Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan April 2026

Image
Memasuki bulan April yang jatuh pada hari Rabu, suasana Semarang biasanya mulai bertransisi. Jika Maret lalu kita khusyuk dengan momen Ramadan dan Idulfitri, bulan ini kota ini terasa kembali bergairah dengan deretan acara yang lebih "berwarna". Hari ini cuaca Kota Semarang terpantau cerah. Entah apakah ini pertanda bahwa musim hujan telah berakhir dan Semarang kembali ke "setelan awal"—yang katanya, tiap orang yang tinggal di sini punya matahari sendiri-sendiri saking panasnya. Suara-suara tentang panasnya Semarang terdengar seru namun terkadang juga haru, terutama bagi mereka yang baru merantau atau tinggal di sini. Padahal, jika mau jujur dan realistis, masih ada kota lain yang jauh lebih panas dibanding Semarang. Menghadapi cuaca dan kondisi ekonomi saat ini memang perlu strategi; tetap kreatif tanpa harus membuat diri sendiri burnout atau kelelahan. Tema Besar: Perempuan Berdaya Jika melihat cover yang kami sematkan di halaman ini, tebakanmu benar bahwa tema ...

[Event] Menengok Pelatihan Bahasa Mandarin di Kota Lama Semarang Untuk Meningkatkan Mutu SDM Pariwisata


Ketika para pemandu di Kota lama Semarang mendapatkan pelatihan Bahasa Mandarin itu artinya mereka sedang mempersiapkan lebih besar lagi tujuan mereka dalam menawarkan jasa kepada wisatawan mancanegara yang berasal dari Tiongkok.

Senin sore (11/2/3019), kami melihat langsung pelatihan yang difasilitasi Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah. Tidak hanya pemandu Kota Lama yang wajahnya familiar buat kami, beberapa pemandu lain hingga masyarakat sekitar, ikut hadir.

Pelatihan ini dalam rangka peningkaan Mutu Sumber Daya Manusia Pariwisata di Kota Lama dengan bahasa mandarin yang berdurasi 4 hari lamanya.

Kegiatan ini juga rutin dilakukan Disporapar setiap tahun. Dan kebenaran, awal tahun 2019, Kota Semarang yang menjadi tuan rumah untuk kegiatan ini.

Statistik wisatawan Tiongkok ke Indonesia

Dari data wisatawan yang berkunjung ke Indonesia tahun 2018, yang sudah kami rilis di sini, Tiongkok berada di urutan kedua setelah Malaysia.

Animo besar ini dianggap sebagai sebuah ladang yang harus dapat dimanfaatkan oleh Jawa Tengah, terutama Kota Semarang.

Tentang peningkatan SMD

Saat ikut nimbrung rekan media yang sedang wawancara mas Yuliansyah Ariawan, beliau jadi panitia, acara ini dalam setahun bisa dilakukan 4-6 kali.


Kegiatan ini sendiri dilaksanakan di rumah Popo yang berada di dekat parkiran Kota Lama atau jalan Branjangan Nomor 10, Semarang.

Pelatihan yang diberikan sendiri masih dasar, masih tahap awal. Kedepannya masih ada lagi dan lagi. Setidaknya saat wisman Tiongkok datang, para pemandu dapat menangkap peluang. Sekedar membaca atau mengerti.

Selain peserta dari Kota Lama, ada dari lawang Sewu, dan HPI (Himpunan Pariwisata Indonesia). Namun kenyataannya, ada stakeholder dan masyarakat ikut dalam pelatihan ini. Total peserta yang ikut ada 25 orang.

Pelatihan sendiri ditekankan pada budaya, dan cara pengejaannya. Aksen yang diajarkan lebih ke Ibu Kotanya, Beijing.

Kota Semarang sendiri termasuk banyak juga dikunjungi wisman dari Tiongkok. Apalagi adanya kawasan Pecinan yang ingin dikunjungi, terutama mencari kuliner.


...

Saat kami nimbrung dalam pelatihan, memang tidak mudah. Terutama aksen yang harus dikeluarkan.  Beberapa cerita budaya juga dimasukkan dan itu menarik. Pelatihan sendiri dilaksanakan selama 4 hari.

Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Comments

Popular posts from this blog

☕ Mencicipi Coco Latte: Saat Hydro Coco dan Anomali Coffee "Salaman" di Pelataran MAJT

📌 Agenda Kota Semarang Bulan April 2026

🏥 Menjelajahi Lantai 3 Cardea Semarang: Zona 'Recovery' yang Naik Kelas

♻️ Jangan Dibuang! Jejak Karbon di Balik Kotak Nasi Buka Puasa Masjid Agung Jawa Tengah

📱 Dilema Android Lawas di Tahun 2026: Mengapa Versi OS Kini Lebih Penting daripada Sekadar Merek Hape