Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juni 2026

Image
Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...

Faktor Kebaruan, Salah Satu Faktor yang Membuat Pengalaman Wisata Tidak Terlupakan


Tak dipungkiri bahwa salah satu alasan Kota Lama Semarang mendadak ramai sebelum dan sesudah lebaran adalah karena faktor kebaruan. Mungkin ini dapat mengilhami beberapa tempat wisata lain. Lalu, ada dua faktor lagi yang membuat wisatawan tertarik untuk datang.

Kami tertarik dengan artikel yang dipublish dari situs lifestyle.okezone.com (22/6/2019) yang menulis judul '3 Hal yang Membuat Pengalaman Wisata Tidak Terlupakan'.

Faktor kebaruan adalah kalimat yang paling inspiratif untuk kami yang akhirnya membawanya ke blog dotsemarang. Dari artikel tersebut, kami memikirkan Kota Lama yang tinggal 1 tahun lagi mengejar target menjadi kawasan 'World Heritage' yang diakui UNESCO. Semoga diterima.

Ada 3 hal yang membuat pengalaman wisata tidak terlupakan

Bertransformasinya Kota Lama tidak hanya membuat kawasan terlihat Instagramable, tapi  juga banyak orang-orang membangun bisnis di sana.

Berkunjung ke tempat wisata, orang-orang berpikir untuk mendapatkan pengalaman yang berkesan. Mereka merasa istimewa dan tidak terlupakan.

Menurut sebuah penilitian baru di Jurnal Penelitian Pariwisata Asia-Pasifik, ada 3 faktor yang menjadikan wisatawan mendapatkan pengalaman yang berkesan, yaitu
  1. Sesuatu yang baru
  2. Keterlibatan
  3. Interaksi sosial
Kepala pemasaran di agen perjalanan WildChina, Nick Gollner mengatakan faktor kebaruan adalah bagian penting dari perjalanan liburan karena hal tersebut mengilhami wisatawan untuk menjelajah dan mengeksplorasi destinasi. Tentunya kegiatan itu membuat liburan menjadi menarik karena menemukan pengalaman baru.

“Kami biasanya mengarahkan wisatawan untuk berinteraksi dengan masyarakat dan komunitas setempat. Tujuannya mendukung kerajinan lokal dan mendapatkan pemahaman pribadi tentang tradisi dari tempat yang dikunjungi".

Interaksi dengan komunitas lokal juga dianggap bagian yang tak terpisahkan untuk menciptakan liburan berkesan. Kami jadi ingat beberapa tahun lalu ketika komunitas di Kota Lama sering mengadakan acara.

Kami pikir, nostalgia tersebut dapat dikembalikan. Meski kawasan ini akhirnya lebih ramai, diperlukan uluran tangan agar komunitas bisa kembali.

Memang ada beberapa komunitas yang sudah hadir. Tapi menurut kami, komunitas yang dulu bergerak di Kota Lama tanpa berpikir bisnis, bisa kembali memeriahkan Kota Lama.

Kegiatan-kegiatan lainnya seperti tur Kota Lama mengenal sejarah, hingga naik vespa antik juga menarik. Pada intinya, masyarakat sekitar terus dilibatkan.

“Kesempatan untuk berbagi senyum atau bermain dengan anak-anak setempat menciptakan hubungan manusiawi serta meningkatkan kedalaman yang tidak bisa disediakan oleh tur," imbuh Gollner.

Laporan jurnal menunjukkan banyak pula wisatawan yang menghabiskan banyak waktu untuk mengambil foto agar terlihat bagus di media sosial.

Meskipun beberapa orang mungkin tidak bisa mendapatkan wawasan mendalam tentang tempat-tempat wisata yang dikunjungi karena sering berfoto, menurut Andrea Oschetti, pendiri perusahaan perjalanan di Hong Kong hal itu dapat memperkaya hidup wisatawan.

“Wisatawan dapat menggunakan foto-fotonya untuk memberdayakan diri sendiri. Mereka kembali ke rumah dengan inspirasi untuk menjalani kehidupan yang ingin dijalani. Mereka juga dapat memutuskan ke mana harus pergi berdasarkan pada kebajikan yang ingin dikembangkan," jelas Oschetti.

Dirinya menambahkan, perjalanan adalah peluang besar untuk menyalakan kembali gairah di dalam diri. Wisatawan yang baik memilih pengalaman berdasarkan kebutuhan pribadi dan hal-hal yang ingin dilakukan dalam hidup. Satu hal yang tak kalah penting dalam perjalanan wisata adalah keberagaman.

“Keberagaman memiliki kekuatan untuk memperkaya hidup. Hal ini sekarang semakin sulit ditemukan ditengah wisata yang homogen," kata Oschetti.

Sementara itu, saat ini tren liburan di kalangan wisatawan adalah semakin suka bertualang. Wisatawan senang mengatur sendiri hal-hal yang hendak mereka lakukan ketika bepergian. Tren ini pun semakin membuat liburan ke luar negeri menjadi lebih populer.

Url pendek : http://bit.ly/2WWUcZz

Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Comments

Popular posts from this blog

📱 Hari Media Sosial 2026: Antara FOMO Mal 23 & Gramedia Jalma, Serta Gagapnya Manajemen Krisis Digital

🏃‍♂️ Catatan Hari Kedua The Spark of Healthy Life 2026: Mengulas Cedera Olahraga Bersama Para Ahli

⚽️ Berburu Lokasi Nobar Resmi Piala Dunia 2026 di Kota Semarang: Siasat Hotel "Ganti Baju" hingga Markas Instansi

🎡 Agenda Jateng Fair 2026: Kembali Hadir 10 Hari dengan Tiket Masuk Gratis, Apa yang Baru?

🚲 Gowes ke Mal 23 Semarang: Di Mana Tempat Parkir Sepedanya?