Resmi Piala Dunia 2026 di Kota Semarang: Siasat Hotel "Ganti Baju" hingga Markas Instansi

🏃‍♂️ Catatan Hari Kedua The Spark of Healthy Life 2026: Mengulas Cedera Olahraga Bersama Para Ahli

🎡 Agenda Jateng Fair 2026: Kembali Hadir 10 Hari dengan Tiket Masuk Gratis, Apa yang Baru?

🚲 Gowes ke Mal 23 Semarang: Di Mana Tempat Parkir Sepedanya?